KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
OpiniBlunder (Sang Buruh) Menteri Tedjo oleh : Arief Rahmat Piliang
23-Feb-2015, 10:52 WIB


 
  KabarIndonesia - Pernyataan Menkopolhukam, Tedjo Edhi Purdijanto, kian hari kian blunder. Setelah sebelumnya menyebut KPK didukung rakyat tak jelas, kini Tedjo memasuki ranah buruh. Ancaman pegawai KPK untuk mogok jika seluruh pimpinannya ditetapkan tersangka oleh Bareskrim Polri, direspon Tedjo dengan jawaban
selengkapnya....


 


 
BERITA EKONOMI LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 
 

 
Pejuang Hidup 25 Feb 2015 20:38 WIB

Benarkah? 23 Feb 2015 10:55 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 
Banjir Bikin Stres Deera Idol! 18 Feb 2015 20:35 WIB


 
Kisah Memilukan Sang Penjual Tebu 17 Feb 2015 14:12 WIB

 

Mendorong Partisipasi Swasta dalam Upaya Percepatan Investasi Jalan Tol dI Indonesia

 
EKONOMI

Mendorong Partisipasi Swasta dalam Upaya Percepatan Investasi Jalan Tol dI Indonesia
Oleh : Adji Krisbandono | 31-Aug-2009, 00:06:46 WIB

KabarIndonesia - Tarif tol akan kembali naik. Setidaknya begitulah berita yang terpampang di beberapa suratkabar ibukota. Kemungkinan besar kenaikannya adalah 15 persen untuk seluruh Indonesia dan tentu saja hal ini akan menuai kritik dan protes masyarakat pengguna jalan tol. Berbagai kalangan menanggapi rencana kenaikan tarif tol ini dengan beragam, beberapa diantaranya mengganggap bahwa seharusnya rencana kenaikan tersebut dipertimbangkan lebih matang lagi khususnya membarenginya dengan pelayanan yang cepat aman dan sesuai SPM (Standar Pelayanan Minimal), mengingat masih banyaknya persoalan yang tidak kunjung tuntas diselesaikan oleh pemerintah.

Kompleksitas Permasalahan Jalan Tol di Indonesia

Segudang pekerjaan rumah pemerintah sebagai regulator pengelolaan jalan tol di Indonesia untuk menangani kompleksnya permasalahan jalan tol ini. Mulai dari banyaknya jalan yang masih berlubang, macet, derek liar, masuknya sepeda motor ke jalur tol, hingga kendala pembebasan lahan Nurdin Manurung selaku Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) mengakui, bahwa banyak pembangunan ruas jalan tol terkendala masalah lahan di masa depan, pembebasan tanah harus dilakukan oleh pemerintah terlebih dahulu, baru kemudian dibangun dan dioperasikan oleh pihak swasta. Karena yang terjadi saat ini adalah pembebasan tanah masuk dalam kontrak, dan siapa yang bertanggung jawab tidak jelas lagi.

Beberapa isu strategis juga melatarbelakangi mengapa pemerintah saat ini gencar melakukan kajian guna mencari terobosan dalam pembiayaan pembangunan infrastruktur, khususnya dalam investasi jalan tol. Jembatan Suramadu sebut saja. Sebagai salah satu mahakarya buatan anak bangsa, dengan dibangunnya jembatan ini diharapkan mampu meningkatkan geliat perekonomian di Jawa Timur khususnya, maupun dalam skala nasional umumnya. Isu disparitas wilayah juga dapat dijawab dengan keberadaan infrastruktur ini.

Partisipasi Swasta dalam Investasi Pembangunan Jalan Tol: Konsep Dasar, Prinsip dan Beberapa Best Practices

Oleh karena itu, guna memberikan rekomendasi bagi pemerintah dalam mempercepat pembangunan infrastruktur, khususnya jalan tol, penulis hendak memberikan beberapa ilustrasi inovasi pembiayaan seperti berikut dengan mengoptimalkan keterlibatan swasta. Beberapa contoh kasus pelibatan swasta dalam investasi jalan tol di Amerika Serikat digunakan sebagai ilustrasi untuk menjajaki kemungkinan konsep ini diterapkan di Indonesia dan prasyarat apa saja yang harus disiapkan oleh pemerintah Indonesia untuk mengimplementasikannya.

Dalam artikelnya “Six Routes to a Toll Road” Brendan Schlauch (2009) menjelaskan bahwa ternyata pada tahun 1794 telah dibuka jalan tol pertama di Amerika Serikat yang murni dibangun dengan dana swasta. Jalan tol tersebut menghubungkan Philadelphia dan Lancaster Turnpike. Keterlibatan pihak swasta dalam pembangunan jalan tol terus berkembang hingga tahun 1937 dimana pemerintah mulai berperan aktif dalam pembiayaan dan pembangunan jalan tol.

Hal senada juga sedang diupayakan oleh pemerintah Florida saat ini dalam pembangunan I-595 Expressway yang dikalkulasi menghabiskan biaya 1,8 miliar dollar. Mega proyek yang akan mengekspansi jalan utama Broward County ini direncanakan selesai pada musim semi 2014 dengan menggunakan skema model “availability payment”, yaitu salah satu skema pembiayaan yang cukup populer di Eropa. Sebuah konsorsium beberapa perusahaan swasta yang dipimpin oleh ACS Infrastructure Development akan meningkatkan kinerja jalan eksisting sepanjang 10,5 mil serta menambah jalur tol. Konsorsium ini juga bertanggungawab atas tahap operasi dan pemeliharaan jalan setelah selesai dibangun. Sebagai gantinya Pemerintah Florida kemudian berkewajiban membayar kepada investor sebesar 1,8 miliar dollar setelah masa konsesi 35 tahun selesai, istilah sederhananya adalah “meminjam” pengelolaan jalan tol tersebut dari swasta.

Contoh kasus lain adalah pembangunan I-495 HOT Lanes di Virginia yang memakan biaya sebesar 1,9 miliar dollar. Pekerjaan ekspansi Washington Beltway plus penambahan jalur tol ini direncanakan selesai pada tahun 2013. Pemerintah Virginia dalam hal ini bertanggungjawab atas seperlima dari total biaya proyek yang mencapai 400 juta dollar. Dua perusahaan besar Fluor dan Transurban akan membiayai sisanya” termasuk untuk pemeliharaan. Sebagai konsekuensinya kedua perusahaan ini akan memperoleh pendapatan tol selama masa sewa/konsesi 75 tahun. Kedua perusahaan ini juga diperbolehkan untuk menetapkan tarif tol sesuai harga pasar. Hal ini ditujukan agar kenyamanan dan keselamatan berkendara tetap terjaga dengan mempertahankan kecepatan konstan kendaraan sebesar 45 mil perjam. Dalam skema ini Pemerintah Virginia tetap mempertahankan kepemilikan jalan tol dan akan menerima pendapatan dari tol ketika pendapatan investasi perusahaan telah melebihi 8 persen.

Penutup: Tantangan Pengembangan Jalan Tol Kedepan

Belajar dari pengalaman Amerika tersebut, ternyata pihak swasta mampu dan memiliki potensi yang sangat besar untuk bisa turut berkontribusi dalam pengusahaan jalan tol, tidak terkecuali di Indonesia. Untuk itu beberapa poin penting berikut harus digarisbawahi agar kerjasama pemerintah dan swasta dalam investasi jalan tol dapat berjalan secara berkelanjutan, antara lain: pertama, mereview perangkat kebijakan terutama yang terkait pengadaan lahan untuk jalan tol Aturan tersebut perlu direvisi agar investor jalan tol bergairah karena aturan yang ada saat ini merugikan investor jika tahap pembebasan tanah masih diserahkan kepada swasta; kedua, pemerintah harus menjamin transparansi pelaksanaan pembebasan lahan agar tidak ada lagi ruang bagi para spekulan tanah yang mencari-cari untung; dan terakhir, kebijakan untuk melakukan reformasi birokrasi secara total bukan satu-satunya solusi. Tetap diperlukan solusi lainnya agar penanganan masalah transportasi lebih terintegrasi, seperti: keberpihakan pemerintah terhadap moda transportasi massal dengan mengembangkan kereta api, subway, MRT, dll.

Referensi
http://www.governing.com/article/six-routes-toll-road, “Six Routes to a Toll Road”.
KOMPAS 25 Maret 2009, “Pembangunan Jalan Tol JORR II Terhadang Masalah Pembebasan Tanah”.
KOMPAS 1 Juli 2009, “Jalur Motor di Jalan Tol Tak Memecahkan Masalah”.
TEMPO Interaktif 20 April 2009, “Privatisasi Jalan Tol Masih Terkendala Masalah Tanah”.

Sumber foto: atom.smasher.org


Blog: http://www.pewarta-kabarindonesia.blogspot.com/
Alamat ratron (surat elektronik): redaksi@kabarindonesia.com
Berita besar hari ini...!!!
Kunjungi segera: http://www.kabarindonesia.com/

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Sisi Lain Wilayah Perbatasanoleh : Ibnu Hafidz
21-Feb-2015, 05:52 WIB


 
  Sisi Lain Wilayah Perbatasan Dua orang pengunjung tengah asyik menikmati suasana waduk Cirata, Kamis, 19/2/2015. Waduk Cirata berada di tiga daerah: Purwakarta, Bandung, dan Cianjur. Tempat ini merupakan pembangkit listrik tenaga air (PLTA) terbesar di Asia Tenggara dengan luas wilayah 62 KM2. Biasanya para
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 

 

 

 

 

 
NamaKU = JiwaKU 25 Feb 2015 08:26 WIB

 

 

 
Banjir Jakarta dan Harapan 19 Feb 2015 22:25 WIB

 

 
Belajar dari Kehidupan Lebah 18 Feb 2015 20:28 WIB


 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia