KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
 
KabarIndonesia - Pada Nukilan Buku Jokowi Utusan Semesta: Sekali Lagi Semesta Membuktikan Tidak Pernah Ingkar janji bagian (10), telah saya sampaikan alasan-alasan kenapa KH Ma'ruf Amin merupakan salah satu sosok yang paling tepat mendampingi Jokowi dalam Pilpres 2019 kemarin.
selengkapnya....


 


 
BERITA INTERNASIONAL LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 

 
JENUH 17 Jul 2019 15:06 WIB

Sayapku Telah Patah 08 Jul 2019 10:34 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 
PWI Jaya Gelar Orientasi Wartawan 17 Jul 2019 16:02 WIB


 

Pertemuan G20 di Kyongju Sepakati Reformasi IMF

 
INTERNASIONAL

Pertemuan G20 di Kyongju Sepakati Reformasi IMF
Oleh : Redaksi-kabarindonesia | 25-Okt-2010, 01:34:59 WIB

KabarIndonesia - Relasi kekuatan pada Dana Moneter Internasional, IMF akan disusun kembali. Hal ini telah disepakati hari Sabtu (23/10) di Kyongju, Korea Selatan oleh para menteri keuangan dan direktur bank sentral kelompok G20 yang terdiri dari negara industri terkemuka dan berkembang, termasuk Indonesia. Terutama China serta India dengan perekonomiannya yang sedang booming dan juga sejumlah negara berkembang dengan ekonomi dinamis, akan mendapat pengaruh yang lebih besar di IMF.

Sementara negara-negara tertentu menyerahkan kembali sebagian kekuatannya. Secara keseluruhan, porsi suara di IMF akan dialihkan ke arah negara ambang industri sebesar enam persen. Ini berarti negara industri "tua" dari Eropa yang porsi kekuatannya dianggap terlalu besar, di antaranya Jerman, harus memberikan sebagian hak suaranya. Dengan begitu China akan mengambil alih posisi nomor tiga dari Jerman dalam andilnya di IMF.


Menkeu AS Ingin Pembatasan Surplus dan Defisit

Sebelumnya pada hari pertama pertemuan (22/10), Menteri Keuangan AS, Timoty Geithner mendesak agar menetapkan batas surplus dan defisit perdagangan. Desakan ini terutama ditujukan kepada negara pengekspor terkuat, seperti Jerman, China atau Jepang. Penolakan tegas terdengar tidak hanya dari kubu Jerman, tetapi juga Jepang.

Menteri Keuangan Jepang, Yoshihiko Noda mengatakan, "Kami akan membicarakan hal itu - tetapi penentuan target berbentuk angka tidak realistis." Pertikaian memang sudah sejak lama terdengar antara AS yang secara tradisi adalah negara pengimpor dengan negara berorientasi ekspor.

Sementara itu Direktur IMF, Dominique Strauss-Kahn memuji kesepakatan di Kyongju sebagai "reformasi yang hingga kini merupakan terbesar" dalam sejarah organisasi keuangan internasional terpenting itu. Mengingat perdebatan sengit seputar reformasi IMF telah berlangsung begitu lamanya dan banyak pakar ekonomi tidak memperkirakan akan muncul kesepakatan cepat seperti yang dicetuskan di Korea Selatan itu.


Eropa akan Serahkan Dua Kursi

Namun, kesepakatan itu masih harus disetujui oleh Dewan Pengawas IMF pada sidang bulan November mendatang. Selain mengenai kesepakatan peningkatan hak suara negara ambang industri, juga akan dibicarakan mengenai wewenang IMF untuk mengontrol kebijakan ekonomi negara anggota. Reformasi itu diharapkan diberlakukan tahun 2011.

Bulan Oktober lalu, Eropa menyatakan bersedia untuk menyerahkan dua kursi mereka di dewan IMF. Jadi, dewan akan terdiri dari sepuluh negara, yaitu di samping AS, Jepang, Jerman, Perancis, Inggris dan Italia, terdapat kelompok negara "BRIC", Brasil, Rusia, India dan China.


AS Pertahankan Hak Vetonya

Sedangkan Amerika Serikat masih tetap memiliki hak semacam veto dalam keputusan-keputusan penting IMF. Bagi keputusan penting masih diperlukan 85 persen suara mayoritas. Karena AS ke depan masih tetap memiliki 17, 67 persen suara, maka negeri itu pada kenyataannya dapat memblokir keputusan penting itu.

Presiden Korea Selatan, Lee Myung Bak yang menjadi tuan rumah pertemuan, menyebutkan bahwa reformasi IMF sangat diperlukan. Para delegasi pertemuan dua hari yang dimulai hari Jumat (22/10) mempersiapkan pertemuan puncak G20 yang akan digelar tanggal 11 dan 12 November mendatang di Seoul, ibukota Korea Selatan.

Dana Monter Internasional, IMF yang dibentuk tahun 1944 beranggotakan 187 negara. Badan ini mengontrol sistem keuangan internasional untuk dapat membantu pemerintahan yang mengalami masalah finansial atau terancam bangkrut.
IMF memberikan kredit bagi negara anggotanya dengan persyaratan untuk menyehatkan anggarannya. Kredit tersebut dibiayai oleh simpanan dana negara anggota. Jadi, hak suara di IMF tergantung pada kontribusi negara anggota. Negara-negara industri karena itu memiliki suara mayoritas di dewan IMF. Bagian AS sekitar 17 persen, Jepang 6, 5 persen, Jerman 6, 1 persen, sementara Perancis dan Inggris masing-masing 4 dan 5 persen. (*)

Sumber Berita: http://www.dw-world.de/dw/article/0,,6142180,00.html


Blog: http://www.pewarta-kabarindonesia.blogspot.com/
Alamat ratron (surat elektronik): redaksi@kabarindonesia.com
Berita besar hari ini...!!! Kunjungi segera:
http://www.kabarindonesia.com//

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Mekanisasi Pertanian di Tanah Batakoleh : Leonardo Tolstoy Simanjuntak
14-Jun-2019, 06:38 WIB


 
  Mekanisasi Pertanian di Tanah Batak Petani di Tanah Batak sekarang merasa lega. Semakin sulitnya mendapatkan tenaga kerja untuk mengelola pertanian padi, membuat mereka kewalahan. Untunglah mekanisasi pertanian itu beberapa tahun terakhir sudah hadir. Untuk panen raya, petani di kawasan Silindung Tapanuli Utara umumnya sudah menggunakan
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 
Cara Asik Menikmati Mudik 23 Mei 2019 13:11 WIB

 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia