KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
PolitikRENUNGAN: Krisis Moneter Indonesia 1998 oleh : Wahyu Barata
30-Jul-2014, 02:41 WIB


 
  KabarIndonesia - Setelah beberapa dekade terbuai oleh pertumbuhan yang sangat mengagumkan, di tahun 1998 ekonomi Indonesia mengalami kontraksi sangat hebat hingga menjadi tragedi. Keadaannya berlangsung sangat tragis dan tercatat sebagai periode paling suram dalam sejarah perekonomian Indonesia. Mungkin kita akan
selengkapnya....


 


 
BERITA EKONOMI LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 
Membutuhkan Wartawan/Wartawati 06 Sep 2012 16:29 WIB


 

 
Terima Kasih dari Pengguna Jasa 28 Jul 2014 11:56 WIB

Keniscayaan 23 Jul 2014 05:12 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 
Ditha dan Dina Dukung Argentina! 13 Jul 2014 05:44 WIB


 
Mudik Gratis Bersama Jasa Raharja 26 Jul 2014 23:41 WIB

Resep Pribadi Plecing Kangkung 15 Mei 2014 00:19 WIB

 
 
EKONOMI

Pertumbuhan Ekonomi Nasional, Kondusifkah?
Oleh : Abdul Mukti | 29-Nov-2008, 09:47:31 WIB

KabarIndonesia - Maraknya aksi demonstrasi buruh di berbagai daerah yang menginginkan pemerintah mencabut  SKB 4 Menteri. Pun DPR ikut turun tangan dengan mendesak pemerintah untuk mencabut SKB 4 Menteri sebagai bentuk respon tuntutan buruh yang dinilai SKB tersebut melalaikan pekerja.

Akan tetapi, SKB 4 Menteri tidak dicabut oleh pemerintah melainkan direvisi poin yang krusial yaitu tentang Upah Minimum. Melalui Menakertrans RI, Erman Suparno akhirnya SKB 4 Menteri direvisi, terutama pada pasal 3 yang mengatur tentang Upah Minimum. Karena dinilai sebagai penyebab munculnya perbedaan penafsiran yang mengundang maraknya demo buruh di berbagai daerah.

Pasal 3 dalam pemahamamnya menimbulkan berbagai perbedaan. Semula pasal tersebut berbunyi: "Gubernur dalam menetapkan upah minimum agar tidak melewati pertumbuhan perekonomian nasional", menjadi "Gubernur dalam menetapkan upah minimum melihat indikator inflasi".

Nah, inflasi yang dimaksud adalah inflasi daerah yang mana untuk kondisi masing-masing daerah berbeda-beda. Adanya revisi itu diharapkan semangat untuk mempertahankan momentum pertumbuhan ekonomi dan terciptanya atmosfer yang kondusif bagi kelangsungan dunia usaha dan kelangsungan bekerja para buruh tetap berjalan. Dan bisa meminimalisir kemungkinannya terjadi PHK besar-besaran akibat krisi ekonomi global.

Dalam upaya mempertahankan momentum pertumbuhan ekonomi, salah satu jalan yang ditempuh adalah mengoptimalkan APBN pada program-program yang bisa menciptakan lapangan kerj. Lebih penting lagi dapat menstimulasi pertumbuhan ekonomi.

Sementara itu, menurut Gubernur BI Boediono APBN 2008 masih aman dari segi pembiayaan dan aman dalam mencapai sasarannya. Kemudian yang perlu diperhatikan adalah APBN 2009 akan diarahkan kemana dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang cukup memadai sehingga tercapainya sasaran nasional.

Dalam hal ini pemerintah juga harus merumuskan konsepsi rancang bangun hubungan industrial yang meliputi pengembangan sistem pembinaan sarana industrial, pengembangan sistem pendidikan, pelatihan dan sosialisasi.

Serta menyamakan persepsi dan langkah parapemangku kepentingan untuk mencapai hubungan industrial yang harmonis dengan referensi internasional. Sementara itu, rata-rata upah minimum Indonesia di 33 provinsi saat ini yakni sebesar 673.261 rupiah.

Sedangkan angka pengangguran turun dari 10,01 juta pada 2007 turun menjadi 9,43 juta pada 2008. Pertanyaannya kemudian, apakah revisi SKB 4 Menteri ini bisa mendorong pertumbuhan ekonomi nasional?  (*)


* Penulis,Pimred Jurnal Edukasi Semarang tahun 2005-2006


Blog: http://www.pewarta-kabarindonesia.blogspot.com/
Alamat ratron (surat elektronik): redaksi@kabarindonesia.com
Berita besar hari ini...!!! Kunjungi segera:
http://kabarindonesia.com//

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Miniatur Masjid Bahan Bekasoleh : Johanes Krisnomo
25-Jul-2014, 00:40 WIB


 
  Miniatur Masjid Bahan Bekas Jelang Hari Raya Idul Fitri 1435 H, mengundang kreatifitas untuk membuat karya unik berupa minatur sebuah masjid dari barang-barang bekas seperti kardus, kaleng dan bola plastik. Contohnya, Rudi Iskandar (38 thn), karyawan PT. Ultrajaya di Padalarang, Bandung, menyumbangkan hasil karyanya
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 
PILPRES 2014: Tidak Perlu Fanatik 07 Jul 2014 19:08 WIB


 

 

 

 

 

 

 

 
Mantan Pengguna Perlu Pertolongan 15 Jul 2014 23:00 WIB


 
Kampanye LEBE 28 Apr 2014 07:21 WIB

 
Tak Selamanya Teknologi Mahal 03 Jun 2014 09:05 WIB

 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia