KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
NasionalPakar Jerman Tentang Hasil Pilpres 2019: Konservatisme Bakal Makin Kuat oleh : Kabarindonesia
18-Apr-2019, 08:00 WIB


 
 
KabarIndonesia - Pasangan Jokowi - Ma'ruf Amin berdasarkan hitung cepat tampaknya menang jauh dalam Pilpres 2019. Apa artinya bagi perkembangan politik di Indonesia? Wawancara DW dengan pengamat Indonesia asal Jerman ,Timo Duile.

Hasil awal hitung cepat dari lima
selengkapnya....


 


 
BERITA INTERNASIONAL LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 

 
Pasangan Abadi 13 Apr 2019 04:16 WIB

Sepenggal Kisah dari Menoreh (2) 24 Mar 2019 06:12 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 

 

Korut Ijinkan Inspeksi terhadap Fasilitas Nuklirnya

 
INTERNASIONAL

Korut Ijinkan Inspeksi terhadap Fasilitas Nuklirnya
Oleh : Redaksi-kabarindonesia | 23-Des-2010, 03:16:42 WIB

KabarIndonesia - Utusan khusus Amerika Serikat, Bill Richardson mengatakan bahwa Korea Utara telah membuat kemajuan dalam penyelesaian konflik di Semenanjung Korea. Baru-baru ini Korea Utara mengijinkan dilakukannya inspeksi di Yongbyon. Cina mendesak Korea Utara untuk menerima pengawas nuklir internasional di tengah meruncingnya ketegangan dengan Korea Selatan. Cina yang merupakan satu-satunya sekutu Korea Utara, terus mendesak untuk melanjutkan dialog demi terselesaikannya krisis Semenanjung Korea yang lebih diperpanas dengan aksi penembakan artileri Korea Utara ke pulau Yeonpyeong di wilayah Korea Selatan, bulan November yang menewaskan empat orang. 

Senin (20/12), Korea Selatan menggelar latihan militer di wilayah pulau Yeonpyeong, lengkap dengan serangkaian tembakan artileri. Korea Utara tidak bereaksi. Korea Utara bahkan menawarkan para pengawas nuklir untuk mengadakan inspeksi fasilitas nuklirnya. Sebelumnya. para pengawas nuklir ini sempat diusir dari negara itu pada bulan April 2009.

Juru bicara Kementrian Luar Negeri Cina Jiang Yu dari Beijing mengatakan bahwa Korea Utara memiliki hak untuk menggunakan tenaga nuklir untuk tujuan perdamaian, tetapi dalam waktu yang sama harus mengijinkan Badan Energi Atom Internasional IAEA mengadakan inspeksi. Jiang Yu juga menegaskan kedua Korea harus menyadari bahwa pengerahan pasukan militer tidak akan menyelesaikan konflik di Semenanjung Korea. Dialog dan kerjasama adalah satu satunya jalan keluar.

Usai kunjungan ke Pyongyang. dalam konferensi pers, utusan khusus Amerika Serikat, Bill Richardson menyambut baik niat Korea Utara mengijinkan IAEA mengadakan inspeksi pada fasilitas nuklirnya.  

"Saya melihat ada sedikit perubahan ke arah positif. Korea Utara bersedia mengijinkan badan energi atom internasional IAEA mengunjungi fasilitas nuklir Yongbyon dan meyakinkan tidak ada upaya pengayaan uranium," demikian disampikan Bill Richardson. Hal ini berkaitan dengan pengakuan Korea Utara, November lalu, kepada pakar atom Amerika Serikat Siegfried Hecker bahwa mereka memiliki fasilitas pengayaan nuklir modern juga di Yongbyon.

Andrei Lankov dari Universitas Kookmin di Seoul Korea Selatan mengatakan, tawaran Korea Utara ini merupakan taktik yang selalu berhasil di masa lalu. Mereka menciptakan krisis, lalu menunjukkan bahwa mereka berbahaya dan dapat menyebabkan ketegangan. Kemudian mereka menunjukkan bahwa mereka juga mampu melaksanakan konsesi.

Pertanyannya, apakah betul Yongbyon merupakan satu-satunya fasilitas atom mereka? Program pengayaan uranium lebih mudah disembunyikan daripada fasilitas pengayaan plutonium. (*)


Dilaporkan oleh Miranti Hirschmann dari Deutsche Welle
http://www.dw-world.de/dw/article/0,,14729773,00.html



Blog: http://www.pewarta-kabarindonesia.blogspot.com/
Alamat ratron (surat elektronik): redaksi@kabarindonesia.com
Berita besar hari ini...!!! Kunjungi segera:
http://www.kabarindonesia.com//

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 



Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 
Pertanyakanlah Tuhanmu (2) 18 Apr 2019 13:54 WIB

Pertanyakanlah Tuhanmu (1) 18 Apr 2019 13:52 WIB

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia