KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
PolitikRENUNGAN: Krisis Moneter Indonesia 1998 oleh : Wahyu Barata
30-Jul-2014, 02:41 WIB


 
  KabarIndonesia - Setelah beberapa dekade terbuai oleh pertumbuhan yang sangat mengagumkan, di tahun 1998 ekonomi Indonesia mengalami kontraksi sangat hebat hingga menjadi tragedi. Keadaannya berlangsung sangat tragis dan tercatat sebagai periode paling suram dalam sejarah perekonomian Indonesia. Mungkin kita akan
selengkapnya....


 


 
BERITA EKONOMI LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 
Membutuhkan Wartawan/Wartawati 06 Sep 2012 16:29 WIB


 

 
Terima Kasih dari Pengguna Jasa 28 Jul 2014 11:56 WIB

Keniscayaan 23 Jul 2014 05:12 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 
Ditha dan Dina Dukung Argentina! 13 Jul 2014 05:44 WIB


 
Mudik Gratis Bersama Jasa Raharja 26 Jul 2014 23:41 WIB

Resep Pribadi Plecing Kangkung 15 Mei 2014 00:19 WIB

 

Raskin Tak Sampai Rumah Tangga Sasaran

 
EKONOMI

Raskin Tak Sampai Rumah Tangga Sasaran
Oleh : M. Kohar Cahyo Apriono | 08-Mar-2011, 10:43:35 WIB

KabarIndonesia - Magetan, Penyaluran Beras untuk Rumah Tangga Miskin (Raskin) di Magetan Jawa Timur di Desa/Kelurahan tidak tepat sampai ke Rumah Tangga Sasaran.  Hal ini disebabkan karena sebagian besar di sejumlah Desa/Kelurahan pembagian beras dengan cara sistem bagi rata atau sistem giliran.

Pemicu lain, Pemerintah Desa/Kelurahan tidak menaati peraturan dalam juklak-juknis dan tatacara mekanismenya pendistribusian Raskin melalui Kelompok Kerja Masyarakat Miskin (Pokmaskin).  Hal ini disampaikan oleh Wiji Utomo dari Korwil Lembaga Pemantau Penyelenggara Negara RI (LPPNRI) Jawa Timur, kepada wartawan, Senin pekan silam.

Pemantauan di lapangan, Pembagian beras raskin tidak tepat sasaran kepada yang berhak menerima, sehingga rumah tangga yang bukan miskin dapat jatah dan yang Rumah Tangga Miskin Penerima Manfaat (RTM-PM) haknya berkurang.

Sesuai aturan program Raskin Pemerintah, masing-masing Rumah Tangga Miskin Penerima Manfaat (RTM-PM) tiap bulan mendapat jatah 15 kg dengan harga Rp 24.000 (per kg Rp 1600), karena system bagi rata dan di gilir hanya mendapat 5kg, itupun kadang tidak mendapat jatah tiap bulan karena digilir.

Menurur Kasi Permas Drs Sadirun di Kec Barat, saat memberikan pembekalan masalah Alukasi Dana Desa (ADD) tgl 25/2 yang lalu mengatakan, apabila Pemerintahan Desa atau Kepala Desa tidak mau urusan dengan penegak hukum/hukum, sebaiknya Kepala Desa atau Kepala Kelurahan menjalankan program raskin itu sesuai aturan yang telah di tetapkan Pemerintah.

“Kalau jatah per keluarga miskin penerima manfaat mendapat jatah 15 kg, ya berikan apa adanya,” katanya singkat.

Meski system bagi rata atau digilir sudah di musyawarahkan dan di tuangkan dalam bentuk Peraturan Desa (Perdes), kalau Perdes itu bertentangan dengan Peraturan Daerah dan UU di atasnya, perdes itu tidak mempunyai kekuatan apa-apa, kades banyak yang masuk penjara.

Di tempat terpisah Ketua Badan Musyawarah Desa, Kecamatan Karangrejo, Kabuapten Magetan, Drs. Sudarmawan mengatakan, mengakui adanya kesalahan pembagian Raskin di Desa-desa tidak sesuai prosedur baru adanya sosialisasi dari Permas di Kec Barat, tanggal 25 Pebruari lalu, namun itu meski semua salah! semua sudah di musyawarahkan dengan semua elemen tokoh masyarakat dan perangkat desa.

"Buktinya selama ini, sudah bertahun-tahun lama berjalan Pemerintah Kabupaten melalui Camatan menyetujui dan tidak pernah menegur bahkan terkesan membiarkan," katanya. (***)

Keterangan Foto :
Petugas Raskin Desa di Kec, Karangrejo, Kab Magetan


Blog: http://www.pewarta-kabarindonesia.blogspot.com/
Alamat ratron (surat elektronik): redaksi@kabarindonesia.com
Berita besar hari ini...!!! Kunjungi segera:
www.kabarindonesia.com

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Miniatur Masjid Bahan Bekasoleh : Johanes Krisnomo
25-Jul-2014, 00:40 WIB


 
  Miniatur Masjid Bahan Bekas Jelang Hari Raya Idul Fitri 1435 H, mengundang kreatifitas untuk membuat karya unik berupa minatur sebuah masjid dari barang-barang bekas seperti kardus, kaleng dan bola plastik. Contohnya, Rudi Iskandar (38 thn), karyawan PT. Ultrajaya di Padalarang, Bandung, menyumbangkan hasil karyanya
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 
PILPRES 2014: Tidak Perlu Fanatik 07 Jul 2014 19:08 WIB


 

 

 

 

 

 

 

 
Mantan Pengguna Perlu Pertolongan 15 Jul 2014 23:00 WIB


 
Kampanye LEBE 28 Apr 2014 07:21 WIB

 
Tak Selamanya Teknologi Mahal 03 Jun 2014 09:05 WIB

 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia