KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
Top ReporterTop Reporter HOKI Juni 2017: Menulis Untuk Kebaikan Indonesia oleh : Redaksi HOKI
21-Jun-2017, 07:52 WIB


 
 
KabarIndonesia - Terlahir pada sebuah kota kecil di lereng kaki Gunung Slamet yang tenang, tenteram dan damai, di Kecamatan Bumiayu, Brebes Jawa Tengah, tidak membuat sosok Rohmah Sugiarti menjadi pribadi yang anteng, kalem dan cepat merasa puas. Digerakkan
selengkapnya....


 


 
BERITA INTERNASIONAL LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 
 

 
Rahwana 15 Jun 2017 17:52 WIB

Luka Hati yang Tak Bertuan 08 Jun 2017 10:30 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 

 

Kisah Seorang Sersan dalam Pasukan AS

 
INTERNASIONAL

Kisah Seorang Sersan dalam Pasukan AS
Oleh : Redaksi-kabarindonesia | 21-Mar-2008, 04:16:09 WIB

Gambar adalah foto Sersan Selena Coppa

KabarIndonesia
- Sekarang ini mayoritas masyarakat AS mengatakan, dibanding dengan korban manusia dan harta, perang itu tidak ada gunanya. Dan suatu kesalahan mengirimkan pasukan ke Irak. Perlawanan juga muncul di kalangan tentara.

Lima tahun lalu perang Irak dimulai dengan dukungan warga Amerika Serikat. Salah satunya Selena Coppa. Pada usia 17 tahun Selena Coppa masuk dinas militer. Ia berjiwa patriotik, mencintai militer dan melihatnya sebagai organisasi yang sebetulnya membantu manusia. Tapi sekarang organisasi ini mendukung dan menolerir tindakan buruk. Perempuan berusia 25 tahun itu mengeluhkan kesenjangan antara tuntutan dan kenyataan

"eorang anggota satuan saya kembali dari Irak dan memiliki masalah psikis. Ia tidak dirawat dan tetap boleh memegang senjata. Ketika ia dalam suatu perkelahian ia disemprot dengan gas air mata oleh petugas keamanan, ia langsung meraih senjatanya. Karena itulah reaksi yang dilatih dalam militer. Petugas keamanan yang melihatnya meraih senjata, menembaknya. Tunangan tentara ini sedang menunggu kelahiran bayi kembar dan mengalami keguguran. Saya kemudian bertanya, bagaimana itu bisa terjadi. Saya dibilang agar dapat mengatasi kesedihan saya. Seorang prajurit tidak boleh meratapi kematian. Begitu katanya.“

Karena Selena Coppa sering melancarkan kritik, ia juga sering mendapat masalah.

"Ssaat sesudah saya berkomentar menyangkut serdadu yang tewas itu, saya dipanggil atasan. Dia bilang, saya sebaiknya berhenti mengajukan keberatan. Ia punya teman-teman di rumah sakit militer Walter Reed. Ia tahu saya tidak gila, tapi jika saya terus menanyakan perihal tentara yang tewas tertembak itu, ia akan mengupayakan agar saya dikurung di sana, untuk jangka waktu sesuai perintahnya.“

Kekuasaan yang dimiliki atasan terhadap anak buahnya sangat besar, demikian kata Selena Coppa. Tidak selalu diperlukan tuntutan dari pengadilan militer, tapi ada juga cara non formal untuk menghukum tentara yang membangkang. Apakah disiksa, lebih sering ditempatkan di luar negeri, mendapat tugas yang riskan atau mendapat jam tugas yang panjang.

Selena juga sudah pernah mendapat ancaman, anak perempuannya yang berusia 5 tahun akan disingkirkan. Atasan militer tidak ragu-ragu menggunakan anak sebagai alat melawan seseorang.

Sebagai ibu,situasi tersebut tentunya sangat sulit. Tapi Selena Coppa tidak akan meninggalkan militer. Ia berharap situasinya akan kembali berubah dan tetap berupaya untuk memberikan kontribusi dengan kritiknya dan memberi semangat tentara lain untuk membela diri. Karena jika bukan mereka yang mengubahnya, mungkin anak perempuannya suatu saat nanti harus menghadapi perang yang tidak ada gunanya. Demilikan Selena Coppa yang akan segera memasuki tugasnya di Jerman sebagai sersan bagian sandi. (dk)

Sumber berita Deutsche Welle

Blog: http://www.pewarta-kabarindonesia.blogspot.com/
Alamat ratron (surat elektronik):
redaksi@kabarindonesia.com
Berita besar hari ini...!!! Kunjungi segera: http://www.kabarindonesia.com//





 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
1.752 Mekanik Andal Untuk Mudik Aman dan Nyamanoleh : Rohmah Sugiarti
22-Jun-2017, 14:18 WIB


 
  1.752 Mekanik Andal Untuk Mudik Aman dan Nyaman Presdir PT Astra International Tbk, Prijono Sugiarto (tengah), memakaikan helm kepada mekanik Astra yang bertugas dalam Astra Holiday Campaign (AHC) 2017 didampingi Direktur Independen PT Astra International Tbk Paulus Bambang Widjanarko (kiri), Direktur PT Astra International Tbk Johannes Loman (ketiga
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 
Tentang Cinta 15 Jun 2017 18:49 WIB

Peran Teritorial dan Babinsa TNI 13 Jun 2017 12:37 WIB

 

 

 

 

 

 

 
Ramadhan 15 Jun 2017 05:55 WIB

 

 

 
Hari Media Social 2017 11 Jun 2017 04:40 WIB


 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia