KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
NasionalKonferensi Asia Afrika ke-60 Diikuti 79 Negara Asia Afrika oleh : Bambang
21-Apr-2015, 00:30 WIB


 
 
Konferensi Asia Afrika ke-60 Diikuti 79 Negara Asia Afrika
KabarIndonesia - Pejambon (Jakarta), Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menggelar temu pers di Kantor Kemenlu Pejambon, Jakarta. Pada Dita Faisal (tvOne), Ira Kusno (Kompas TV), Najwa Shihab (Metro TV) dan Pewarta Kabarindonesia, beliau mengatakan bahwa seluruh isi Deklarasi/Dasa Sila Bandung
selengkapnya....


 


 
BERITA EKONOMI LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 
 
Sakit Hati Dipolisikan 04 Apr 2015 11:06 WIB

 
Mooi Bandoeng 19 Apr 2015 11:35 WIB

Dialog via SMS 16 Apr 2015 14:15 WIB

 
Tahura Sultan Adam 13 Apr 2015 02:01 WIB


 
BERITA LAINNYA
 
RESENSI NOVEL: Let Me Be With You 04 Apr 2015 10:55 WIB

 
Sang Penantang Takdir! 16 Apr 2015 08:55 WIB

Krisis Kepercayaan Narasumber 15 Apr 2015 07:48 WIB

 
 
EKONOMI

Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 2012 Diprediksi 6,3 - 6,7 Persen
Oleh : Rachmad Yuliadi Nasir | 21-Des-2011, 09:13:19 WIB

KabarIndonesia - Walaupun dunia terus mengalami krisis, apalagi negara-negara panik menghadapi krisis ekonomi yang menimpa negara mereka. Indonesia di perkirarakan tidak kena imbas krisis ekonomi dari negara-negara eropa tetapi harus tetap waspada. Ada sejumlah tantangan dan risiko di tingkat domestik dan global yang tetap perlu diantisipasi. Optimisme terjadi tapi ada tantangan-tantangan baik domestik maupun global.

Bila menghadapi awal tahun 2011 yang lalu tercatat sembilan tantangan dan resiko domestik yang perlu diantisipasi, yaitu tantangan atas kemungkinan terjadinya gelembung nilai aset (asset bubble) dan inflasi karena kurangnya daya serap ekonomi nasional terhadap masuknya modal asing, termasuk yang jangka pendek. Risiko terhentinya arus modal masuk dan bahkan terjadinya penarikan kembali modal masuk dalam jumlah besar. Tantangan lain adalah subsidi energi dan alokasi yang tidak efisien, risiko inflasi oleh komponen makanan, pendidikan dan ekspektasi, serta tantangan infrastruktur dan transportasi yang kurang memadai.

Empat tantangan domestik lainnya adalah peningkatan daya saing dan kualitas tenaga terdidik, daya serap atau belanja pemerintah, risiko terkait politik dah hukum serta terkait perubahan iklim, bencana alam dan krisis keuangan. Ada lima tantangan dan risiko global yang dicatat KEN (Komite Ekonomi Nasional), yaitu pemulihan ekonomi negara maju yang masih akan lama karena persoalan struktural serta persoalan geopolitik dan geoekonomi G-20, seperti penyelesaian persoalan ketidakseimbangan ekonomi dunia, perang kurs dan potensi perang Korea. Tantangan dan risiko global lainnya adalah kebijakan banjir likuiditas Amerika Serikat Quantitative Easing yang diambil dalam rangka menyelamatkan diri sendiri, dilema perang kurs dan risiko gagal bayar hutang negara-negara Eropa.

Untuk menghadapi tahun 2012 ini Presiden instruksikan jajaran pemerintah untuk menjaga sektor riil di tengah situasi krisis global dan melemahnya volume ekspor Indonesia ke luar negeri. Sektor riil dikatakan dapat menjadi penopang utama perekonomian Indonesia. Sektor riil yang bagus mencegah dampak pemutusan hubungan kerja. Belanja modal dan belanja barang pada tahun anggaran 2011 harus lebih dioptimalkan, belanja pemerintah dapat turut membuat perekonomian di Indonesia berjalan.Saat ini, realisasi belanja pemerintah hingga 30 November ini mencapai 71 persen.

Pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2012 diperkirakan akan melaju pada kisaran 6,3 persen - 6,7 persen. Namun bila tiga penyakit bangsa bisa diatasi seperti korupsi, inefisiensi birokrasi dan soal infrastruktur, pertumbuhan ekonomi Indonesia bisa lebih tinggi lagi," kata Ketua Komite Ekonomi Indonesia (KEN) Chairul Tanjung.

Selama ini pertumbuhan ekonomi nasional banyak ditopang oleh hasil sumber daya alam dan konsumsi domestik. Sementara pembangunan infrastruktur di Indonesia masih jauh tertinggal. Sebaliknya ekonomi China bisa tumbuh tinggi karena pembangunan infrastrukturnya berlangsung massif.

Gejolak di pasar keuangan dunia dan resesi di kawasan Eropa berpotensi mengganggu perekonomian Indonesia. Pertumbuhan ekspor diperkirakan akan menurun akibat pelemahan permintaan barang dari negara maju seperti Eropa dan Amerika. Akibat melambatnya pertumbuhan ekonomi global, ujar Chairul, pertumbuhan ekspor akan melambat dari sekitar 15 persen menjadi 10 persen. Untuk memacu pertumbuhan domestik, pemerintah harus dapat meningkatkan penyerapan anggaran belanjanya. (*)


Blog: http://www.pewarta-kabarindonesia.blogspot.com/
Alamat ratron (surat elektronik): redaksi@kabarindonesia.com
Berita besar hari ini...!!! Kunjungi segera:
http://kabarindonesia.com/


 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Bandung Siap Sambut KAA 2015oleh : Johanes Krisnomo
19-Apr-2015, 13:53 WIB


 
  Bandung Siap Sambut KAA 2015 Geliat suasana persiapan gelaran Peringatan Konferensi Asia Afrika (KAA), Bandung, 24 April 2015 tampak meriah dan bersemangat. Penyelesaian tahap akhir sarana dan prasarana pendukung masih tampak di beberapa tempat di sekitar Gedung Merdeka, Jalan Asia Afrika, Bandung, tempat berlangsungnya acara.
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 
Ironis di Negara Agraris 08 Apr 2015 11:24 WIB


 

 
 

 

 

 

 
Mobil, Buku, Soekarno dan Mandela 16 Apr 2015 14:11 WIB


 

 

 

 

 
  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia