KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
Serba SerbiTiga Rahasia Harmonis SBY dan Ani Yudhoyono oleh : Rohmah S
24-Apr-2018, 05:03 WIB


 
 
KabarIndonesia - Presiden RI ke-6, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), mengungkapkan rahasia keharmonisan rumah tangga bersama Ani Yudhoyono, kala berdialog dengan warga Kota Tangerang dalam lawatan Tour de Banten, Senin (23/4/2018) malam.

Rahasia tersebut diungkapkan SBY menjawab pertanyaan seorang warga
selengkapnya....


 


 
BERITA INTERNASIONAL LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 

 
Ibu 25 Apr 2018 16:27 WIB

Pemimpin 01 Mar 2018 12:42 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 

 

Menyongsong Asia Clean Energy Summit (ACES) 2017: Singapura Beranjak ke Pemberdayaan Energi Matahari

 
INTERNASIONAL

Menyongsong Asia Clean Energy Summit (ACES) 2017: Singapura Beranjak ke Pemberdayaan Energi Matahari
Oleh : Rohmah S | 22-Okt-2017, 00:04:58 WIB

KabarIndonesia - Kota-kota di negara-negara Asia, seperti halnya Singapura  memiliki potensi kekayaan energi matahari yang maksimal sepanjang tahunnya. Namun sebagai kota di daerah khatulistiwa yang memiliki sinar matahari dalam jumlah yang cukup sepanjang tahunnya, energi matahari baru menyumbang kurang dari satu persen untuk kebutuhan energi listrik yang dibutuhkan hingga sekarang ini.

Namun sekarang perubahan besar tengah dilakukan. Sejak tahun lalu pemerintahan SIngapura telah mengumumkan investasi sebesar hampir 700 juta dolar AS selama lima tahun ke depan untuk mendanai penelitian dan pengembangan proyek Urban Solutions and Sustainability yang mencakup pengembangan energi matahari.

Hingga kini, Singapura telah memiliki tempat uji coba fotovoltaik floating-float terbesar sedunia yang berlokasi di Waduk Tengeh. Namun pemerintah juga berencana untuk lebih meningkatkan adopsi energi matahari terapung di waduk dengan lebih banyak lagi.

Tercatat selama 10 tahun terakhir, negara ini telah berhasil meningkatkan kapasitas terpasangnya sekitar 1.000 kali, menjadi hampir 140 megawatt-peak (MWp). Tujuannya adalah untuk mendapatkan 350 MW energi matahari pada tahun 2020 mendatang, sehingga cukup untuk memenuhi lima persen kebutuhan energi listrik puncak pada tahun tersebut.

Goh Chee Kiong, Direktur Eksekutif, Cleantech, Singapore Economic Development Board (EDB) menyatakan bergerak menuju solusi berkelanjutan, seperti energi bersih, merupakan keharusan yang sangat penting bagi "sebuah kota kota yang sangat urban dengan sumber daya terbatas", agar bisa terus menjaga pertumbuhan ekonominya. "Dan energi matahari adalah teknologi energi terbarukan yang paling layak untuk adopsi skala besar di Singapura,” tandasnya.

Namun ambisi solarisasi Singapura ini tak luput dari tantangan. "Tiga penghalang utama adalah biaya, ketersediaan ruang dan integrasi grid PV," kata Dr Thomas Reindl, wakil CEO Institut Riset Energi Matahari Singapura (SERIS).

Dari beberapa tantangan tersebut, ruang terbatas yang tersedia untuk penempatan panel surya mungkin merupakan yang terbesar, kata Goh EDB. Mengingat bahwa Singapura adalah lingkungan perkotaan yang didominasi sebagian besar bangunan tinggi, departemen Reindl harus memikirkan bagaimana tata surya dapat diintegrasikan ke dalam bangunan yang ada - di atap atau fasad vertikal. Ini dikenal sebagai photovoltaics terpadu bangunan (BIPV).

"Sistem PV menjadi bagian dari struktur bangunan, menggantikan elemen bangunan tradisional, sementara idealnya menyediakan fungsionalitas tambahan," jelas Reindl.

Ia mencontohkan misalnya, ada perangkat shading khusus yang bisa melindungi bangunan dan penghuninya dari sinar matahari, yang pada saat bersamaan digunakan untuk menghasilkan tenaga surya.

Memanfaatkan kemajuan teknologi 3D juga bisa membatu mengatasi keterbatasan ruang. Juga mengeksplorasi model bangunan yang sesuai untuk lingkungan perkotaan yang memungkinkan perencana untuk mengidentifikasi daerah yang paling sesuai untuk dipasang PV sehingga mampu menghasilkan ruang dan energi yang lebih dioptimalkan, pungkas Reindl. (*)  

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
  Pelari Indonesia Pertama di FWD North Pole Marathon 2018 Wakil Direktur Utama FWD Life, Rudi Kamdani (kiri) sedang memberikan jaket FWD Life kepada Pelari Maraton Indonesia, Fedi Fianto (kanan) sebagai simbol FWD Life resmi melepas Fedi sebelum keberangkatannya ke Kutub Utara.
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 
Pengabdian Tentara di Pojok Desa 10 Apr 2018 14:27 WIB

 

 

 

 

 
Sang Perancang Mode Batik 14 Apr 2018 18:54 WIB


 

 

 

 

 

 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia