KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
OpiniSwasembada Pangan Era Pembangunan, Sebuah Kenangan akan Harapan oleh : Iin Suwandi
04-Mar-2015, 11:53 WIB


 
  KabarIndonesia - Pangan merupakan salah satu kebutuhan primer yang paling mendasar bagi manusia. Kebutuhan pangan sangat penting bagi kehidupan umat manusia yang akan mempengaruhi sendi kehidupan lainnya. Kehidupan sosial politik suatu negara akan terganggu manakala rakyat lapar karena seluruh rakyat
selengkapnya....


 


 
BERITA EKONOMI LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 
 

 
Derita Hilang, Keluhan Hilang 04 Mar 2015 11:45 WIB

Beras ... Riwayatmu Kini 04 Mar 2015 11:44 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 
Banjir Bikin Stres Deera Idol! 18 Feb 2015 20:35 WIB


 

 

Raskin Tak Sampai Rumah Tangga Sasaran

 
EKONOMI

Raskin Tak Sampai Rumah Tangga Sasaran
Oleh : M. Kohar Cahyo Apriono | 08-Mar-2011, 10:43:35 WIB

KabarIndonesia - Magetan, Penyaluran Beras untuk Rumah Tangga Miskin (Raskin) di Magetan Jawa Timur di Desa/Kelurahan tidak tepat sampai ke Rumah Tangga Sasaran.  Hal ini disebabkan karena sebagian besar di sejumlah Desa/Kelurahan pembagian beras dengan cara sistem bagi rata atau sistem giliran.

Pemicu lain, Pemerintah Desa/Kelurahan tidak menaati peraturan dalam juklak-juknis dan tatacara mekanismenya pendistribusian Raskin melalui Kelompok Kerja Masyarakat Miskin (Pokmaskin).  Hal ini disampaikan oleh Wiji Utomo dari Korwil Lembaga Pemantau Penyelenggara Negara RI (LPPNRI) Jawa Timur, kepada wartawan, Senin pekan silam.

Pemantauan di lapangan, Pembagian beras raskin tidak tepat sasaran kepada yang berhak menerima, sehingga rumah tangga yang bukan miskin dapat jatah dan yang Rumah Tangga Miskin Penerima Manfaat (RTM-PM) haknya berkurang.

Sesuai aturan program Raskin Pemerintah, masing-masing Rumah Tangga Miskin Penerima Manfaat (RTM-PM) tiap bulan mendapat jatah 15 kg dengan harga Rp 24.000 (per kg Rp 1600), karena system bagi rata dan di gilir hanya mendapat 5kg, itupun kadang tidak mendapat jatah tiap bulan karena digilir.

Menurur Kasi Permas Drs Sadirun di Kec Barat, saat memberikan pembekalan masalah Alukasi Dana Desa (ADD) tgl 25/2 yang lalu mengatakan, apabila Pemerintahan Desa atau Kepala Desa tidak mau urusan dengan penegak hukum/hukum, sebaiknya Kepala Desa atau Kepala Kelurahan menjalankan program raskin itu sesuai aturan yang telah di tetapkan Pemerintah.

“Kalau jatah per keluarga miskin penerima manfaat mendapat jatah 15 kg, ya berikan apa adanya,” katanya singkat.

Meski system bagi rata atau digilir sudah di musyawarahkan dan di tuangkan dalam bentuk Peraturan Desa (Perdes), kalau Perdes itu bertentangan dengan Peraturan Daerah dan UU di atasnya, perdes itu tidak mempunyai kekuatan apa-apa, kades banyak yang masuk penjara.

Di tempat terpisah Ketua Badan Musyawarah Desa, Kecamatan Karangrejo, Kabuapten Magetan, Drs. Sudarmawan mengatakan, mengakui adanya kesalahan pembagian Raskin di Desa-desa tidak sesuai prosedur baru adanya sosialisasi dari Permas di Kec Barat, tanggal 25 Pebruari lalu, namun itu meski semua salah! semua sudah di musyawarahkan dengan semua elemen tokoh masyarakat dan perangkat desa.

"Buktinya selama ini, sudah bertahun-tahun lama berjalan Pemerintah Kabupaten melalui Camatan menyetujui dan tidak pernah menegur bahkan terkesan membiarkan," katanya. (***)

Keterangan Foto :
Petugas Raskin Desa di Kec, Karangrejo, Kab Magetan


Blog: http://www.pewarta-kabarindonesia.blogspot.com/
Alamat ratron (surat elektronik): redaksi@kabarindonesia.com
Berita besar hari ini...!!! Kunjungi segera:
www.kabarindonesia.com

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Kecamatan Tanjung Raja Menjadi Juara MTQ ke-42 Lampung Utaraoleh : Jumari Haryadi
01-Mar-2015, 10:19 WIB


 
  Kecamatan Tanjung Raja Menjadi Juara MTQ ke-42 Lampung Utara Lomba MTQ ke-42 Lampung Utara yang berlangsung sejak 23 Februari 2015 di desa Subik Kecamatan Abung Tengah berakhir pada 27 Februari 2015. Kegiatan yang diikuti 230 peserta dari 23 kecamatan tersebut dimenangkan oleh Kecamatan Tanjung Raja dan menempatkannya sebagai
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 
Mereka Tak Tahu Terlahir Kaya 02 Mar 2015 02:13 WIB


 

 

 

 

 
NamaKU = JiwaKU 25 Feb 2015 08:26 WIB

 

 

 
Banjir Jakarta dan Harapan 19 Feb 2015 22:25 WIB

 

 
Belajar dari Kehidupan Lebah 18 Feb 2015 20:28 WIB


 
  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia