KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
Top ReporterTop Reporter HOKI Maret 2017 oleh : Redaksi-kabarindonesia
29-Mar-2017, 04:31 WIB


 
 
KabarIndonesia - Eliyah Acantha Manapa Sampetoding atau sering dipanggil Antha, lahir di Ujung Pandang (Kota Makassar), Sulawesi Selatan, 19 November 1991. Antha berdarah Toraja.
selengkapnya....


 


 
BERITA EKONOMI LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 
 

 
Langkah Menuju Pasti 23 Mar 2017 23:05 WIB

Walau Satu Detik Bersama Tuhan 10 Mar 2017 04:05 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 

 
 
EKONOMI

Perekonomian Batam Berpotensi Tumbuh Tiga Kali Lipat
Oleh : Hotma D.l. Tobing | 21-Apr-2013, 23:04:41 WIB

KabarIndonesia-Jakarta, Perekonomian Batam dapat tumbuh dua atau tiga kali lipat dari saat ini jika potensi yang ada benar-benar diberdayakan dan sejumlah faktor penghambat dihilangkan. Demikian disampaikan Direktur Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Hadiyanto dalam sosialisasi Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 40/PMK.06/2013  tentang Tata Cara Pengelolaan Aset pada Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam pada Kamis (9/4). Demikian Fiscal News (17/04).

Hadiyanto menambahkan, besarnya potensi ekonomi yang dimiliki Batam belum mampu dimanfaatkan secara optimal, yang mengakibatkan masih tertinggalnya Batam dibanding kawasan perdagangan bebas di negara tetangga. Sebagai contoh, dalam hal pelayanan bongkar muat peti kemas.  Kemampuan pelayanan terminal peti kemas di Pelabuhan Batu Ampar saat ini kapasitasnya sekitar 200.000 TEU (twenty-foot equivalent unit).

Sementara, Pelabuhan Klang dan Tanjung Pelepas di Malaysia, masing-masing sudah mencapai 8 juta TEU dan 6 juta TEU. “Di Singapura (kapasitasnya) telah mencapai 38 juta TEU,” tambahnya.
Menurutnya, fasilitas pendukung Pelabuhan Batu Ampar harus terus ditingkatkan, seiring dengan terus meningkatnya investasi di Batam. “Dengan status kawasan perdagangan bebas (free trade zone), tingkat investasi di Batam terus meningkat. Fasilitas pendukung juga harus terus mengalami perbaikan,” ujar Hadiyanto.

Untuk itu, pemerintah, dalam hal ini Kementerian Keuangan telah menunjukkan dukungannya melalui  penetapan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 4/PMK.06/2013 tentang Tata Cara Pengelolaan Aset pada Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam (BP Batam). Hadiyanto menjelaskan, ruang lingkup pengaturan PMK ini meliputi seluruh aset yang dimiliki oleh BP Batam dengan mekanisme seperti yang telah diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 2006 tentang Pengelolaan Barang Milik Negara/Daerah dengan beberapa fleksibilitas, tetapi tetap mengedepankan tata kelola aset yang transparan dan akuntabel.

Dengan fleksibilitas tersebut, pihaknya berharap BP Batam dapat bersaing dalam menawarkan iklim investasi yang lebih baik kepada investor, yang pada akhirnya dapat meningkatkan pertumbuhan perekonomian nasional dengan meningkatnya pendapatan negara, penyerapan tenaga kerja, pengembangan sumber daya, dan pengembangan infrastruktur bertaraf internasional. "Potensi Batam besar, dan Batam memang punya magnet tersendiri, Tapi kalau tidak segera memprioritaskan dengan baik dan tidak benar-benar mengeksekusinya, maka hasilnya juga tidak akan baik," tegasnya.***




Blog: http://www.pewarta-kabarindonesia.blogspot.com/ 
Alamat ratron (surat elektronik): 
redaksi@kabarindonesia.com 
Berita besar hari ini...!!! Kunjungi segera:
www.kabarindonesia.com

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 



Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 
Cara Membangun TNI AD Yang Kuat 26 Mar 2017 21:53 WIB

Kavaleri Udara TNI AD 25 Mar 2017 11:08 WIB

 
Presiden Kagumi Dalihan Natolu 28 Mar 2017 12:23 WIB


 

 

 

 

 

 

 

 

 

 
Berdoa untuk Perdamaian Dunia 11 Mar 2017 19:07 WIB

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia