KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
Berita RedaksiDua Minggu Berlatih Menulis Bersama PMOH untuk Para Pelajar SMP dan SMA oleh : Redaksi-kabarindonesia
02-Jun-2020, 01:39 WIB


 
 
KabarIndonesia - Selamat Idul Fitri! Masih dalam situasi masa lebaran ini, Harian Online KabarIndonesia (HOKI) kembali membuka pelatihan menulis online Tahun Ajaran (Tajar) XII, 2020. Pada Tajar ini khusus diperuntukkan bagi para pelajar SMP dan SMA untuk mengisi masa liburan
selengkapnya....


 


 
BERITA INTERNASIONAL LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 
Melawan Hoax Virus Corona 21 Mei 2020 15:19 WIB


 
Kami Masih Punya Rasa Malu 31 Mei 2020 11:30 WIB

Aroma Kematian 09 Mei 2020 13:56 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 
Desainer Sang Pemuja Setan 29 Mei 2020 13:08 WIB


 

Vonis Mati Terhadap Mantan Presiden Pakistan Jenderal Pervez Musharaf

 
INTERNASIONAL

Vonis Mati Terhadap Mantan Presiden Pakistan Jenderal Pervez Musharaf
Oleh : Benny Aswadina | 30-Jan-2020, 14:20:03 WIB

KabarIndonesia - Islamabad, Pengadilan Khusus Pakistan menjatuhkan hukuman mati pada mantan Presiden Pakistan Jenderal Pervez Musharraf. Dia didakwa melakukan pengkhianatan tingkat tinggi dan pelanggaran konstitusi. Proses persidangan sudah berlangsung sejak 2013 tanpa dihadiri sang mantan Presiden Musharraf yang mengasingkan diri di Dubai Uni Emirat Arab.

"Pervez Musharraf dinyatakan bersalah atas pelanggaran pasal 6 Konstitusi Pakistan menyatakan: siapa pun yang berusaha mengubah atau membatalkan konstitusi, maka itu disebut sebagai pengkhianatan tingkat tinggi," demikian ungkap pejabat hukum Pemerintah Pakistan Mr Salman Nadeem, yang dikutip jurnalis tv seperti dilansir Reuters.

Musharraf menjalani lima dakwaan, termasuk tiga dakwaan subversif, pembekuan dan perubahan konstitusi negara, pemecatan Ketua MA Pakistan dan pemberlakuan darurat. Dakwaan terhadap Musharraf, setelah dia memberlakukan status darurat pada 2017 yang mendapatkan perlawanan dari oposisi.

Selang beberapa jam setelah vonis persidangan, Musharraf muncul melalui Video, menayangkan pernyataan resminya. Dia mengaku tidak bersalah tentang pengkhianatan terhadap negara dan bangsa Pakistan. 

"Dibandingkan berkhianat, saya memilih mengabdi bagi negara. Saya berjuang demi Pakistan. Saya pikir kasus itu tidak relevan dan tanpa dasar," ungkapnya dilansir New Week Pakistan oleh Sindo Thomas Bratamanggala. (*)

Foto: Mantan Presiden Pakistan Jenderal Pervec Musarraf mengasingkan diri di Dubai Uni Emirat Arab 

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Sambal Oelek Indonesia Buatan ASoleh : Fida Abbott
02-Jun-2020, 02:23 WIB


 
  Sambal Oelek Indonesia Buatan AS Sambal Oelek ini saya temukan di Walmart Supercenter, Parkesburg, Pennsylvania. Awalnya saya mengira buatan salah satu negara Asia selain Indonesia karena tulisan di depan botolnya. Ternyata buatan Amerika Serikat. Tampaknya Indonesia harus meningkatkan persaingannya di pasar bebas dan jeli membidik
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 
DIE HARD - SUSAH MATEK 23 Mei 2020 10:41 WIB

 

 

 

 

 
MANG UCUP ITU CHINA BANANA 28 Jan 2020 00:52 WIB

 

 

 

 

 

 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia