KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
NasionalSusi Pudjiastuti, Sosok Kontroversi Namun Sarat Prestasi oleh : Badiyo
31-Okt-2014, 14:31 WIB


 
 
Susi Pudjiastuti, Sosok Kontroversi Namun Sarat Prestasi
KabarIndonesia - Usai pengumuman Kabinet Kerja Jokowi-JK, ada satu sosok menteri yang menjadi sorotan dan perhatian publik dan ramai diperbincangkan masyarakat. Sosok itu tak lain adalah Susi Pudjiastuti yang ditunjuk oleh Presiden Joko Widodo untuk menjadi Menteri Kelautan dan Perikanan.
selengkapnya....


 


 
BERITA EKONOMI LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 
Membutuhkan Wartawan/Wartawati 06 Sep 2012 16:29 WIB


 
Kajati Kalteng Kunjungi Katingan 30 Okt 2014 19:41 WIB


 
Dia yang di Tepian Kali 30 Okt 2014 09:32 WIB

Tak Habis Pikir Dia 30 Okt 2014 09:29 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 

 

Pasar Poncol, Riwayatmu Kini

 
EKONOMI

Pasar Poncol, Riwayatmu Kini
Oleh : Jurnalis Suta | 01-Mar-2010, 16:37:35 WIB

KabarIndonesia - Hingga hari ini Pasar Poncol   statusnya masih menjadi pasar JP yang didirikan oleh masyarakat ekonomi kecil kini terus tumbuh dengan perputaran omzet 500 juta per hari  dalam peredaran uang di pasar tersebut seiring dengan perkoprasian simpan pinjam yang terus berjalan.


Pasar yang sudah dikenal sejak tahun 1960 ini kini dalam tumbuh kembangnya masih mengalami pasang surut terdapat 600 lebih kios yang statusnya telah dimiliki oleh para pedagang, padahal lokasi pasar tersebut menempati jalur hijau yang mencapai lahan hampir 300 meter dengan bentuk los.


Kini pasar tersebut yang terkenal bernama pasar loak poncol dalam pengelolaan terdapat dualisme managemen, baik pengelolaan yang dipimpin Karsita maupun koperasi Perhimpunan Pasar Poncol yang beranggotaan 447 anggota koperasi pedagang terpisah yang dipimpin Salman.


Menurut Salman Ketua Koperasi Pasar Poncol,” pada tahun 2010 diupayakan pinjaman KUR dari BRI akan ditingkatkan menjadi 1 milyar dengan asumsi akan dikembangkan melalui kegiatan ekspansi simpan pinjam, dengan serapan kini mencapai 209 anggota koperasi yang dilayani, dan pada tahun ini pinjaman juga akan diperluas bagi non anggota koperasi yang berjualan diponcol dengan pelayanan pinjaman dengan agunan, imbuhnya.


Padahal dalam peningkatan ekonomi Koperasi Pasar Poncol  pada tahun 2009 hasil SHU telah mencapai 236 juta dalam kurun waktu 2 (dua) tahun sejak tahun 2008. Asset pada tahun 2009 juga telah mencapai 381 juta, 450 juta mendapat pinjaman dari program KUR (Kridit Usaha Rakyat) dari Bank BRI.


Mengenai faktor belum singkronisasi dengan pengelola managemen pasar mengakibatkan banyak program yang belum terlaksana akibat perbedaan pandangan dalam visioner pasar kedepan termasuk perluasan lahan maupun sistem pengelolaan yang satu atap.


Kesemerawutan pasar Poncol kini terlihat karena pengelolaan yang tidak diimbangi dengan potensi termasuk parkir liar, saluran air yang tidak baik bila hujan mengakibatkan koridor jalan menjadi banjir. Diharapkan dengan masalah tersebut Pemerintah Kota Jakarta Pusat melalui Sudin UKM Jakarta Pusat dapat melakukan intervensi dalam mengupayakan perubahan kaderisasi pimpinan Pengelola Pasar Poncol untuk lebih professional dalam pengelolaan termasuk pembenahan pasar yang lebih baik.


Menurut  Salman,  Koperasi yang didirikan pada tahun 2007 tidak berjalan  alias “mati suri” entah bagaimana bertanggungan jawabnya, kini kami telah mermbenahi dengan manangemen Koperasi selama 2 tahun mampu memberikan eksisistensi pada kebutuhan pedagang.


Sesuai dengan UU Koperasi Tahun 1992 tentang Perkoperasian yang sehat, maka anggota Koperasi Pasar  Poncol  setiap harinya mencapai 9-10 juta rupiah dana pengembalian dapat terkumpul dari anggota. Disisi lain status JP seharusnya pemerintah kota Sudin UKM dan Koperasi semestinya  memberikan status baru sebagai pasar “LOKBIN” (lokasi binaan) dengan perluasan area pasar yang lebih nyaman dan berkembang, bukan pada masalah retribusi yang kini terus digalakan, akan tetapi pembinaan dan managemen satu atap harus dilakukan, sehingga dana yang ditarik pedagang juga lebih jelas untuk apa.


Kasie Perpasaran Jakarta Pusat  Nasrulah Kasie  mengatakan, Pasar Poncol dengan seluruh potensinya mampu eksis dengan perubahan pasar loak yang juga banyak pedagang yang sudah menjadi grosir, pasalnya mereka lebih mandiri dibawah Koperasinya, akan tetapi rumor tentang pengelolaan yang terpisah sepatutnya tidak perlu terjadi dalam  pengelolaan  satu atap akan lebih baik, ini patut kita hargai.


Achyar (40) salah satu pedagang turut berharap retribusi sesuai dengan pergub No 1 tahun 2006 yang ditarik pedagang semestinya ada konsekuensi logis untuk pembenahan infrastruktur pembangunan pasar yang direncanakan pengelola, bukan pada setoran yang sepenuhnya untuk UKM. Tapi ketika terkendala masalah kerusakan pasar kami masih saja dihimbau untuk iuran kembali, dan sepatutnya kedepannya Sudin UKM dan Koperasi untuk tidak sepihak menyikapi pengelolaan yang tidak baik untuk dibenahi lebih baik. (*)



Blog: http://www.pewarta-kabarindonesia.blogspot.com/  
Alamat ratron (surat elektronik):
redaksi@kabarindonesia.com  
Berita besar hari ini...!!! Kunjungi segera: 
http://www.kabarindonesia.com//

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Penjual Pisang Bertelanjang Kakioleh : Jumari Haryadi
17-Okt-2014, 23:21 WIB


 
  Penjual Pisang Bertelanjang Kaki Mencari nafkah adalah kewajiban seorang pria terhadap keluarganya. Selain bekerja di sektor formal seperti menjadi PNS dan pegawai swasta, bisa juga dilakukan dengan cara berdagang. Tampak seorang pria tengah membawa pisang yang baru diambil dari kebunnya (16/10/14). Dengan bertelanjang kaki, pria
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 
Sastra Tanpa Riset 05 Okt 2014 10:09 WIB

 

 
Idul Adha di Leipzig 08 Okt 2014 13:16 WIB


 

 
Liga Mahasiswa Kian Bergengsi 29 Okt 2014 23:13 WIB

 

 

 

 

 

 
"Remote Sensing" untuk Masyarakat 13 Sep 2014 08:36 WIB

 
Selamat Melayani Pertua-Diaken 12 Okt 2014 11:13 WIB

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia