KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
PolitikRENUNGAN: Krisis Moneter Indonesia 1998 oleh : Wahyu Barata
30-Jul-2014, 02:41 WIB


 
  KabarIndonesia - Setelah beberapa dekade terbuai oleh pertumbuhan yang sangat mengagumkan, di tahun 1998 ekonomi Indonesia mengalami kontraksi sangat hebat hingga menjadi tragedi. Keadaannya berlangsung sangat tragis dan tercatat sebagai periode paling suram dalam sejarah perekonomian Indonesia. Mungkin kita akan
selengkapnya....


 


 
BERITA INTERNASIONAL LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 
Membutuhkan Wartawan/Wartawati 06 Sep 2012 16:29 WIB


 

 
Terima Kasih dari Pengguna Jasa 28 Jul 2014 11:56 WIB

Keniscayaan 23 Jul 2014 05:12 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 
Ditha dan Dina Dukung Argentina! 13 Jul 2014 05:44 WIB


 
Mudik Gratis Bersama Jasa Raharja 26 Jul 2014 23:41 WIB

Resep Pribadi Plecing Kangkung 15 Mei 2014 00:19 WIB

 

Bencana Kemanusiaan di Somalia

 
INTERNASIONAL

Bencana Kemanusiaan di Somalia
Oleh : Redaksi-kabarindonesia | 29-Mar-2008, 21:13:32 WIB

KabarIndonesia - Kekurangan makan, meningkatnya rasa tidak aman dan ancaman kekeringan. Empat puluhan organisasi bantuan di Somalia memperingatkan ancaman malapetaka di negeri itu. Hari ini Dewan Keamanan PBB memperdebatkan krisis Somalia dan membahan usul Sekjen PBB Ban Ki-moon untuk menempatkan 2700 orang pasukan perdamaian PBB sebagai pengganti pasukan Uni Afrika. Langkah darurat ini penting, demikian pelbagai organisasi bantuan itu. Sudah terlalu lama kepentingan rakyat jelata Somalia diabaikan begitu saja. Kelaparan dan musim kemarau 

Setiap bulan 200 ribu orang lari dari ibukota Mogadishu, karena pecah perang antara milisi islam dengan tentara Ethiopia yang mendukung pemerintah. Penduduk takut terkena tembakan. Oktober lalu organisasi bantuan internasional dan lokal memperingatkan terjadinya krisis di Somalia. Dan beberapa bulan setelahnya situasi bertambah buruk. Terutama di wilayah selatan, kehidupan tidak aman lagi. Dan itu bertambah sulit bagi pengungsi internal yang pindah supaya bisa mendapatkan makanan, terutama dengan terancamnya musim kemarau.

Dua juta orang butuh bantuan sehari-hari untuk tetap bertahan kata Bea Spadacini, dari organisasi bantuan internasional CARE: Bea Spadacini: "Ada 250 ribu orang yang berpindah, di sepanjang 16 kilometer di dekat kota Mogadishu. Di wilayah itu ada tenda-tenda sementara tempat mereka berkemah di bawah pohon beratapkan selembar plastik dan sedikit kayu untuk memasak. Mereka tidak punya apa-apa. Mereka sangat bergantung pada organisasi bantuan untuk bertahan hidup. Ini adalah tempat terburuk bagi anak-anak untuk tumbuh dan terdapat pula kekurangan gizi yang sangat tinggi"

Masalah sampah 

Di mata masyarakat internasional, Somalia merupakan masalah sampah, tambah Spadacini. Ada kecenderungan untuk melupakan bahwa ada orang-orang yang menderita di Somalia. Namun Spadacini sendiri medengar kisah-kisah itu dari 180 rekan-rekannya orang Somalia. Sebagai ahli bantuan, Spadacini ditempatkan di Nairobi, karena Mogadishu sangat berbahaya. Bea Spadacini: "Salah satu keluarga staf kami, putus asa dengan situasi di Somalia. Mereka berupaya lari ke Yemen.

Namun kedua anaknya tewas tenggelam. Ini adalah cerita yang langsung menyentuh, karena berasal dari orang yang kita kenal. Mereka benar-benar pahlawan. Mempertaruhkan nyawa. Mereka harus mendatangi pos penjagaan setiap hari. Setelah jam lima mereka tidak bisa meninggalkan rumah mereka lagi" Pelbagai kisah pelanggaran hak-hak azasi manusia dalam skala besar, tidak pernah dibahas dalam Dewan Keamanan PBB sampai sekarang. Demikian Leslie Laskow dari Human Rights Watch. Walau pun Somalia adalah salah satu krisis serius dunia sekarang, Dewan Keamanan hanya memusatkan perhatian pada masalah keamanan.

Menurut Laskow, Dewan Keamanan PBB tidak bersedia mengakui semua pihak, termasuk pasukan Etiopia, terlibat pelanggaran hak-hak azasi manusia serius. Khususnya Amerika dan Inggris, dua negara anggota tetap Dewan Keamanan PBB, punya hubungan dekat dengan Etiopia. Ini menyebabkan keduanya ragu-ragu bertindak. Karena itu, demikian Laskow, langkah terpenting Dewan Keamanan adalah terlebih dahulu mengakui bahwa semua pihak terlibat dalam pelanggaran hak-hak azasi manusia.

Peran Dewan Keamanan PBB  

Leslie Laskow: "Karena Somalia sudah lama tidak punya negara, tampaknya ini menciptakan pandangan bahwa di sana terjadi situasi anarkis dan hukum internasional tidak bisa diterapkan, sehingga orang boleh saja melakukan pelanggaran serius. Dewan Keamanan PBB berperan serius dalam merubah pandangan ini dan menegaskan kepada kalangan yang terlibat kekerasan di Somalia bahwa kepastian itu harus diterapkan. Bahwa hukum internasional berlaku dan semua yang bertanggung jawab terhadap pelanggaran hukum ini akan diadili"

Selain itu Leslie Laskow ingin supaya Dewan Keamanan PBB membentuk komisi penyelidik khusus terhadap kejahatan dan menunjuk orang-orang yang bertanggung jawab. Pasukan PBB yang akan menggantikan pasukan Uni Afrika baru bisa memperbaiki keadaan kalau mandat mereka adalah melindungi warga sipil. Spandacini dari organisasi bantuan CARE setuju bahwa kebutuhan paling mendesak sekarang adalah membahas situasi kemanusiaan rakyat Somalia. 

Sumber:  Radio Nederland Wereldomroep (RNW)

Blog: http://www.pewarta-kabarindonesia.blogspot.com/
Alamat ratron (surat elektronik): redaksi@kabarindonesia.com
Berita besar hari ini...!!! Kunjungi segera:
www.kabarindonesia.com

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Miniatur Masjid Bahan Bekasoleh : Johanes Krisnomo
25-Jul-2014, 00:40 WIB


 
  Miniatur Masjid Bahan Bekas Jelang Hari Raya Idul Fitri 1435 H, mengundang kreatifitas untuk membuat karya unik berupa minatur sebuah masjid dari barang-barang bekas seperti kardus, kaleng dan bola plastik. Contohnya, Rudi Iskandar (38 thn), karyawan PT. Ultrajaya di Padalarang, Bandung, menyumbangkan hasil karyanya
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 
PILPRES 2014: Tidak Perlu Fanatik 07 Jul 2014 19:08 WIB


 

 

 

 

 

 

 

 
Mantan Pengguna Perlu Pertolongan 15 Jul 2014 23:00 WIB


 
Kampanye LEBE 28 Apr 2014 07:21 WIB

 
Tak Selamanya Teknologi Mahal 03 Jun 2014 09:05 WIB

 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia