KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
KesehatanTak Perlu Galau Menyikapi Heboh Kasus Vaksin Palsu oleh : Wahyu Ari Wicaksono
28-Jun-2016, 15:14 WIB


 
 
Tak Perlu Galau Menyikapi Heboh Kasus Vaksin Palsu
KabarIndonesia - Terbongkarnya sindikat pemalsu vaksin untuk balita yang telah beraksi selama belasan tahun, sontak membuat banyak kalangan merasa was-was. Tak bisa dipungkiri bahwa mau tak mau kasus ini membuat hilang rasa keamanan dan kepercayaan masyarakat terhadap keaslian vaksin yang
selengkapnya....


 


 
BERITA EKONOMI LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 
 

 
Kala Senja di Tanah Gayo 24 Jun 2016 12:58 WIB

Ramdhan Kali Ini 24 Jun 2016 12:58 WIB

 
Desa Cimanggu Menuju Desa Wisata 18 Mei 2016 10:53 WIB


 
BERITA LAINNYA
 

 
Anakku Tertular Virus Menulis 23 Jun 2016 10:38 WIB


 
 
EKONOMI

Permasalahan dan Reformasi Kebijakan Industri di Indonesia
Oleh : Redaksi-kabarindonesia | 10-Apr-2007, 06:14:30 WIB

KabarIndonesia - Semenjak kebijakan pemerintah tidak lagi mengandalkan ekspor migas, industri manufaktur telah memainkan peranan yang penting di Indonesia. Bahwa sektor industri manufaktur yang semakin berorientasi ekspor, telah menopang ekonomi Indonesia.

Ekspor industri manufaktur menyumbang tidak kurang 83-85% terhadap ekspor nonmigas dan sekitar 64-57% terhadap total ekspor Indonesia selama 1994-2005. Bahkan kontribusi ekspor industri ini telah melampaui ekspor sektor pertanian dan migas sejak awal dasawarsa 1990-an.

“Boleh dikata industri manufaktur telah menopang pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Sebelum krisis, Industri manufaktur mampu tumbuh dua digit, yaitu rata-rata sekitar 11 % selama 1974-1997. Meski begitu, sejak krisis pertumbuhan sektor industri relatif rendah hanya berkisar antara 3,5% hingga 7,7%,” ujar Prof Mudrajad Kuncoro, PhD, di Balai Senat UGM, Kamis, (5/4).

Demikian disampaikannya saat dikukuhkan sebagai Guru Besar Ilmu Ekonomi pada Fakultas Ekonomi UGM. Dirinya menyampaikan pidato pengukuhan berjudul “Membangun Industri Indonesia: Identifikasi Masalah Dan Reformasi Kebijakan”.

Katanya, salah satu permasalahan struktural industri di Indonesia adalah terkonsentrasinya lokasi industri manufaktur di Jawa dan Sumatra. Bahwa selama periode 1976-2004, dominasi sebagian besar aktivitas industri manufaktur modern, terutama industri besar dan menengah (IBM) berlangsung di kedua pulau tersebut.

“Selama periode tersebut, di kedua wilayah Jawa dan Sumatra mampu menyerap lebih dari 93 persen tenaga kerja Indonesia. Namun, pangsa Jawa mengalami penurunan dari 89 persen di tahun 1976 menjadi 79 persen di tahun 2004. Sementara, dalam periode yang sama, pangsa Sumatera mengalami pertumbuhan dari 6,7 menjadi 14,1 persen,” kata Mudrajad.

Di bagian lain pidatonya, kata Mudrajad, perlu menekankan pentingnya perspektif baru dalam kebijakan targeting industri. Bahwa, secara umum kebijakan industri dapat diklasifikasikan ke dalam upaya sektoral dan horizontal. Upaya sektoral terdiri dari berbagai macam tindakan yang dirancang untuk mentargetkan industri-industri atau sektor-sektor tertentu dalam perekonomian. Upaya horizontal dimaksudkan untuk mengarahkan kinerja perekonomian secara keseluruhan dan kerangka persaingan dimana perusahaan-perusahaa melaksanakan usahanya.

“Agaknya di masa mendatang kita memerlukan kebijakan industri yang lebih ‘antisipatif’ atau ‘pro-aktif’ dalam menghadapi banyak perubahan dalam lingkup nasional maupun internasional,” tandas pria kelahiran Yogyakarta 4 September 1965, suami Erlina Juwita BA Akt, ayah tiga putra ini. (Humas UGM).

Sumber : ugm.ac.id

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Ragam UKM di Masyarakatoleh : Zulkarnaen Syri Lokesywara
13-Jun-2016, 12:58 WIB


 
  Ragam UKM di Masyarakat Harjono, 64 tahun, adalah salah satu pengrajin payung kertas yang masih bertahan di Desa Kwarasan, Juwiring-Klaten. Menurut Pak Harjono di rumahnya, 22/5, serbuan payung lawa/kelelawar -sebutan payung kain berwarna hitam produk China- menyurutkan kejayaan payung kertas Juwiring. Kini para pengrajin
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 
TNI Tanggap Bencana 24 Jun 2016 12:59 WIB


 

 
 

 

 
Sayur untuk Hidup 13 Jun 2016 09:27 WIB


 

 

 

 

 

 

 
  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia