KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
NasionalBusa Anti Api Temuan Korem 044/GAPO, Murah dan Efektif Padamkan Kebakaran Hutan oleh : Dedi Sugiri
25-Jun-2016, 09:45 WIB


 
 
Busa Anti Api Temuan Korem 044/GAPO, Murah dan Efektif Padamkan Kebakaran Hutan
KabarIndonesia - Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) harus diatasi secara cepat.  Karenanya, Korem 044/Gapo selalu melaksanakan pemantauan secara terus menerus di wilayah yang disinyalir rawan kebakaran. Dengan begitu, apabila terjadi kebakaran akan cepat diatasi.

Selain melaksanakan
selengkapnya....


 


 
BERITA EKONOMI LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 
 

 
Kala Senja di Tanah Gayo 24 Jun 2016 12:58 WIB

Ramdhan Kali Ini 24 Jun 2016 12:58 WIB

 
Desa Cimanggu Menuju Desa Wisata 18 Mei 2016 10:53 WIB


 
BERITA LAINNYA
 

 
Anakku Tertular Virus Menulis 23 Jun 2016 10:38 WIB


 
 
EKONOMI

Perekonomian Batam Berpotensi Tumbuh Tiga Kali Lipat
Oleh : Hotma D.l. Tobing | 21-Apr-2013, 23:04:41 WIB

KabarIndonesia-Jakarta, Perekonomian Batam dapat tumbuh dua atau tiga kali lipat dari saat ini jika potensi yang ada benar-benar diberdayakan dan sejumlah faktor penghambat dihilangkan. Demikian disampaikan Direktur Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Hadiyanto dalam sosialisasi Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 40/PMK.06/2013  tentang Tata Cara Pengelolaan Aset pada Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam pada Kamis (9/4). Demikian Fiscal News (17/04).

Hadiyanto menambahkan, besarnya potensi ekonomi yang dimiliki Batam belum mampu dimanfaatkan secara optimal, yang mengakibatkan masih tertinggalnya Batam dibanding kawasan perdagangan bebas di negara tetangga. Sebagai contoh, dalam hal pelayanan bongkar muat peti kemas.  Kemampuan pelayanan terminal peti kemas di Pelabuhan Batu Ampar saat ini kapasitasnya sekitar 200.000 TEU (twenty-foot equivalent unit).

Sementara, Pelabuhan Klang dan Tanjung Pelepas di Malaysia, masing-masing sudah mencapai 8 juta TEU dan 6 juta TEU. “Di Singapura (kapasitasnya) telah mencapai 38 juta TEU,” tambahnya.
Menurutnya, fasilitas pendukung Pelabuhan Batu Ampar harus terus ditingkatkan, seiring dengan terus meningkatnya investasi di Batam. “Dengan status kawasan perdagangan bebas (free trade zone), tingkat investasi di Batam terus meningkat. Fasilitas pendukung juga harus terus mengalami perbaikan,” ujar Hadiyanto.

Untuk itu, pemerintah, dalam hal ini Kementerian Keuangan telah menunjukkan dukungannya melalui  penetapan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 4/PMK.06/2013 tentang Tata Cara Pengelolaan Aset pada Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam (BP Batam). Hadiyanto menjelaskan, ruang lingkup pengaturan PMK ini meliputi seluruh aset yang dimiliki oleh BP Batam dengan mekanisme seperti yang telah diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 2006 tentang Pengelolaan Barang Milik Negara/Daerah dengan beberapa fleksibilitas, tetapi tetap mengedepankan tata kelola aset yang transparan dan akuntabel.

Dengan fleksibilitas tersebut, pihaknya berharap BP Batam dapat bersaing dalam menawarkan iklim investasi yang lebih baik kepada investor, yang pada akhirnya dapat meningkatkan pertumbuhan perekonomian nasional dengan meningkatnya pendapatan negara, penyerapan tenaga kerja, pengembangan sumber daya, dan pengembangan infrastruktur bertaraf internasional. "Potensi Batam besar, dan Batam memang punya magnet tersendiri, Tapi kalau tidak segera memprioritaskan dengan baik dan tidak benar-benar mengeksekusinya, maka hasilnya juga tidak akan baik," tegasnya.***




Blog: http://www.pewarta-kabarindonesia.blogspot.com/ 
Alamat ratron (surat elektronik): 
redaksi@kabarindonesia.com 
Berita besar hari ini...!!! Kunjungi segera:
www.kabarindonesia.com

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Ragam UKM di Masyarakatoleh : Zulkarnaen Syri Lokesywara
13-Jun-2016, 12:58 WIB


 
  Ragam UKM di Masyarakat Harjono, 64 tahun, adalah salah satu pengrajin payung kertas yang masih bertahan di Desa Kwarasan, Juwiring-Klaten. Menurut Pak Harjono di rumahnya, 22/5, serbuan payung lawa/kelelawar -sebutan payung kain berwarna hitam produk China- menyurutkan kejayaan payung kertas Juwiring. Kini para pengrajin
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 
TNI Tanggap Bencana 24 Jun 2016 12:59 WIB


 

 
 

 

 
Sayur untuk Hidup 13 Jun 2016 09:27 WIB


 

 

 

 

 

 

 
  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia