KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
 
Astra Konversikan Peran Nyata Masyarakat dalam Program
KabarIndonesia - PT Astra International Tbk pada hari ini (22/9) menyerahkan 1.500 pasang sepatu kepada murid-murid di Kabupaten Nias, Sumatera utara. Penyerahan sepatu dan tas ini dihadiri oleh Bupati Nias Sokhiatulo Laoli, Wakil Bupati Nias Arosökhi Waruwu, Sekretaris Direktorat Jenderal
selengkapnya....


 


 
BERITA EKONOMI LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 
Lowongan Desain Grafis Freelance 11 Jul 2016 15:53 WIB

 

 
Sebelum Semua Berlalu 23 Sep 2016 09:49 WIB

Pena Siang 30 Aug 2016 19:41 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 
Fan Elvis Sejak Balita 16 Sep 2016 05:59 WIB


 

 
 
EKONOMI

Pertumbuhan Ekonomi Nasional, Kondusifkah?
Oleh : Abdul Mukti | 29-Nov-2008, 09:47:31 WIB

KabarIndonesia - Maraknya aksi demonstrasi buruh di berbagai daerah yang menginginkan pemerintah mencabut  SKB 4 Menteri. Pun DPR ikut turun tangan dengan mendesak pemerintah untuk mencabut SKB 4 Menteri sebagai bentuk respon tuntutan buruh yang dinilai SKB tersebut melalaikan pekerja.

Akan tetapi, SKB 4 Menteri tidak dicabut oleh pemerintah melainkan direvisi poin yang krusial yaitu tentang Upah Minimum. Melalui Menakertrans RI, Erman Suparno akhirnya SKB 4 Menteri direvisi, terutama pada pasal 3 yang mengatur tentang Upah Minimum. Karena dinilai sebagai penyebab munculnya perbedaan penafsiran yang mengundang maraknya demo buruh di berbagai daerah.

Pasal 3 dalam pemahamamnya menimbulkan berbagai perbedaan. Semula pasal tersebut berbunyi: "Gubernur dalam menetapkan upah minimum agar tidak melewati pertumbuhan perekonomian nasional", menjadi "Gubernur dalam menetapkan upah minimum melihat indikator inflasi".

Nah, inflasi yang dimaksud adalah inflasi daerah yang mana untuk kondisi masing-masing daerah berbeda-beda. Adanya revisi itu diharapkan semangat untuk mempertahankan momentum pertumbuhan ekonomi dan terciptanya atmosfer yang kondusif bagi kelangsungan dunia usaha dan kelangsungan bekerja para buruh tetap berjalan. Dan bisa meminimalisir kemungkinannya terjadi PHK besar-besaran akibat krisi ekonomi global.

Dalam upaya mempertahankan momentum pertumbuhan ekonomi, salah satu jalan yang ditempuh adalah mengoptimalkan APBN pada program-program yang bisa menciptakan lapangan kerj. Lebih penting lagi dapat menstimulasi pertumbuhan ekonomi.

Sementara itu, menurut Gubernur BI Boediono APBN 2008 masih aman dari segi pembiayaan dan aman dalam mencapai sasarannya. Kemudian yang perlu diperhatikan adalah APBN 2009 akan diarahkan kemana dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang cukup memadai sehingga tercapainya sasaran nasional.

Dalam hal ini pemerintah juga harus merumuskan konsepsi rancang bangun hubungan industrial yang meliputi pengembangan sistem pembinaan sarana industrial, pengembangan sistem pendidikan, pelatihan dan sosialisasi.

Serta menyamakan persepsi dan langkah parapemangku kepentingan untuk mencapai hubungan industrial yang harmonis dengan referensi internasional. Sementara itu, rata-rata upah minimum Indonesia di 33 provinsi saat ini yakni sebesar 673.261 rupiah.

Sedangkan angka pengangguran turun dari 10,01 juta pada 2007 turun menjadi 9,43 juta pada 2008. Pertanyaannya kemudian, apakah revisi SKB 4 Menteri ini bisa mendorong pertumbuhan ekonomi nasional?  (*)


* Penulis,Pimred Jurnal Edukasi Semarang tahun 2005-2006


Blog: http://www.pewarta-kabarindonesia.blogspot.com/
Alamat ratron (surat elektronik): redaksi@kabarindonesia.com
Berita besar hari ini...!!! Kunjungi segera:
http://kabarindonesia.com//

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Orasi Warga Desa Kuyunoleh : Muhammad Zakaria
03-Sep-2016, 21:44 WIB


 
  Orasi Warga Desa Kuyun Sejumlah warga Desa Kuyun, Kecamatan Celala, Kabupaten Aceh Tengah berorasi di halaman gedung Dewan Perwakilan Daerah (DPRK) setempat. Warga meminta agar anggota dewan mengusut Kepala Desa beserta perangkatnya yang diduga telah melakukakan korupsi terhadap dana desa ratusan juta rupiah
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 
Pancasila, Ideologi Terbuka 23 Sep 2016 09:52 WIB


 

 
 

 

 
Sayur untuk Hidup 13 Jun 2016 09:27 WIB


 

 

 

 
Sungai Citarum Sakit Keras 07 Aug 2016 10:09 WIB


 

 

 
  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia