KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
NasionalDankormar Paparkan Program Soll ke Menko Maritim oleh : Dispen Kormar
28-Jul-2015, 09:19 WIB


 
 
Dankormar Paparkan Program Soll ke Menko Maritim
KabarIndonesia - Komandan Korps Marinir (Dankormar) Mayjen TNI (Mar) Buyung Lalana, S.E., memaparkan kegiatan program SOLL (Save Our Litoral Life) yang saat ini sedang gencar-gencarnya digalakkan Korps Marinir ke Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Dr. Ir. Dwisuryo Indroyono Soesilo, M.Sc, di
selengkapnya....


 


 
BERITA EKONOMI LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 
 

 
Pikiranku 19 Jul 2015 06:37 WIB

Hilang Arah 19 Jul 2015 06:35 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 

 
 
EKONOMI

Petronas Disayang, Pertamina Ditendang
Oleh : Masykur A. Baddal | 30-Jan-2012, 05:15:33 WIB

KabarIndonesia - Heboh sekitar penanganan bahan bakar minyak (bbm), semakin santer terdengar di dalam negeri. Apalagi semakin mendekatnya rencana penerapan pembatasan penggunaan bahan bakar premium kepada kendaraan pribadi. Sedianya akan dimulai awal April 2012 mendatang.

Hal yang tidak kalah pentingnya, Pertamina sebagai salah satu BUMN yang mendominasi pengelolaan sumber energi bbm di tanah air.  Dari beberapa waktu yang lalu telah merencanakan ekspansi pendirian SPBU di beberapa negara asing. Demi peningkatan efektifitas produksi, layaknya sebuah perusahaan energi yang berskala internasional.

Namun, keinginan tersebut ternyata tidak semudah seperti yang dibayangkan. Malaysia, sebagai salah satu negara tujuan ekspansi Pertamina, tanpa tendeng aling-aling langsung melemparkan sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi terlebih dahulu oleh Pertamina, sebelum mendirikan SPBU di negeri jiran itu. Gilanya, persyaratan tersebut dinilai terlalu berat oleh Pertamina karena salah satunya harus mendirikan kilang minyak di negeri itu yang akan menelan investasi minimal USD 20 milyar.

Tentu saja, hal ini sangat bertolak belakang dengan apa yang didapat oleh Malaysia dengan Petronasnya, serta beberapa SPBU asing lainnya yang beroperasi di Indonesia. Karena tanpa harus mendirikan kilang minyak di Indonesia, mereka dapat dengan leluasa mendirikan SPBU di seluruh pelosok tanah air.
 
Perlakuan Malaysia yang dinilai tidak fair tersebut, telah mendorong petinggi di Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral berkomentar. Evita Legowo, Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi dalam relisnya kepada detik.com (26/1/2012) mengatakan, “Saat ini pemerintah sedang mengkaji, setiap SPBU Asing yang beroperasi di Indonesia wajib mendirikan kilangnya di Indonesia. Kebijakan tersebut sedang kami bahas, termasuk pengetatan izin operasi SPBU Asing di Indonesia.”

Sikap Malaysia yang diskriminatif itu dibanding perlakuan Pemerintah Indonesia terhadap SPBU Petronas Malaysia, yang telah bercokol di Indonesia sejak beberapa tahun yang lalu, serta telah memiliki paling sedikit 19 SPBU tersebar di seluruh nusantara, menyebabkan timbulnya reaksi keras dari masyarakat. Bahkan, beberapa anggota Komisi VII DPR RI, merekomendasikan kepada Pemerintah untuk segera mencabut izin semua SPBU Petronas yang beroperasi di Indonesia.

Seharusnya, dalam menyikapi masalah ini, Pemerintah Indonesia harus mengedepankan langkah persuasif sehingga tidak menimbulkan kerugian finansial yang lebih besar akibat terhentinya aktifitas bisnis. Adapun sikap yang ditunjukkan beberapa anggota Komisi VII DPR RI, bukanlah sebuah solusi tapi hanya ungkapan spontanitas yang timbul akibat dorongan emosional yang sangat tinggi.

Pemerintah, sebelum membuat regulasi berkenaan dengan izin pendirian SPBU asing di dalam negeri, seharusnya terlebih dahulu sudah melakukan studi comparasi dengan beberapa negara asing di kawasan.  Dengan begitu sewaktu diterapkan tidak memberatkan salah satu pihak atau merasa didiskriminasi karena regulasi tersebut telah sesuai dengan yang berlaku di beberapa negara di kawasan, menyangkut izin pendirian SPBU di masing-masing negara.

Namun, hal yang sangat mencengangkan, seolah-olah semua persyaratan yang dibuat selama ini menyangkut izin pendirian SPBU asing di tanah air, hanya berpegang kepada landasan ABS (asal bapak senang), atau berdasarkan order pihak-pihak tertentu. Ini mengakibatkan rentan timbulnya berbagai konflik yang datang silih berganti akibat keputusan yang kurang teruji keakuratannya. Dikhawatirkan dapat mengancam kerjasama yang lebih luas antar kedua bangsa di masa depan. (*)



Blog: http://www.pewarta-kabarindonesia.blogspot.com/
Alamat ratron (surat elektronik): redaksi@kabarindonesia.com
Berita besar hari ini...!!! Kunjungi segera:
http://kabarindonesia.com//




 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Mengelola Bisnis Menggiurkan di Tapanulioleh : Leonardo Tolstoy Simanjuntak
24-Jul-2015, 20:08 WIB


 
  Mengelola Bisnis Menggiurkan di Tapanuli Demam batu akik sudah berlangsung hampir setengah tahun sejak Februari 2015. Demam akik juga melanda kawasan Tapanuli di Sumatera Utara. Tapanuli Tengah misalnya sudah melakukan pameran akik. Fenomena akik juga mewarnai kawasan Tapanuli Utara. Awalnya hanya dua orang pengelola, belakangan
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 
TNI Polri Jangan Mau Diadu Domba 28 Jul 2015 09:27 WIB

Mewujudkan Damai Itu Indah 27 Jul 2015 23:03 WIB

 

 

 

 
Jadwal Copa America 2015 11 Jun 2015 13:43 WIB

 
Mengenang Chris Siner Key Timu 13 Mei 2015 18:00 WIB

Badan Kecil, Semangat Tinggi 30 Apr 2015 07:41 WIB

 
Strategi Pilkada Ala Roro Fitria 14 Jul 2015 09:46 WIB

 

 
Deteksi Kanker Sejak Dini 06 Jul 2015 22:55 WIB


 

 

 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia