KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
OpiniJangan Sepelekan Sampah oleh : Nurfitriani Wardiyanto
25-Nov-2014, 19:19 WIB


 
 
Jangan Sepelekan Sampah
KabarIndonesia - Sampah adalah topik pembahasan yang tidak ada habisnya. Mulai dari timbunan sampah, sampah yang berserakan di mana-mana dan sampah yang menjadi penyebab banjir. Lalu, salah siapakah masalah sampah tersebut?

Kurangnya kesadaran warga untuk merawat lingkungannya itu permasalahan
selengkapnya....


 


 
BERITA INTERNASIONAL LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 
 
Pelaku Judi Dadu Gurak Diamankan 17 Nov 2014 14:58 WIB

 
Kepiawaian Jemari Pencari Nafkah 21 Nov 2014 11:04 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 
Ibu, Kasihmu Tiada Dua 25 Nov 2014 10:37 WIB


 

Bencana Kemanusiaan di Somalia

 
INTERNASIONAL

Bencana Kemanusiaan di Somalia
Oleh : Redaksi-kabarindonesia | 29-Mar-2008, 21:13:32 WIB

KabarIndonesia - Kekurangan makan, meningkatnya rasa tidak aman dan ancaman kekeringan. Empat puluhan organisasi bantuan di Somalia memperingatkan ancaman malapetaka di negeri itu. Hari ini Dewan Keamanan PBB memperdebatkan krisis Somalia dan membahan usul Sekjen PBB Ban Ki-moon untuk menempatkan 2700 orang pasukan perdamaian PBB sebagai pengganti pasukan Uni Afrika. Langkah darurat ini penting, demikian pelbagai organisasi bantuan itu. Sudah terlalu lama kepentingan rakyat jelata Somalia diabaikan begitu saja. Kelaparan dan musim kemarau 

Setiap bulan 200 ribu orang lari dari ibukota Mogadishu, karena pecah perang antara milisi islam dengan tentara Ethiopia yang mendukung pemerintah. Penduduk takut terkena tembakan. Oktober lalu organisasi bantuan internasional dan lokal memperingatkan terjadinya krisis di Somalia. Dan beberapa bulan setelahnya situasi bertambah buruk. Terutama di wilayah selatan, kehidupan tidak aman lagi. Dan itu bertambah sulit bagi pengungsi internal yang pindah supaya bisa mendapatkan makanan, terutama dengan terancamnya musim kemarau.

Dua juta orang butuh bantuan sehari-hari untuk tetap bertahan kata Bea Spadacini, dari organisasi bantuan internasional CARE: Bea Spadacini: "Ada 250 ribu orang yang berpindah, di sepanjang 16 kilometer di dekat kota Mogadishu. Di wilayah itu ada tenda-tenda sementara tempat mereka berkemah di bawah pohon beratapkan selembar plastik dan sedikit kayu untuk memasak. Mereka tidak punya apa-apa. Mereka sangat bergantung pada organisasi bantuan untuk bertahan hidup. Ini adalah tempat terburuk bagi anak-anak untuk tumbuh dan terdapat pula kekurangan gizi yang sangat tinggi"

Masalah sampah 

Di mata masyarakat internasional, Somalia merupakan masalah sampah, tambah Spadacini. Ada kecenderungan untuk melupakan bahwa ada orang-orang yang menderita di Somalia. Namun Spadacini sendiri medengar kisah-kisah itu dari 180 rekan-rekannya orang Somalia. Sebagai ahli bantuan, Spadacini ditempatkan di Nairobi, karena Mogadishu sangat berbahaya. Bea Spadacini: "Salah satu keluarga staf kami, putus asa dengan situasi di Somalia. Mereka berupaya lari ke Yemen.

Namun kedua anaknya tewas tenggelam. Ini adalah cerita yang langsung menyentuh, karena berasal dari orang yang kita kenal. Mereka benar-benar pahlawan. Mempertaruhkan nyawa. Mereka harus mendatangi pos penjagaan setiap hari. Setelah jam lima mereka tidak bisa meninggalkan rumah mereka lagi" Pelbagai kisah pelanggaran hak-hak azasi manusia dalam skala besar, tidak pernah dibahas dalam Dewan Keamanan PBB sampai sekarang. Demikian Leslie Laskow dari Human Rights Watch. Walau pun Somalia adalah salah satu krisis serius dunia sekarang, Dewan Keamanan hanya memusatkan perhatian pada masalah keamanan.

Menurut Laskow, Dewan Keamanan PBB tidak bersedia mengakui semua pihak, termasuk pasukan Etiopia, terlibat pelanggaran hak-hak azasi manusia serius. Khususnya Amerika dan Inggris, dua negara anggota tetap Dewan Keamanan PBB, punya hubungan dekat dengan Etiopia. Ini menyebabkan keduanya ragu-ragu bertindak. Karena itu, demikian Laskow, langkah terpenting Dewan Keamanan adalah terlebih dahulu mengakui bahwa semua pihak terlibat dalam pelanggaran hak-hak azasi manusia.

Peran Dewan Keamanan PBB  

Leslie Laskow: "Karena Somalia sudah lama tidak punya negara, tampaknya ini menciptakan pandangan bahwa di sana terjadi situasi anarkis dan hukum internasional tidak bisa diterapkan, sehingga orang boleh saja melakukan pelanggaran serius. Dewan Keamanan PBB berperan serius dalam merubah pandangan ini dan menegaskan kepada kalangan yang terlibat kekerasan di Somalia bahwa kepastian itu harus diterapkan. Bahwa hukum internasional berlaku dan semua yang bertanggung jawab terhadap pelanggaran hukum ini akan diadili"

Selain itu Leslie Laskow ingin supaya Dewan Keamanan PBB membentuk komisi penyelidik khusus terhadap kejahatan dan menunjuk orang-orang yang bertanggung jawab. Pasukan PBB yang akan menggantikan pasukan Uni Afrika baru bisa memperbaiki keadaan kalau mandat mereka adalah melindungi warga sipil. Spandacini dari organisasi bantuan CARE setuju bahwa kebutuhan paling mendesak sekarang adalah membahas situasi kemanusiaan rakyat Somalia. 

Sumber:  Radio Nederland Wereldomroep (RNW)

Blog: http://www.pewarta-kabarindonesia.blogspot.com/
Alamat ratron (surat elektronik): redaksi@kabarindonesia.com
Berita besar hari ini...!!! Kunjungi segera:
www.kabarindonesia.com

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Crowne Plaza Semarangoleh : Kabarindonesia
20-Nov-2014, 19:12 WIB


 
  Crowne Plaza Semarang Crowne Plaza adalah sebuah hotel Internasional terbaru di Semarang. Hotel ini merupakan bagian dari Grup Hotel InterContinental, sebuah hotel baru yang dinamik dan terdapat di hampir 60 Negara di dunia.
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 
Sisi Negatif Aksi Unjuk Rasa 21 Nov 2014 11:06 WIB

Kreatif dalam Keterbatasan 20 Nov 2014 19:23 WIB

 

 

 

 
Thailand Permalukan Singapura 2-1 24 Nov 2014 11:17 WIB

 
Dian Ediono, Pemimpin Masa Depan 07 Nov 2014 01:42 WIB


 
Tradisi Mencium Tangan 26 Nov 2014 09:40 WIB


 

 
Putri Tidur Dalam Realita 25 Nov 2014 10:38 WIB

Alzheimer, Tua Muda Berisiko 23 Nov 2014 12:01 WIB

 
Pejuang Cilik 25 Nov 2014 19:26 WIB


 
"Remote Sensing" untuk Masyarakat 13 Sep 2014 08:36 WIB

 
Selamat Melayani Pertua-Diaken 12 Okt 2014 11:13 WIB

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia