KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
OpiniBerperankah Media Massa dalam Antikorupsi? oleh : Nadhirul Maghfiroh
29-Jun-2015, 06:04 WIB


 
  KabarIndonesia - Media massa dan manusia sangat terikat dan terkait, bahkan saling mempengaruhi. Di mana pun manusia berada akan selalu berhubungan dengan beragam media.

Saat ini dalam lingkup kecil kota Malang, masyarakat tentunya menggunakan jasa media massa seperti olahraga,
selengkapnya....


 


 
BERITA EKONOMI LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 
 

 
Kebenaran 16 Jun 2015 09:47 WIB

Lupakanlah! 16 Jun 2015 09:46 WIB

 
Curug Pelangi Menyimpan Potensi 29 Jun 2015 03:49 WIB



 
BERITA LAINNYA
 

 
Mengenal Hak-Hak Konsumen 29 Jun 2015 03:55 WIB


 

PT Garuda Indonesia membeli 25 Boeing 737-800 NG

 
EKONOMI

PT Garuda Indonesia membeli 25 Boeing 737-800 NG
Oleh : E. Widiyati | 30-Mar-2007, 14:53:43 WIB

Maskapai penerbangan PT Garuda Indonesia (Persero) tengah melakukan penggalangan pendanaan untuk membeli 25 pesawat Boeing 737-800 Next Generation (B-737 NG). Ini dilakukan guna mendukung peningkatan dan pelayanan korporasi.

Hanya, menurut Dirut Garuda Indonesia Emirsyah Satar kepada pers di Jakarta, Senin (26/3) kemarin, pihaknya belum dapat memastikan berapa besar dana yang dibutuhkan untuk pengadaan 25 pesawat tipe terbaru tersebut. 

Meski begitu, Emirsyah melihat ada beberapa opsi untuk menggalang sumber pembiayaan bagi pengadaan 25 pesawat Boeing 737-800 NG tersebut. Di antaranya melalui pinjaman lunak atau bekerja sama dengan leasor. Nantinya, leasor yang langsung berurusan dengan Garuda dengan mekanisme sewa.   

Emirsyah menambahkan, pihaknya telah memberikan uang muka untuk pembelian pesawat tersebut sebesar 23 juta dolar AS. Direktur Keuangan Garuda Alex menjelaskan, harga satu pesawat tipe tersebut  35-40 juta dolar AS. Namun, apabila mekanime sewa, maka dihargai 300 ribu dolar AS per bulannya.

Emirsyah menegaskan, pada 2007, pihaknya menargetkan laba bersih Rp 41 miliar. Angka itu meningkat signifikan dibandingkan 2006 yang merugi Rp 131 miliar. "Kami terus menata bisnis Garuda. Tahun ini adalah Tahun Rehabilitasi kami," tuturnya.

Ia menjelaskan, tahun ini, dari 26 rute yang diterbangi Garuda, hanya dua rute yang merugi. "Tahun lalu, dari 23 rute, sebanyak 20 merugi," tambahnya.

Emirsyah menjelaskan, optimisme pihaknya juga ditopang fakta sepanjang dua bulan pertama 2007. "Kami berhasil meraih laba bersih Rp 131 miliar, padahal Januari-Februari 2006 merugi Rp 173,9 miliar," jelas dia.

Pada Januari-Februari 2007, Garuda berhasil meningkatkan jumlah penumpang 9% menjadi 1.370 juta dari 1.256 juta di dua bulan pertama 2006.

Tingkat isian penumpang ( load factor ) penumpang Garuda naik dari 67% menjadi 76% pada Januari-Februari 2007.Saat ini, Garuda telah mengoperasikan dua pesawat B-737 NG untuk melayani penerbangan internasional di antaranya Perth, Australia dan Guanzhou, Cina. Boeing 737 NG merupakan armada termodern di antara jenis pesawat berbadan kecil.

Kapasitas pesawat mampu menampung 180 kelas ekonomi. Namun, rencana konfigurasi tempat duduk tersebut akan disesuaikan dengan kebutuhan menjadi 12 kelas bisnis dan 150 kelas ekonomi.

Rencananya, sambung Emirsyah, ke-25 pesawat itu didatangkan secara bertahap. Pertama, delapan pesawat antara Mei-Desember 2009. Kedua, Januari-Oktober 2010 sebanyak 10 pesawat, Agustus-Desember 2011 sebanyak lima pesawat dan dua pesawat lagi pada Januari-Februari 2012.

Pada kesempatan tersebut, Emirsyah juga mengungkapkan, selama periode Januari-Februari 2007 low season, pihaknya mampu membukukan keuntungan sebesar Rp 131 milyar. Padahal, dalam periode periode yang sama selama tiga tahun terakhir, mengalami kerugian. Misalnya tahun lalu, rugi Rp 173,9 milyar.

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Kondisi Jalan RI-PNGoleh : Ignatius Fr Bobii
23-Jun-2015, 07:18 WIB


 
  Kondisi Jalan RI-PNG Pembangunan jalan dan jembatan (infrastruktur) di wilayah Kabupaten Boven Digoel terkendala materil lokal (batu dan pasir). Pemerintah setempat melalui pihak kontraktor mendatangkan materil dari luar Papua (Makasar). Pembangunan jalan di daerah ini sangat menyedot perhatian. Lebih parah setiap kali
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 
Program Upsus Kasrem 044/GAPO 29 Jun 2015 03:40 WIB


 

 

 
Jadwal Copa America 2015 11 Jun 2015 13:43 WIB


 
Mengenang Chris Siner Key Timu 13 Mei 2015 18:00 WIB

Badan Kecil, Semangat Tinggi 30 Apr 2015 07:41 WIB

 

 

 

 

 

 

 
  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia