KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
Berita RedaksiProgram-Program PMOH untuk Top Reporter HOKI, Pegawai Negeri, dan Swasta oleh : Redaksi-kabarindonesia
11-Feb-2018, 16:42 WIB


 
 
KabarIndonesia - Ikuti Program Istimewa bagi yang pernah menjadi Top Reporter HOKI kapan pun Anda terpilih dan berhasrat memperdalam ilmu menulis dan tertarik mengikuti Pelatihan Menulis Online HOKI (PMOH).

Program Instansi pun diberikan kepada Instansi Pemerintah atau Swasta yang
selengkapnya....


 


 
BERITA INTERNASIONAL LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 

 
Lucunya Negeri Ini 21 Feb 2018 04:39 WIB

Keindahan Khatulistiwa 12 Feb 2018 16:21 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 
Hapus Tatto Gratis 27 Jan 2018 12:27 WIB

 
 
INTERNASIONAL

"Persaudaraan" di Belanda Genap 20 Tahun
Oleh : Chalik Hamid | 09-Des-2008, 22:26:58 WIB

KabarIndonesia - Dua puluh tahun silam, 4 Desember 1988, mereka membentuk sebuah organisasi bernama "Persaudaraan". Kini organisasi itu telah berusia 20 tahun. Dua puluh tahun "Persaudaraan", sebuah organisasi masyarakat Indonesia di negeri Belanda. Sebagian besar anggota organisasi ini adalah orang-orang Indonesia yang terhalang pulang ke tanah airnya, Indonesia. Mereka yang pada saat terjadinya peristiwa G/30S di tahun 1965, sedang berada di luar negeri menyandang berbagai tugas, baik tugas negara maupun tugas belajar untuk bisa mengabdikan diri bagi masa depan Indonesia.

Secara semena-mena pemerintah Orde Baru telah menghilangkan hak-hak kewarganegaraan mereka. Pada waktu itu KBRI setempat mencabut paspor mereka secara paksa sehingga mereka kehilangan kewarganegaraan dan terdampar di mancanegara hingga sekarang.

Puncak perayaan ulangtahun ke-20 organisasi "Persaudaraan" dilangsungkan pada hari Minggu 7 Desember 2008 di Diemen, Amsterdam. Pertemuan dua dasa warsa kali ini kelihatannya lebih meriah dibadingkan peringatan-peringatan ulang tahun sebelumnya. Gedung tempat pertemuan itu dipenuhi hadirin yang berjumlah 168 orang, terdiri dari anggota dan para undangan merupakan sahabat-sahabat dari "Persaudaraan".

Para pelajar/mahasiswa Indonesia yang sedang belajar di negeri Belanda juga turut menghadiri pertemuan ini, seperti dari Amsterdam, Leiden, Den Haag, Groningen, Utrech, Mastricht, Delf, dll. Juga kelihatan beberapa tamu dari Prancis.

Seperti diketahui "Persaudaraan" merupakan sebuah organisasi masyarakat Indonesia di negeri Belanda. Sebagian besar anggotanya adalah orang-orang terhalang pulang terdiri dari bekas mahasiswa ikatan dinas (mahid), para diplomat serta orang-orang yang menyandang berbagai tugas di luarnegeri di zaman pemerintahan Bung Karno.

Kemudian setelah almarhum Jenderal Soeharto berhasil merebut kekuasaan dari tangan Bung Karno, paspor mereka dirampas secara paksa oleh KBRI di berbagai negeri karena mereka menyatakan kesetiaan terhadap pemerintahan Soekarno dan mengutuk rezim Orba Soeharto. Hingga sekarang pun dalam pemerintahan apa yang dinamakan reformasi, hak-hak sipil mereka belum dipulihkan. Pemerintah belum pernah menyatakan bahwa pencabutan paspor itu merupakan pelanggaran HAM yang dilakukan oleh pemerintah terdahlu terhadap warganya yang terdampar di luarnegeri.

Pada kesempatan itu ketua perhimpunan "Persaudaraan" Farida Rachmat membentangkan berbagai kegiatan "Persaudaraan" selama 20 tahun ini, terutama di bidang sosial, politik dan kebudayaan. Ia menjelaskan bahwa setiap terjadi bencana alam di Indonesia, Persaudaraan selalu mengumpulkan dana untuk disumbangkan bagi rakyat kecil di pedesaan Indonesia, seperti kejadian tsunami di Aceh dan pulau Nias, gempa bumi di Jogja dan tempat-tempat lainnya.

Dengan rasa duka Farida menjelaskan bahwa dari 6 orang pendiri Persaudaraan, 4 orang telah meninggal dunia. Sedangkan dari para anggota, sudah meninggal dunia sebanyak 34 orang. Dari foto show yang disusun oleh B Djalisnetra, yang ditayangkan di layar putih tampak jelas berbagai kegiatan dan aktivitas Persaudaraan selama ini.

Pada foto show itu kelihatan ceramah dan temuwicara dengan pakar-pakar yang datang dari Indonesia dan pakar Belanda, beragam kegiatan gabungan dengan berbagai organisasi lainnya di Belanda, mengadakan bazaar, pesta taman, pemutaran film, pengajaran bahasa Indonesia, taiji , mengadakan piknik bersama, membantu teman-teman yang meminta swaka politik di negeri Belanda, dan lain-lain.

Acara tari dan nyanyi dalam pertemuan ini dimeriahkan oleh grup nyanyi "Bhineka Ria", grup keroncong "Gema Nusantara", grup koor ibu-ibu "Dian" dan perorangan lainnya. Sangat menarik ketika muncul penari-penari muda pasangan Asih dan Agustina membawakan sebuah tari "Bajidor Kahot" dan tari Bali "Cendrawasih" dibawakan oleh Putri dan Riana, mempesona para hadirin terutama yang sudah lama berdomisili di negeri Belanda.

Penyair-penyair tua dan muda membacakan puisi yang mereka ciptakan sendiri dalam rangka 20 tahun Persaudaraan, seperti Mawie Ananta Jonie, Heri Latief, Mriyati, Dini Styowati, Agus Salim, Sulistya Dewi dan Chalik Hamid. Sumbangan nyanyi dari perserorangan dan tari poco-poco bersifat massal, juga turut memeriahkan pertemuan ini.

Telah 20 tahun Persaudaraan berdiri kukuh di perantauan. Ia telah berhasil menjadi wadah sebagian besar orang-orang yang terhalang pulang sejak rejim Orba Soeharto berkuasa. Ia memiliki hubungan luas dengan berbagai organisasi di luar dan di dalam negeri, dengan sahabat-sahabat perorangan baik orang Indonesia mapun orang asing.

Semoga hubungan persahabatan ini akan terus terjalin dan dipupuk semakin erat. Entah sampai kapan mereka akan terus berkeliaran di luar negeri hingga hak-haknya sebagai warga dipulihkan oleh pemerintah RI.

Apakah impian mereka untuk kembali ke tanahairnya Indonesia akan terealisasi, ataukah mereka akan terus disingkirkan oleh pemerintah Indonesdia yang terus bergonta-ganti tanpa memperhatikan nasib mereka. Hingga mereka bermatian satu-persatu di negeri orang ? Sebuah tanya yang tak pernah berjawab. (*)

Blog: http://www.pewarta-kabarindonesia.blogspot.com/
Alamat ratron (surat elektronik): redaksi@kabarindonesia.com
Berita besar hari ini...!!! Kunjungi segera:
www.kabarindonesia.com

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Astra International Investasi USD150 Juta di GO-JEKoleh : Rohmah Sugiarti
12-Feb-2018, 22:21 WIB


 
  Astra International Investasi USD150 Juta di GO-JEK Menteri Komunikasi & Informasi RI Rudiantara (kedua kiri) bersama Presiden Direktur PT Astra International Tbk Prijono Sugiarto (kedua kanan), Chief Executive Officer & Founder Go-Jek Nadiem Makarim (kiri) dan President & Co-Founder Go-Jek Andre Soelistyo berswafoto bersama seusai konferensi pers
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 
Konsisten Pegang Teguh Netralitas 15 Feb 2018 23:19 WIB


 

 

 

 

 

 

 
Walk to Museum Bahari Yogyakarta 12 Feb 2018 16:23 WIB

 

 

 

 
Nasehat Mengelola Amarah 04 Feb 2018 11:15 WIB

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia