KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
Top ReporterTop Reporter HOKI Maret 2017 oleh : Redaksi-kabarindonesia
29-Mar-2017, 04:31 WIB


 
 
KabarIndonesia - Eliyah Acantha Manapa Sampetoding atau sering dipanggil Antha, lahir di Ujung Pandang (Kota Makassar), Sulawesi Selatan, 19 November 1991. Antha berdarah Toraja.
selengkapnya....


 


 
BERITA EKONOMI LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 
 

 
Langkah Menuju Pasti 23 Mar 2017 23:05 WIB

Walau Satu Detik Bersama Tuhan 10 Mar 2017 04:05 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 

 
 
EKONOMI

Pendapatan Negara 2014 Direncanakan Naik 10,7 Persen
Oleh : Hotma D.l. Tobing | 26-Aug-2013, 12:15:25 WIB

KabarIndonesia-Jakarta,  Pendapatan negara dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2014 direncanakan mencapai Rp1.662,5 triliun. Hal tersebut disampaikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono saat membacakan pengantar Nota Keuangan dan RAPBN 2014 di Gedung DPR, Jumat (15/8).
"Jumlah ini meningkat 10,7 persen dari target pendapatan negara pada APBN-P 2013 yang sebesar Rp1.502 triliun," katanya.
Sedangkan anggaran belanja negara direncanakan sebesar Rp1.816,7 triliun. "Jumlah ini naik 5,2 persen dari pagu belanja negara pada APBN-P 2013 yang sebesar Rp1.726,2 triliun," ungkapnya. Demikian disiarkan  Fiscal News (9/08).

Penerimaan negara dari sektor perpajakan direncanakan sebesar Rp1.310,2 triliun. Angka tersebut meningkat 14,1 persen dari target dalam APBN-P 2013 sebesar Rp1.148,4 triliun. Dengan penerimaan pajak sebesar itu, maka rasio perpajakan terhadap PDB (tax ratio) mengalami peningkatan dari 12,2 persen di tahun 2013 menjadi 12,6 persen di tahun 2014. 

"Sedangkan tax ratio dalam arti luas, dengan mempertimbangkan pajak daerah dan penerimaan sumber daya alam jumlahnya telah mencapai 15,5 persen," kata presiden.
Presiden juga menegaskan, pemerintah terus berupaya untuk meningkatkan kualitas belanja negara secara menyeluruh. Oleh karenanya, pemerintah telah menggariskan lima langkah-langkah yang meliputi, pertama mempertajam alokasi belanja untuk mendukung pembangunan infrastruktur, penciptaan kesempatan kerja, dan pengentasan kemiskinan. Tidak hanya itu, alokasi belanja juga diarahkan agar medukung pembangunan yang inklusif berkelanjutan dan ramah lingkungan.

Langkah kedua adalah melakukan penghematan terhadap kegiatan yang kurang produktif, seperti biaya perjalan dinas, rapat kerja, workshop, seminar, dan berbagai kegiatan serupa. 
Langkah ketiga, menyempurnakan kebijakan subsidi, seperti mengubah secara bertahap sistem subsidi dari subisidi harga menajdi subsidi yang lebih tepat sasaran.
"Keempat, memperluas pelaksanaan reformasi birokrasi. Hal ini dilakukan melalui penataan organisasi, penyempurnaan proses bisnis, dan peningkatan kualitas serta kompetensi sumber daya manusia, yang didukung dengan pemberian remunerasi yang lebih baik," jelas kepala negara.

Langkah kelima, penerapan sistem reward and punishment dalam pengalokasian anggaran. "Bagi kementerian dan lembaga serta daerah yang dapat mengelola anggaran dengan baik akan diberikan tambahan alokasi anggaran. Sebaliknya alokasi anggaran akan dipotong bagi kementerian dan lembaga serta daerah yang tidak dapat mencapai target," katanya.***




Blog: http://www.pewarta-kabarindonesia.blogspot.com/ 
Alamat ratron (surat elektronik): redaksi@kabarindonesia.com 
Berita besar hari ini. Kunjungi segera:
http://www.kabarindonesia.com///

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 



Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 
Cara Membangun TNI AD Yang Kuat 26 Mar 2017 21:53 WIB

 
Presiden Kagumi Dalihan Natolu 28 Mar 2017 12:23 WIB


 

 

 

 

 

 

 

 

 

 
Berdoa untuk Perdamaian Dunia 11 Mar 2017 19:07 WIB

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia