KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
Lingkungan HidupHARI LINGKUNGAN HIDUP SEDUNIA 5 JUNI 2019: Bersama Kita Lawan Polusi Udara oleh : Danny Melani Butarbutar
06-Jun-2019, 03:45 WIB


 
 
KabarIndonesia - Hari Lingkungan Hidup Sedunia atau World Environment Day diperingati setiap tahunnya pada tanggal 5 Juni. Pada tahun ini mengambil tema melawan polusi udara #BeatAirPollution. Peringatan ini bertujuan untuk membangkitkan kesadaran global untuk melakukan aksi positif bagi perlindungan pada
selengkapnya....


 


 
BERITA INTERNASIONAL LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 
Kejagung Tunggu SPDP Kasus Makar 24 Mei 2019 17:39 WIB

 
Menunggu 19 Mei 2019 16:15 WIB

SYEH SITI JENAR 16 Mei 2019 15:44 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 

 

Menyongsong Asia Clean Energy Summit (ACES) 2017: Singapura Beranjak ke Pemberdayaan Energi Matahari

 
INTERNASIONAL

Menyongsong Asia Clean Energy Summit (ACES) 2017: Singapura Beranjak ke Pemberdayaan Energi Matahari
Oleh : Rohmah S | 22-Okt-2017, 00:04:58 WIB

KabarIndonesia - Kota-kota di negara-negara Asia, seperti halnya Singapura  memiliki potensi kekayaan energi matahari yang maksimal sepanjang tahunnya. Namun sebagai kota di daerah khatulistiwa yang memiliki sinar matahari dalam jumlah yang cukup sepanjang tahunnya, energi matahari baru menyumbang kurang dari satu persen untuk kebutuhan energi listrik yang dibutuhkan hingga sekarang ini.

Namun sekarang perubahan besar tengah dilakukan. Sejak tahun lalu pemerintahan SIngapura telah mengumumkan investasi sebesar hampir 700 juta dolar AS selama lima tahun ke depan untuk mendanai penelitian dan pengembangan proyek Urban Solutions and Sustainability yang mencakup pengembangan energi matahari.

Hingga kini, Singapura telah memiliki tempat uji coba fotovoltaik floating-float terbesar sedunia yang berlokasi di Waduk Tengeh. Namun pemerintah juga berencana untuk lebih meningkatkan adopsi energi matahari terapung di waduk dengan lebih banyak lagi.

Tercatat selama 10 tahun terakhir, negara ini telah berhasil meningkatkan kapasitas terpasangnya sekitar 1.000 kali, menjadi hampir 140 megawatt-peak (MWp). Tujuannya adalah untuk mendapatkan 350 MW energi matahari pada tahun 2020 mendatang, sehingga cukup untuk memenuhi lima persen kebutuhan energi listrik puncak pada tahun tersebut.

Goh Chee Kiong, Direktur Eksekutif, Cleantech, Singapore Economic Development Board (EDB) menyatakan bergerak menuju solusi berkelanjutan, seperti energi bersih, merupakan keharusan yang sangat penting bagi "sebuah kota kota yang sangat urban dengan sumber daya terbatas", agar bisa terus menjaga pertumbuhan ekonominya. "Dan energi matahari adalah teknologi energi terbarukan yang paling layak untuk adopsi skala besar di Singapura,” tandasnya.

Namun ambisi solarisasi Singapura ini tak luput dari tantangan. "Tiga penghalang utama adalah biaya, ketersediaan ruang dan integrasi grid PV," kata Dr Thomas Reindl, wakil CEO Institut Riset Energi Matahari Singapura (SERIS).

Dari beberapa tantangan tersebut, ruang terbatas yang tersedia untuk penempatan panel surya mungkin merupakan yang terbesar, kata Goh EDB. Mengingat bahwa Singapura adalah lingkungan perkotaan yang didominasi sebagian besar bangunan tinggi, departemen Reindl harus memikirkan bagaimana tata surya dapat diintegrasikan ke dalam bangunan yang ada - di atap atau fasad vertikal. Ini dikenal sebagai photovoltaics terpadu bangunan (BIPV).

"Sistem PV menjadi bagian dari struktur bangunan, menggantikan elemen bangunan tradisional, sementara idealnya menyediakan fungsionalitas tambahan," jelas Reindl.

Ia mencontohkan misalnya, ada perangkat shading khusus yang bisa melindungi bangunan dan penghuninya dari sinar matahari, yang pada saat bersamaan digunakan untuk menghasilkan tenaga surya.

Memanfaatkan kemajuan teknologi 3D juga bisa membatu mengatasi keterbatasan ruang. Juga mengeksplorasi model bangunan yang sesuai untuk lingkungan perkotaan yang memungkinkan perencana untuk mengidentifikasi daerah yang paling sesuai untuk dipasang PV sehingga mampu menghasilkan ruang dan energi yang lebih dioptimalkan, pungkas Reindl. (*)  

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Hanya Satu Produk Indonesia di "Asia Society and Museum"oleh : Fida Abbott
21-Apr-2019, 05:24 WIB


 
  Hanya Satu Produk Indonesia di "Asia Society and Museum" berlokasi di 725 Park Ave, New York, NY 10021; berukuran tidak besar; memiliki dua lantai dan lantai bawah tanah. Lantai pertama untuk pendaftaran para tamu yang berkunjung, kafe, dan toko suvenir. Lantai dua untuk museum yang
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 

 

 

 

 

 
Pasang Surut Sastra Bandingan 02 Jun 2019 07:39 WIB


 

 

 

 
Cara Asik Menikmati Mudik 23 Mei 2019 13:11 WIB

 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia