KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
NasionalWUPID 2017 Ajang Debat Menantang! oleh : Johanes Krisnomo
20-Okt-2017, 16:38 WIB


 
 
KabarIndonesia - Jakarta, 20 Oktober 2017 - Gaduhnya para mahasiswa saat istirahat makan siang, mengikuti ajang debat WUPID 2017, tak sejalan dengan keseriusannya berkompetisi. Mereka berdebat mempertahankan argumentasinya, baik pro dan kontra, berdasarkan data akurat dan pola pikir kritis.

Bicara.co yang
selengkapnya....


 


 
BERITA INTERNASIONAL LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 

 
Sabar dan Syukur 12 Okt 2017 01:07 WIB

Di Padepokan Om Jin 12 Okt 2017 01:06 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 
"Tangisan" Ridho Irama 12 Okt 2017 10:00 WIB


 

 

Kisah Seorang Sersan dalam Pasukan AS

 
INTERNASIONAL

Kisah Seorang Sersan dalam Pasukan AS
Oleh : Redaksi-kabarindonesia | 21-Mar-2008, 04:16:09 WIB

Gambar adalah foto Sersan Selena Coppa

KabarIndonesia
- Sekarang ini mayoritas masyarakat AS mengatakan, dibanding dengan korban manusia dan harta, perang itu tidak ada gunanya. Dan suatu kesalahan mengirimkan pasukan ke Irak. Perlawanan juga muncul di kalangan tentara.

Lima tahun lalu perang Irak dimulai dengan dukungan warga Amerika Serikat. Salah satunya Selena Coppa. Pada usia 17 tahun Selena Coppa masuk dinas militer. Ia berjiwa patriotik, mencintai militer dan melihatnya sebagai organisasi yang sebetulnya membantu manusia. Tapi sekarang organisasi ini mendukung dan menolerir tindakan buruk. Perempuan berusia 25 tahun itu mengeluhkan kesenjangan antara tuntutan dan kenyataan

"eorang anggota satuan saya kembali dari Irak dan memiliki masalah psikis. Ia tidak dirawat dan tetap boleh memegang senjata. Ketika ia dalam suatu perkelahian ia disemprot dengan gas air mata oleh petugas keamanan, ia langsung meraih senjatanya. Karena itulah reaksi yang dilatih dalam militer. Petugas keamanan yang melihatnya meraih senjata, menembaknya. Tunangan tentara ini sedang menunggu kelahiran bayi kembar dan mengalami keguguran. Saya kemudian bertanya, bagaimana itu bisa terjadi. Saya dibilang agar dapat mengatasi kesedihan saya. Seorang prajurit tidak boleh meratapi kematian. Begitu katanya.“

Karena Selena Coppa sering melancarkan kritik, ia juga sering mendapat masalah.

"Ssaat sesudah saya berkomentar menyangkut serdadu yang tewas itu, saya dipanggil atasan. Dia bilang, saya sebaiknya berhenti mengajukan keberatan. Ia punya teman-teman di rumah sakit militer Walter Reed. Ia tahu saya tidak gila, tapi jika saya terus menanyakan perihal tentara yang tewas tertembak itu, ia akan mengupayakan agar saya dikurung di sana, untuk jangka waktu sesuai perintahnya.“

Kekuasaan yang dimiliki atasan terhadap anak buahnya sangat besar, demikian kata Selena Coppa. Tidak selalu diperlukan tuntutan dari pengadilan militer, tapi ada juga cara non formal untuk menghukum tentara yang membangkang. Apakah disiksa, lebih sering ditempatkan di luar negeri, mendapat tugas yang riskan atau mendapat jam tugas yang panjang.

Selena juga sudah pernah mendapat ancaman, anak perempuannya yang berusia 5 tahun akan disingkirkan. Atasan militer tidak ragu-ragu menggunakan anak sebagai alat melawan seseorang.

Sebagai ibu,situasi tersebut tentunya sangat sulit. Tapi Selena Coppa tidak akan meninggalkan militer. Ia berharap situasinya akan kembali berubah dan tetap berupaya untuk memberikan kontribusi dengan kritiknya dan memberi semangat tentara lain untuk membela diri. Karena jika bukan mereka yang mengubahnya, mungkin anak perempuannya suatu saat nanti harus menghadapi perang yang tidak ada gunanya. Demilikan Selena Coppa yang akan segera memasuki tugasnya di Jerman sebagai sersan bagian sandi. (dk)

Sumber berita Deutsche Welle

Blog: http://www.pewarta-kabarindonesia.blogspot.com/
Alamat ratron (surat elektronik):
redaksi@kabarindonesia.com
Berita besar hari ini...!!! Kunjungi segera: http://www.kabarindonesia.com//





 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Sandy dan Syagung, Sukses di Ajang Debat - WUPID 2017oleh : Johanes Krisnomo
19-Okt-2017, 13:37 WIB


 
  Sandy dan Syagung, Sukses di Ajang Debat - WUPID 2017 Sandy Sanjaya Awaluddin (kiri) dan Syagung Gunawan May (kanan) dari Universitas Gajah Mada, terpilih sebagai 1st breaking team, dalam ajang debat Bahasa Inggris WUPID - World Universities Peace Invitational Debate, di Jakarta (14-15/10/17). Bersama Aldwin dan Ibrahim dari
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 
Ekspedisi NKRI Gelar Nikah Massal 20 Okt 2017 05:37 WIB

 
Tiga Tahun Pemerintahan Jokowi JK 20 Okt 2017 15:13 WIB

 

 

 

 
Pimpinan Redaksi HOKI 2017 09 Okt 2017 20:02 WIB


 

 

 

 

 

 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia