KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
ProfilDian Ediono, GM Garuda Indonesia dan Gaya Kepemimpinan Indonesia oleh : Robert - Hoki
15-Sep-2014, 11:02 WIB


 
 
Dian Ediono, GM Garuda Indonesia dan Gaya Kepemimpinan Indonesia
KabarIndonesia - Belanda, Kompetisi bisnis antar maskapai penerbangan di Indonesia tergolong tinggi. Pasalnya banyak perusahaan swasta, asing dan milik negara yang memperebutkan pelanggan.
Kesuksesan Garuda Indonesia, sebagai salah satu perusahaan berpelat merah (milik negara) yang bergerak dalam dunia penerbangan dalam negeri
selengkapnya....


 


 
BERITA INTERNASIONAL LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 
Membutuhkan Wartawan/Wartawati 06 Sep 2012 16:29 WIB


 

 
Mengaduk Rasa 15 Sep 2014 10:45 WIB

Pergi 12 Sep 2014 12:44 WIB

 
Sumut Gelar Festival Budaya 03 Sep 2014 12:58 WIB



 
BERITA LAINNYA
 
Gita Gutawa, Diva Muda Indonesia 06 Sep 2014 09:34 WIB

Raffi Achmad Tagih Janji Jokowi 31 Aug 2014 04:13 WIB

 

 

Bencana Kemanusiaan di Somalia

 
INTERNASIONAL

Bencana Kemanusiaan di Somalia
Oleh : Redaksi-kabarindonesia | 29-Mar-2008, 21:13:32 WIB

KabarIndonesia - Kekurangan makan, meningkatnya rasa tidak aman dan ancaman kekeringan. Empat puluhan organisasi bantuan di Somalia memperingatkan ancaman malapetaka di negeri itu. Hari ini Dewan Keamanan PBB memperdebatkan krisis Somalia dan membahan usul Sekjen PBB Ban Ki-moon untuk menempatkan 2700 orang pasukan perdamaian PBB sebagai pengganti pasukan Uni Afrika. Langkah darurat ini penting, demikian pelbagai organisasi bantuan itu. Sudah terlalu lama kepentingan rakyat jelata Somalia diabaikan begitu saja. Kelaparan dan musim kemarau 

Setiap bulan 200 ribu orang lari dari ibukota Mogadishu, karena pecah perang antara milisi islam dengan tentara Ethiopia yang mendukung pemerintah. Penduduk takut terkena tembakan. Oktober lalu organisasi bantuan internasional dan lokal memperingatkan terjadinya krisis di Somalia. Dan beberapa bulan setelahnya situasi bertambah buruk. Terutama di wilayah selatan, kehidupan tidak aman lagi. Dan itu bertambah sulit bagi pengungsi internal yang pindah supaya bisa mendapatkan makanan, terutama dengan terancamnya musim kemarau.

Dua juta orang butuh bantuan sehari-hari untuk tetap bertahan kata Bea Spadacini, dari organisasi bantuan internasional CARE: Bea Spadacini: "Ada 250 ribu orang yang berpindah, di sepanjang 16 kilometer di dekat kota Mogadishu. Di wilayah itu ada tenda-tenda sementara tempat mereka berkemah di bawah pohon beratapkan selembar plastik dan sedikit kayu untuk memasak. Mereka tidak punya apa-apa. Mereka sangat bergantung pada organisasi bantuan untuk bertahan hidup. Ini adalah tempat terburuk bagi anak-anak untuk tumbuh dan terdapat pula kekurangan gizi yang sangat tinggi"

Masalah sampah 

Di mata masyarakat internasional, Somalia merupakan masalah sampah, tambah Spadacini. Ada kecenderungan untuk melupakan bahwa ada orang-orang yang menderita di Somalia. Namun Spadacini sendiri medengar kisah-kisah itu dari 180 rekan-rekannya orang Somalia. Sebagai ahli bantuan, Spadacini ditempatkan di Nairobi, karena Mogadishu sangat berbahaya. Bea Spadacini: "Salah satu keluarga staf kami, putus asa dengan situasi di Somalia. Mereka berupaya lari ke Yemen.

Namun kedua anaknya tewas tenggelam. Ini adalah cerita yang langsung menyentuh, karena berasal dari orang yang kita kenal. Mereka benar-benar pahlawan. Mempertaruhkan nyawa. Mereka harus mendatangi pos penjagaan setiap hari. Setelah jam lima mereka tidak bisa meninggalkan rumah mereka lagi" Pelbagai kisah pelanggaran hak-hak azasi manusia dalam skala besar, tidak pernah dibahas dalam Dewan Keamanan PBB sampai sekarang. Demikian Leslie Laskow dari Human Rights Watch. Walau pun Somalia adalah salah satu krisis serius dunia sekarang, Dewan Keamanan hanya memusatkan perhatian pada masalah keamanan.

Menurut Laskow, Dewan Keamanan PBB tidak bersedia mengakui semua pihak, termasuk pasukan Etiopia, terlibat pelanggaran hak-hak azasi manusia serius. Khususnya Amerika dan Inggris, dua negara anggota tetap Dewan Keamanan PBB, punya hubungan dekat dengan Etiopia. Ini menyebabkan keduanya ragu-ragu bertindak. Karena itu, demikian Laskow, langkah terpenting Dewan Keamanan adalah terlebih dahulu mengakui bahwa semua pihak terlibat dalam pelanggaran hak-hak azasi manusia.

Peran Dewan Keamanan PBB  

Leslie Laskow: "Karena Somalia sudah lama tidak punya negara, tampaknya ini menciptakan pandangan bahwa di sana terjadi situasi anarkis dan hukum internasional tidak bisa diterapkan, sehingga orang boleh saja melakukan pelanggaran serius. Dewan Keamanan PBB berperan serius dalam merubah pandangan ini dan menegaskan kepada kalangan yang terlibat kekerasan di Somalia bahwa kepastian itu harus diterapkan. Bahwa hukum internasional berlaku dan semua yang bertanggung jawab terhadap pelanggaran hukum ini akan diadili"

Selain itu Leslie Laskow ingin supaya Dewan Keamanan PBB membentuk komisi penyelidik khusus terhadap kejahatan dan menunjuk orang-orang yang bertanggung jawab. Pasukan PBB yang akan menggantikan pasukan Uni Afrika baru bisa memperbaiki keadaan kalau mandat mereka adalah melindungi warga sipil. Spandacini dari organisasi bantuan CARE setuju bahwa kebutuhan paling mendesak sekarang adalah membahas situasi kemanusiaan rakyat Somalia. 

Sumber:  Radio Nederland Wereldomroep (RNW)

Blog: http://www.pewarta-kabarindonesia.blogspot.com/
Alamat ratron (surat elektronik): redaksi@kabarindonesia.com
Berita besar hari ini...!!! Kunjungi segera:
www.kabarindonesia.com

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Jalan Bukan Tempat Jualanoleh : Jumari Haryadi
15-Sep-2014, 17:12 WIB


 
  Jalan Bukan Tempat Jualan Jalan raya diciptakan manusia untuk lalu lintas kendaraan. Namun sayangnya, masih banyak masyarakat memanfaatkannya sebagai tempat berjualan. Kondisi ini bisa menyebabkan jalan menjadi kotor dan terkesan kumuh, juga bisa menyebabkan kemacetan. Dalam foto di atas terlihat pemandangan di daerah Andir, Jalan
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 

 

 

 

 

 
Kumpulan Petapa dari Kanekes 19 Sep 2014 08:36 WIB


 

 
Desa di Sumut Butuh Dokter 15 Sep 2014 10:43 WIB

 

 
"Remote Sensing" untuk Masyarakat 13 Sep 2014 08:36 WIB


 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia