KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
NasionalRobert T.S. Nio Didaulat Menjadi Peragawan Tertua di Indonesia oleh : Redaksi HOKI
24-Nov-2017, 23:27 WIB


 
 
KabarIndonesia – Jakarta, Ada yang unik dalam peragaan busana (fashion show) bertajuk “Imagine Possibilities Fashion Trunk Show” oleh desainer Anthony Bachtiar yang digelar di Jakarta Creative Hub Jakarta tadi malam (25/11).

Pada peragaan busana yang dimulai pukul
selengkapnya....


 


 
BERITA INTERNASIONAL LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 

 
Dunia Imitasi 23 Nov 2017 15:40 WIB

Kontemplasi (تفكر) 23 Nov 2017 09:41 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 

 

Pidato Dubes Belanda dan Penyerahan Bantuan Korban Tragedi Rawagede

 
INTERNASIONAL

Pidato Dubes Belanda dan Penyerahan Bantuan Korban Tragedi Rawagede
Oleh : Ruslan Andy Chandra | 10-Des-2008, 09:32:16 WIB

KabarIndonesia -  Untuk pertama kalinya Duta Besar Belanda di Indonesia, Dr.Nikolaos van Dam menyampaikan pidato resminya di Taman Makam Pahlawan Rawagede, Kerawang, Jawa Barat (8/12).

Acara tersebut dalam rangka Peringatan Tragedi  61 Tahun  Rawagede yang diselenggarakan oleh Pemda Kabupaten Kerawang, Yayasan Rawagede dan Komite Utang Kehormatan Belanda (KUKB).  Seusai pidato resminya Duta Besar Belanda menyaksikan penyerahan bantuan sebesar 5000 Euro untuk 10 orang pejuang dan para janda pejuang dari Yayasan Eerlijk Delen, Belanda.

Hadir dan memberikan sambutan dalam acara tersebut antara lain Bupati Kerawang, Dadang S. Mukhtar, Ketua Yayasan Rawagede K.Sukarman HD BBA, Ketua KUKB Batara Richard Hutagalung, Mantan Ketua DPR/MPR Kharis Suhud dan para undangan.

Untuk mengenang peristiiwa bersejarah tersebut berikut disampaikan kutipan pidato resmi Duta Besar Belanda  pada Peringatan Tragedi  61 Tahun  Rawagede di Taman Makam Pahlawan Rawagede.

Yang terhormat para anggota keluarga serta kenalan korban Tragedi Rawagede 61 tahun yang lalu, tepatnya 9 Desember 1947 ;
Yang terhormat para anggota Komite Utang Kehormatan Belanda;
Yang terhormat Bapak/Ibu sekalian.

Sebagai perwakilan Kerajaan Belanda, Negara yang bertanggung jawab atas pemerintahan kolonial di kepulauan Nusantara ini, saya menganggap adalah hal yang istimewa untuk hadir hari ini pada upacara peringatan di Rawagede ini dalam rangka memperingati tragedi yang terjadi di sini pada tanggal 9 Desember 1947. Kehadiran Saya di sini bukan saja merupakan keinginan pribadi saya sendiri dan keinginan pemerintahan Belanda, tetapi sebagian besar anggota parlemen Belanda baru-baru ini telah menyatakan dengan jelas keinginan ini juga.

Berulang kali pemerintahan Belanda menyampaikan permintaan maaf yang sedalam-dalamnya kepada bangsa Indonesia atas peristiwa-peristiwa pada tahun 1947 itu, seperti yang pada tahun 2005 disampaikan secara langsung oleh Menteri Luar Negeri saat itu, Bernard Bot. Pernyataan maaf pemerintahan Belanda juga secara jelas berkaitan dengan penderitaan yang dialami oleh keluarga korban Rawagede.

Pemerintahan Belanda sangat menyesalkan atas tindakan tentara Belanda di Rawagede pada tahun 1947. Peristiwa itu merupakan salah satu contoh paling menyedihkan dari cara Belanda dan Indonesia untuk saling berpisah saat itu dengan begitu menyakitkan dan penuh kekerasan seperti yang di sampaikan oleh Menteri Bot saat itu: jika masyarakat ingin menghadapi masa depan dengan kedua mata terbuka, maka harus juga mempunyai keberanian untuk menghadapi sejarahnya sendiri. Ini berlaku untuk setiap negara, termasuk Belanda dan Republik Indonesia. Kami, bangsa Belanda, harus mengakui kepada diri kami sendiri dan kepada bangsa Indonesia bahwa selama dan terutama pada akhir masa kolonial, kekerasan itu dilakukan demi kepentingan dan martabat bangsa Indonesia-walaupun maksud dari bangsa Belanda secara perorangan tidaklah selalu buruk.

Akhir dari masa kependudukan Jepang di Indonesia bukan berarti akhir dari penderitaan bangsa Indonesia dan juga masyarakat Belanda di Indonesia. Masa kependudukan Jepang dan masa tidak lama setelah Proklamasi diikuti dengan perselisihan yang sangat menyakitkan  dan penuh kekerasan antara kedua negara dan masyarakat kita.

Jika ditinjau kembali, maka jelas bahwa penempatan kekuatan militer pada tahun 1947 telah menempatkan Belanda pada sisi yang salah dalam sejarah. Kenyataan bahwa aksi militer dilaksanakan dan bahwa banyak korban tewas atau terluka dari kedua belah pihak merupakan suatu kenyataan yang pahit dan kejam, terutama bagi bangsa Indonesia. Diperkirakan jumlah rakyat Indonesia yang tewas akibat aksi Belanda itu sangat besar. Atas nama pemerintah Belanda, saya ingin menyampaikan rasa penyesalan yang dalam atas segala penderitaan yang harus dialami. Terima kasih

Setelah pidato resmi dan menyaksikan penyerahan bantuan dari Belanda, Duta Besar Belanda bersama Ketua Komite Utang Kehorman Belanda, Sekda Kabupaten Kerawan dan para undangan, melakukan penaburan bunga dimakam suhada korban tragedi Rawagede


Korban tragedi perjuangan rakyat Rawagede di Kabupaten Kerawang, Jawa Barat  pada 9 Desember 1947 yang kini bernama Balongsari menjadi perhatian Pemerintah Belanda. Baru kali dalam peringatan 61 tahun peristiwa bersejarah Rawagede diperingati secara besar-besaran. Mantan Ketua DPR/MPR Letjen Kharis Suhud hadir dan memeberikan pidato Indonesia dan Inggris. Selain Mantan Ketua DPR/MPR, berturut-turut memberikan sambutan antara lain Bupati Kerawang Dadang S. Mukhtar, Ketua Yayasan Rawagede K.Sukarman HD BBA, Ketua Pusat Komite Hutang Kehormatan Belanda Batara Richard Hutagalung dan diakhiri pidato resmi Duta Besar Kerajaan Belanda untuk Indonesia Dr.Nikolaos van Dam.

Pidato Resmi Dubes Belanda dan Bantuan Yayasan  Eerlijk untuk Korban Rawagede aridari Para keluarga korban aksi tentara  Rawagede di Kabupaten Kerawang, Jawa Barat  pada 9 Desember 1947 yang kini bernama Balongsari menjadi perhatian Pemerintah Belanda. Baru kali dalam peringatan 61 tahun peristiwa bersejarah Rawagede diperingati secara besar-besaran.

*Duta Besar Belanda Dr. Nikolaos van Dam

Blog: http://www.pewarta-kabarindonesia.blogspot.com/
Alamat ratron (surat elektronik): redaksi@kabarindonesia.com
Berita besar hari ini...!!! Kunjungi segera:
http://kabarindonesia.com//

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
  Mendes PDTT Ajak Astra Lanjutkan Membangun Indonesia dari Wilayah Terluar Mendes PDTT Republik Indonesia Eko Putro Sandjojo melakukan pemeriksaan darah di booth pengobatan gratis yang disediakan dalam acara Festival Kesehatan Inspirasi 60 Tahun Astra di Hotel Rinra Makassar hari ini (18/11). Acara Festival Kesehatan ini mendapatkan respon positif dari masyarakat
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 
Beriman dan Bijaksana 12 Nov 2017 06:45 WIB

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia