KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
Berita RedaksiTol Laut, Tol Langit, dan Tol Media (Sebuah Kesaksian untuk HUT ke-13 HOKI) oleh : Wahyu Ari Wicaksono
12-Nov-2019, 01:10 WIB


 
 
KabarIndonesia - Sekarang ini perkembangan teknologi media telah berkembang dengan luar biasa. Apalagi ketika muncul teknologi yang disebut sosial media. Kemunculan sosial media telah membuat banyak hal berubah. Mulai dari industri, bisnis, kehidupan sosial, gaya hidup dan banyak lainnya. Salah
selengkapnya....


 


 
BERITA INTERNASIONAL LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 

 
Komedi Politik 02 Okt 2019 11:10 WIB

Antara Jarak dan Doa 21 Sep 2019 10:40 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 
FamGofest 2019 Hadir di BSD City 21 Nov 2019 09:18 WIB

 

 
 
INTERNASIONAL

Al-Kindi dan Karyanya
Oleh : Hendra Sugiantoro | 09-Des-2010, 01:26:13 WIB

Kabar Indonesia - Menulis, Tradisi Intelektual Muslim. Inilah judul buku yang diterbitkan Youth Publisher Yogyakarta, cetakan pertama November 2010. Buku yang berupa kumpulan tulisan 25 penulis (yang lolos dan layak mengisi) ini menarik disimak. Salah satu penulis bermana Rahman Hanifan menuturkan sebuah fakta mengenai Al-Kindi.

Pada halaman 121-122 dalam buku itu, Rahman Hanifan menuliskan, “Abu Yusuf ibn Ishak Al-Kindi.....tercatat menghasilkan 265 karya judul kitab, yang terbagi ke dalam 17 disiplin keilmuan; 22 kitab mengenai filsafat, 19 kitab tentang astronomi,16 kitab tentang astrologi, 7 kitab tentang musik, 11 kitab tentang matematika, 22 kitab tentang nomor, 22 kitab mengenai ilmu obat-obatan, 21 kitab tentang ilmu politik, 33 kitab tentang fisika, 9 kitab logika, dan sisanya mengenai berbagi cabang ilmu lainnya.”

Apa yang dipaparkan Rahman Hanifan terkait fakta karya Al-Kindi di atas juga dapat dibaca dalam buku karya Jamil Ahmad berjudul Hundred Great Muslims, diterbitkan Ferozsons Ltd, Lahore, Pakistan. Cetakan ketiga buku ini dengan angka tahun 1984 pernah diterjemahkan dalam bahasa Indonesia oleh Tim Penerjemah Pustaka Firdaus dan diberi judul Seratus Muslim Terkemuka. Dalam buku ini, setelah memaparkan karya Al-Kindi seperti disebutkan Rahman Hanifan, Jamil Ahmad juga memaparkan, “Dia (Al-Kindi) menulis empat buku mengenai penggunaan nomor-nomor Hindu. Dia membuat dan merevisi sejumlah terjemahan karya Yunani ke dalam bahasa Arab. Dia menulis sejumlah risalat tentang permata dan batu mulia. Dia memandang Allah sebagai sesuatu yang tidak bersosok, dan membahas masalah itu dalam salah sebuah risalatnya.”

Lebih lanjut Jamil Ahmad menuturkan, “Dia merupakan tokoh yang paling dominan dalam cakrawala ilmu pengetahuan Zaman Pertengahan, dan salah seorang ilmuwan Muslim terbesar di bidang fisika. Selain itu, dia juga seorang astrolog, filosof, matematikawan, alkimiawan, ahli optik, dan teoritikus musik. Dari ratusan karyanya, 15 membahas meteorologi, beberapa tentang gaya berat, masalah pasang surut, ilmu optik, dan ilmu tentang refleksi cahaya.” (Lihat lebih jauh, Jamil Ahmad, Seratus Muslim Terkemuka, terjemahan (Jakarta: Penerbit Pustaka Firdaus, cetakan VIII November 2003, hlm. 162-165).

Dari paparan di atas, Al-Kindi yang di Eropa terkenal dengan nama Al-Kindus memang terlihat luar biasa dalam penguasaan ilmu. Ia pun dikenal sebagai filosof pertama di dunia Islam. Berikut kita simak penuturan Azyumardi Azra dalam buku Historiografi Islam Kontemporer: Wacana, Aktualitas, dan Aktor Sejarah, “Abu Yusuf Al-Kindi di kalangan Islam pada umumnya dikenal sebagai ahli filsafat (filosof) muslim pertama. Tetapi Al-Kindi sebenarnya bukan hanya seorang pemikir atau filosof, tetapi juga ilmuwan muslim yang menghasilkan karya dan penemuan-penemuan ilmiah awal dalam perkembangan ilmu di seluruh dunia.....Karya-karya otentik Al-Kindi berjumlah 200 naskah, terdiri dari berbagai bidang; sejak dari masalah obat, hingga soal fisik atau jasmani manusia. Beberapa karyanya itu diterjemahkan dalam bahasa Latin dan Yahudi.” (Baca, Prof. DR. Azyumardi Azra, MA., Historiografi Islam Kontemporer: Wacana, Aktualitas, dan Aktor Sejarah, (Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama, cetakan I November 2002, hlm. 355).

Tanpa harus mempertentangkan ketepatan berapa banyak karya tulis Al-Kindi—265 judul karya atau 200 naskah menurut Azyumardi Azra—, Al-Kindi tetap menjadi tokoh yang produktifitas menulisnya terbilang luar biasa. Mungkin kita hampir sulit membayangkan apakah bisa dilakukan di zaman kini.

Terkait 200 naskah menurut Azyumardi Azra juga disebutkan Syed Ameer Ali lewat bukunya The Spirit of Islam. Syed Ameer Ali (1849-1928) yang lahir di Persia menuliskan, “Al-Kindi menulis dua ratus karya mengenai berbagai bidang ilmu pengetahuan, mulai dari aritmatika, geometri, filsafat, meteorologi, optik, dan kedokteran. Ia sangat menguasai bahasa Yunani.”

Buku Syed Ameer Ali berjudul The Spirit of Islam dibaca Hendra Sugiantoro lewat karya terjemahan yang diterbitkan Penerbit Navila, Yogyakarta, cetakan I 2008. Diterjemahkan Margono & Kamilah, S.Pd dan diterbitkan dalam bahasa Indonesia juga dengan judul The Spirit of Islam, perihal Al-Kindi tersebut dapat dijumpai pada halaman 421-422.

Membahas Al-Kindi sepertinya menarik. Lahir di kota Kufah pada 801 M dan meninggal dunia pada 873 M, Al-Kindi memang telah menciptakan nama dan fenomena. Menurut versi Ibnu Al-Nadhim dalam al-Fihrits, ada sekitar 231 tulisan Al-Kindi yang membahas berbagai macam ilmu pengetahuan. Sekali lagi, kita tak perlu mempertentangkan ketepatan jumlah karya Al-Kindi. Yang jelas Al- Kindi telah menulis karya sampai 200-an. Fakta lain yang perlu juga diketahui dari Al-Kindi adalah perihal penemuan-penemuannya. Azyumardi Azra di atas telah menyebut bahwa Al-Kindi juga merupakan ilmuwan muslim yang menghasilkan karya dan penemuan-penemuan ilmiah awal dalam perkembangan ilmu di seluruh dunia. Dari berbagai penelmuan, Al-Kindi bisa dikatakan sebagai penemu minyak wangi.

Pemaparan Badiatul Muchlisin Asti & Junaidi Abdul Munif lewat buku 105 Tokoh Penemu & Perintis Dunia berikut ini bisa menjadi acuan, “Salah satu hasil temuannya di bidang kimia yang cukup populer adalah minyak wangi. Al-Kindi merupakan orang pertama yang memproses minyak wangi secara kimiawi. Minyak wangi telah mengalami perkembangan pesat hingga sekarang, dan menjadi industri yang menjanjikan. Banyak merek minyak wangi—yang sekarang lebih populer dengan sebutan parfum—dijual ke pasaran dengan harapan dibeli oleh para konsumen. Selain menemukan minyak wangi, Al-Kindi juga memiliki banyak penemuan. Dalam bidang teknologi, Al-Kindi menghasilkan perhiasan, kaca, dan alat perang. Dalam bidang arsitektur, ia merancang jembatan, mesin perang, terowongan, dan bangunan lainnya di daerah yang ditinggalinya.”(Baca lebih jauh, Badiatul Muchlisin Asti dan Junaidi Abdul Munif, 105 Tokoh Penemu&Perintis Dunia, (Yogyakarta: Penerbit Narasi, cetakan I 2009, hlm. 37-39).

Ya, begitulah Al-Kindi. Banyak hal yang masih bisa dipaparkan terkait Al-Kindi. Hendra Sugiantoro mencukupkan sekian dan mencoba memaparkan dengan acuan pustaka agar lebih referensial. Wallahu a’lam. (*)

Penulis: Pegiat Pena Profetik Yogyakarta



Blog: http://www.pewarta-kabarindonesia.blogspot.com/
Alamat ratron (surat elektronik): redaksi@kabarindonesia.com
Berita besar hari ini...!!! Kunjungi segera:
http://www.kabarindonesia.com//


 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Peninjauan Proses Pendaftaran Pilkades di Desa Lumban Rau Utaraoleh : Sesmon Toberius Butarbutar
25-Sep-2019, 15:25 WIB


 
  Peninjauan Proses Pendaftaran Pilkades di Desa Lumban Rau Utara Camat Nassau Timbul Sipahutar (kiri) meninjau Pendaftaran Pilkades di Desa Lumban Rau Utara, Kecamatan Nassau, Kabupaten Toba Samosir, Rabu (25/09/2019)
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia