KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
NasionalAROMA KEPENTINGAN DALAM AGENDA TERSENDIRI oleh : Tonny Djayalaksana
18-Aug-2019, 15:58 WIB


 
 
KabarIndonesia - Upaya-upaya lawan Jokowi untuk menjatuhkannya sangat militan sekali. Sebagai pelengkap telah saya sertakan tulisan Denny Siregar yang menggambarkan bagaimana sebuah konspirasi dijalankan untuk menjatuhkan pemerintahan Jokowi. Namun akhirnya perlindungan dari Allah bisa menggagalkan semua itu. 

Semua
selengkapnya....


 


 
BERITA INTERNASIONAL LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 

 
AMOR 16 Aug 2019 10:58 WIB


 


 
BERITA LAINNYA
 

 

 
 
INTERNASIONAL

PGI Kecam Keras Insiden Penembakan di Masjid Selandia Baru
Oleh : Danny Melani Butarbutar | 16-Mar-2019, 11:55:27 WIB

KabarIndonesia - Samosir, Persatuan Gereja-gereja di Indonesua (PGI) mengecam dengan keras peristiwa penembakan yang terjadi di Masjid Al Noor Christchurch dan Masjid lain dipinggiran Lindwood, Selandia Baru pada hari Jumat, (15/3). Peristiwa seperti ini sangat mengusik rasa kemanusiaan kita dan sangat bertentangan dengan Hak Azasi Manusia yang selama ini kita junjung. Demikian siaran pers PGI yang diunggah Sekumnya Pdt Gomar Gultom, MTh di akun facebooknya (15/3) pukul 17.06.

Atas peristiwa ini, pihak PGI menyampaikan 5 hal antara lain, mengecam keras penembakan brutal, rasa keprihatinan dan ungkapan duka yang mendalam , berharap pemerintah Selandia Baru segera memulihkan keadaan dan mengusut tuntas, tidak terpancing dengan video yang disebar teroris, meminta Pemerintah Indonesia mengambil langkah bilateral.

Mengutip detiknews.com, Humas PGI, Irma Riana Simanjuntak, dalam keterangan tertulis, Jumat (15/3/2019) juga menjelaskan hal serupa bahwa,
Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) prihatin dan turut berduka atas penembakan di masjid di Christchurch, Selandia Baru. PGI mengecam keras penembakan brutal yang hingga kini menewaskan 49 orang tersebut.

"PGI menyampaikan rasa keprihatinan dan ungkapan duka yang mendalam kepada seluruh keluarga korban. Kiranya Tuhan menguatkan seluruh keluarga dalam menghadapi peristiwa menyedihkan ini," ujar Irma Riama.

"PGI mengecam keras segala tindak kekerasan. Apalagi penghilangan nyawa, yang sangat berharga di mata Tuhan. Peristiwa brutal seperti ini sangat mengusik rasa kemanusiaan kita dan sangat bertentangan dengan prinsip hak asasi manusia (HAM) yang selama ini kita junjung," imbuhnya.

Ditegaskannya, PGI mengatakan penembakan brutal tersebut sangat mengusik rasa kemanusiaan. PGI pun berharap pemerintah Selandia Baru dapat segera mengusut tuntas persoalan ini.

"PGI menolak segala bentuk peradaban yang mengedepankan kebencian atas dasar apapun, baik agama, suku, asal-usul dan sebagainya. Bumi ini di bagian negara manapun, adalah anugerah Tuhan yang seharusnya bisa didiami bersama untuk menata kehidupan yang lebih baik. Untuk itulah dibutuhkan kehadiran negara untuk menjamin kemanan dan keberlangsungan hidup semua penduduk, pribumi maupun pendatang.
Dalam kaitan ini, PGI berharap pemerintah Selandia Baru dapat segera memulihkan keadaan dan mengusut tuntas kasus ini," lanjut Irma.

Selain itu, PGI juga mengimbau agar masyarakat Indonesia tak terpancing dengan video dan foto terkait penembakan yang menciptakan teror. Dia juga mengimbau agar masyarakat tidak sengaja menyebarkan foto dan video dengan sengaja.

"PGI berharap agar masyarakat Indonesia di manapun berada, tetap tenang menyikapi peristiwa tersebut dan tidak terpancing dengan video dan foto yang menciptakan teror. Sekaligus mengimbau untuk tidak menyebarkannya dengan sengaja. Karena hal ini yang diinginkan oleh teroris tersebut dengan mendokumentasikannya agar masyarakat luas menontonnya dan menjadi khawatir," katanya.

Khusus untuk negeri ini, PGI meminta pemerintah Indonesia untuk segera melakukan langkah-langkah bilateral guna menyikapi teror tersebut.
"PGI meminta agar Pemerintah Indonesia, dalam kapasitas dan jalur yang tersedia, melakukan langkah-langkah bilateral yang diperlukan, sebagaimana amanat UUD 1945, yakni untuk ikut serta dalam menciptakan perdamaian dan ketertiban dunia," ujar Irma mengakhiri keterangannya.

Sementara itu, dari berbagai media elektronik dan cetak diperoleh kabar bahwa korban tewas dalam penembakan brutal di dua masjid di Christchurch, New Zealand (Selandia Baru) tersebut bertambah menjadi 49 orang.

Tidak kurang dari Kepolisian Selandia Baru Mike Bush menyebut peristiwa penembakan brutal itu 'direncanakan sangat matang'. Bahkan Perdana Menteri (PM) Jacinda Ardern telah menyebut penembakan brutal ini sebagai 'serangan teroris' dan mengecamnya.

Lebih lanjut, Bush menjelaskan bahwa 41 orang tewas dalam penembakan di Masjid Al Noor, Deans Ave kemudian tujuh orang lainnya tewas di sebuah masjid di pinggiran Linwood dan satu orang tewas saat dirawat di rumah sakit. Dua orang diantara korban adalah WNI.(*)

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Mekanisasi Pertanian di Tanah Batakoleh : Leonardo Tolstoy Simanjuntak
14-Jun-2019, 06:38 WIB


 
  Mekanisasi Pertanian di Tanah Batak Petani di Tanah Batak sekarang merasa lega. Semakin sulitnya mendapatkan tenaga kerja untuk mengelola pertanian padi, membuat mereka kewalahan. Untunglah mekanisasi pertanian itu beberapa tahun terakhir sudah hadir. Untuk panen raya, petani di kawasan Silindung Tapanuli Utara umumnya sudah menggunakan
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 
KETAKUTAN ADALAH DASAR AGAMA? 17 Aug 2019 14:18 WIB


 

 
Investasi Dengan Uang Receh 20 Aug 2019 12:01 WIB


 

 

 

 

 

 

 

 
Apakah (Cukup) Anda Senang? 16 Aug 2019 11:04 WIB


 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia