KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
ProfilDian Ediono, GM Garuda Indonesia dan Gaya Kepemimpinan Indonesia oleh : Robert - Hoki
15-Sep-2014, 11:02 WIB


 
 
Dian Ediono, GM Garuda Indonesia dan Gaya Kepemimpinan Indonesia
KabarIndonesia - Belanda, Kompetisi bisnis antar maskapai penerbangan di Indonesia tergolong tinggi. Pasalnya banyak perusahaan swasta, asing dan milik negara yang memperebutkan pelanggan.
Kesuksesan Garuda Indonesia, sebagai salah satu perusahaan berpelat merah (milik negara) yang bergerak dalam dunia penerbangan dalam negeri
selengkapnya....


 


 
BERITA EKONOMI LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 
Membutuhkan Wartawan/Wartawati 06 Sep 2012 16:29 WIB


 

 
Mengaduk Rasa 15 Sep 2014 10:45 WIB

Pergi 12 Sep 2014 12:44 WIB

 
Sumut Gelar Festival Budaya 03 Sep 2014 12:58 WIB



 
BERITA LAINNYA
 
Gita Gutawa, Diva Muda Indonesia 06 Sep 2014 09:34 WIB

Raffi Achmad Tagih Janji Jokowi 31 Aug 2014 04:13 WIB

 

 
 
EKONOMI

Pendapatan Negara 2014 Direncanakan Naik 10,7 Persen
Oleh : Hotma D.l. Tobing | 26-Aug-2013, 12:15:25 WIB

KabarIndonesia-Jakarta,  Pendapatan negara dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2014 direncanakan mencapai Rp1.662,5 triliun. Hal tersebut disampaikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono saat membacakan pengantar Nota Keuangan dan RAPBN 2014 di Gedung DPR, Jumat (15/8).
"Jumlah ini meningkat 10,7 persen dari target pendapatan negara pada APBN-P 2013 yang sebesar Rp1.502 triliun," katanya.
Sedangkan anggaran belanja negara direncanakan sebesar Rp1.816,7 triliun. "Jumlah ini naik 5,2 persen dari pagu belanja negara pada APBN-P 2013 yang sebesar Rp1.726,2 triliun," ungkapnya. Demikian disiarkan  Fiscal News (9/08).

Penerimaan negara dari sektor perpajakan direncanakan sebesar Rp1.310,2 triliun. Angka tersebut meningkat 14,1 persen dari target dalam APBN-P 2013 sebesar Rp1.148,4 triliun. Dengan penerimaan pajak sebesar itu, maka rasio perpajakan terhadap PDB (tax ratio) mengalami peningkatan dari 12,2 persen di tahun 2013 menjadi 12,6 persen di tahun 2014. 

"Sedangkan tax ratio dalam arti luas, dengan mempertimbangkan pajak daerah dan penerimaan sumber daya alam jumlahnya telah mencapai 15,5 persen," kata presiden.
Presiden juga menegaskan, pemerintah terus berupaya untuk meningkatkan kualitas belanja negara secara menyeluruh. Oleh karenanya, pemerintah telah menggariskan lima langkah-langkah yang meliputi, pertama mempertajam alokasi belanja untuk mendukung pembangunan infrastruktur, penciptaan kesempatan kerja, dan pengentasan kemiskinan. Tidak hanya itu, alokasi belanja juga diarahkan agar medukung pembangunan yang inklusif berkelanjutan dan ramah lingkungan.

Langkah kedua adalah melakukan penghematan terhadap kegiatan yang kurang produktif, seperti biaya perjalan dinas, rapat kerja, workshop, seminar, dan berbagai kegiatan serupa. 
Langkah ketiga, menyempurnakan kebijakan subsidi, seperti mengubah secara bertahap sistem subsidi dari subisidi harga menajdi subsidi yang lebih tepat sasaran.
"Keempat, memperluas pelaksanaan reformasi birokrasi. Hal ini dilakukan melalui penataan organisasi, penyempurnaan proses bisnis, dan peningkatan kualitas serta kompetensi sumber daya manusia, yang didukung dengan pemberian remunerasi yang lebih baik," jelas kepala negara.

Langkah kelima, penerapan sistem reward and punishment dalam pengalokasian anggaran. "Bagi kementerian dan lembaga serta daerah yang dapat mengelola anggaran dengan baik akan diberikan tambahan alokasi anggaran. Sebaliknya alokasi anggaran akan dipotong bagi kementerian dan lembaga serta daerah yang tidak dapat mencapai target," katanya.***




Blog: http://www.pewarta-kabarindonesia.blogspot.com/ 
Alamat ratron (surat elektronik): redaksi@kabarindonesia.com 
Berita besar hari ini. Kunjungi segera:
http://www.kabarindonesia.com///

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Jalan Bukan Tempat Jualanoleh : Jumari Haryadi
15-Sep-2014, 17:12 WIB


 
  Jalan Bukan Tempat Jualan Jalan raya diciptakan manusia untuk lalu lintas kendaraan. Namun sayangnya, masih banyak masyarakat memanfaatkannya sebagai tempat berjualan. Kondisi ini bisa menyebabkan jalan menjadi kotor dan terkesan kumuh, juga bisa menyebabkan kemacetan. Dalam foto di atas terlihat pemandangan di daerah Andir, Jalan
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 

 

 

 

 

 

 

 
Desa di Sumut Butuh Dokter 15 Sep 2014 10:43 WIB

 

 
"Remote Sensing" untuk Masyarakat 13 Sep 2014 08:36 WIB


 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia