KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
ProfilDian Ediono, GM Garuda Indonesia dan Gaya Kepemimpinan Indonesia oleh : Robert - Hoki
15-Sep-2014, 11:02 WIB


 
 
Dian Ediono, GM Garuda Indonesia dan Gaya Kepemimpinan Indonesia
KabarIndonesia - Belanda, Kompetisi bisnis antar maskapai penerbangan di Indonesia tergolong tinggi. Pasalnya banyak perusahaan swasta, asing dan milik negara yang memperebutkan pelanggan.
Kesuksesan Garuda Indonesia, sebagai salah satu perusahaan berpelat merah (milik negara) yang bergerak dalam dunia penerbangan dalam negeri
selengkapnya....


 


 
BERITA EKONOMI LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 
Membutuhkan Wartawan/Wartawati 06 Sep 2012 16:29 WIB


 
Polisi Gadungan Ditembak Polisi 11 Sep 2014 04:52 WIB

 
Mengaduk Rasa 15 Sep 2014 10:45 WIB

Pergi 12 Sep 2014 12:44 WIB

 
Sumut Gelar Festival Budaya 03 Sep 2014 12:58 WIB



 
BERITA LAINNYA
 
Gita Gutawa, Diva Muda Indonesia 06 Sep 2014 09:34 WIB

Raffi Achmad Tagih Janji Jokowi 31 Aug 2014 04:13 WIB

 

 

PT Garuda Indonesia membeli 25 Boeing 737-800 NG

 
EKONOMI

PT Garuda Indonesia membeli 25 Boeing 737-800 NG
Oleh : E. Widiyati | 30-Mar-2007, 14:53:43 WIB

Maskapai penerbangan PT Garuda Indonesia (Persero) tengah melakukan penggalangan pendanaan untuk membeli 25 pesawat Boeing 737-800 Next Generation (B-737 NG). Ini dilakukan guna mendukung peningkatan dan pelayanan korporasi.

Hanya, menurut Dirut Garuda Indonesia Emirsyah Satar kepada pers di Jakarta, Senin (26/3) kemarin, pihaknya belum dapat memastikan berapa besar dana yang dibutuhkan untuk pengadaan 25 pesawat tipe terbaru tersebut. 

Meski begitu, Emirsyah melihat ada beberapa opsi untuk menggalang sumber pembiayaan bagi pengadaan 25 pesawat Boeing 737-800 NG tersebut. Di antaranya melalui pinjaman lunak atau bekerja sama dengan leasor. Nantinya, leasor yang langsung berurusan dengan Garuda dengan mekanisme sewa.   

Emirsyah menambahkan, pihaknya telah memberikan uang muka untuk pembelian pesawat tersebut sebesar 23 juta dolar AS. Direktur Keuangan Garuda Alex menjelaskan, harga satu pesawat tipe tersebut  35-40 juta dolar AS. Namun, apabila mekanime sewa, maka dihargai 300 ribu dolar AS per bulannya.

Emirsyah menegaskan, pada 2007, pihaknya menargetkan laba bersih Rp 41 miliar. Angka itu meningkat signifikan dibandingkan 2006 yang merugi Rp 131 miliar. "Kami terus menata bisnis Garuda. Tahun ini adalah Tahun Rehabilitasi kami," tuturnya.

Ia menjelaskan, tahun ini, dari 26 rute yang diterbangi Garuda, hanya dua rute yang merugi. "Tahun lalu, dari 23 rute, sebanyak 20 merugi," tambahnya.

Emirsyah menjelaskan, optimisme pihaknya juga ditopang fakta sepanjang dua bulan pertama 2007. "Kami berhasil meraih laba bersih Rp 131 miliar, padahal Januari-Februari 2006 merugi Rp 173,9 miliar," jelas dia.

Pada Januari-Februari 2007, Garuda berhasil meningkatkan jumlah penumpang 9% menjadi 1.370 juta dari 1.256 juta di dua bulan pertama 2006.

Tingkat isian penumpang ( load factor ) penumpang Garuda naik dari 67% menjadi 76% pada Januari-Februari 2007.Saat ini, Garuda telah mengoperasikan dua pesawat B-737 NG untuk melayani penerbangan internasional di antaranya Perth, Australia dan Guanzhou, Cina. Boeing 737 NG merupakan armada termodern di antara jenis pesawat berbadan kecil.

Kapasitas pesawat mampu menampung 180 kelas ekonomi. Namun, rencana konfigurasi tempat duduk tersebut akan disesuaikan dengan kebutuhan menjadi 12 kelas bisnis dan 150 kelas ekonomi.

Rencananya, sambung Emirsyah, ke-25 pesawat itu didatangkan secara bertahap. Pertama, delapan pesawat antara Mei-Desember 2009. Kedua, Januari-Oktober 2010 sebanyak 10 pesawat, Agustus-Desember 2011 sebanyak lima pesawat dan dua pesawat lagi pada Januari-Februari 2012.

Pada kesempatan tersebut, Emirsyah juga mengungkapkan, selama periode Januari-Februari 2007 low season, pihaknya mampu membukukan keuntungan sebesar Rp 131 milyar. Padahal, dalam periode periode yang sama selama tiga tahun terakhir, mengalami kerugian. Misalnya tahun lalu, rugi Rp 173,9 milyar.

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Bisnis Fotocopy Semakin Kreatifoleh : Jumari Haryadi
11-Sep-2014, 11:53 WIB


 
  Bisnis Fotocopy Semakin Kreatif Jika ingin sukses berbisnis, diperlukan ide-ide kreatif dan inovatif agar bisa memenangkan persaingan pasar yang semakin kompetitif. Tampak sebuah usaha jasa fotocopy di Jalan Cihanjuang, Cimahi (10/09) yang memiliki cara kreatif dalam menarik calon konsumennya yaitu dengan berjualan Alat Tulis
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 
Desakralisasi Merah 11 Sep 2014 14:51 WIB

 

 

 
Patkor Indindo Sandar di Belawan 15 Sep 2014 10:35 WIB

 

 

 

 

 
Desa di Sumut Butuh Dokter 15 Sep 2014 10:43 WIB


 

 
"Remote Sensing" untuk Masyarakat 13 Sep 2014 08:36 WIB


 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia