KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
Berita RedaksiDua Minggu Berlatih Menulis Bersama PMOH untuk Para Pelajar SMP dan SMA oleh : Redaksi-kabarindonesia
02-Jun-2020, 01:39 WIB


 
 
KabarIndonesia - Selamat Idul Fitri! Masih dalam situasi masa lebaran ini, Harian Online KabarIndonesia (HOKI) kembali membuka pelatihan menulis online Tahun Ajaran (Tajar) XII, 2020. Pada Tajar ini khusus diperuntukkan bagi para pelajar SMP dan SMA untuk mengisi masa liburan
selengkapnya....


 


 
BERITA EKONOMI LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 
Melawan Hoax Virus Corona 21 Mei 2020 15:19 WIB


 
Kami Masih Punya Rasa Malu 31 Mei 2020 11:30 WIB

Aroma Kematian 09 Mei 2020 13:56 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 
Desainer Sang Pemuja Setan 29 Mei 2020 13:08 WIB


 


 
EKONOMI

"Unrealized Loss" dalam Investasi Saham
Oleh : Setyo Sudirman | 18-Sep-2019, 14:47:43 WIB

KabarIndonesia - Di investasi saham dikenal istilah unrealized loss (kerugian tidak nyata). Lantas apa yang dimaksud dengan kerugian tidak nyata ini? Rugi kok tidak nyata!

Yup. Kerugian tidak nyata biasanya diartikan sebagai saat dimana saham-saham yang telah dibeli harganya anjlok atau turun, tetapi belum dijual. Dalam arti tertentu, ini memang dinamakan kerugian, tetapi sebenarnya belum nyata.

Kerugian yang diderita belum nyata andaikan tidak niat dijual. Artinya kerugian ini memang belum nyata atau disebut juga dengan paper loss atau kerugian yang masih sebatas di atas kertas.

Misalkan investor membeli saham di harga 1.550/lembar namun sedang turun menjadi 1.500/lembar. Ini artinya rugi 50/lembar. Namun kerugian ini tidak nyata karena barangnya masih dipegang alias belum dijual.

Kerugian menjadi nyata tatkala saham yang dikoleksi dijual. Itu baru kerugian. Dalam contoh konkret di atas investor menderita kerugian saat menjual saham di harga 1.500/lembar dari harga beli 1.550/lembar.

Oleh sebab itu, dalam investasi saham, investor biasanya memang diwanti-wanti untuk memiliki keberanian menerima kerugian. Siap untuk rugi pada dasarnya lebih sulit dibanding siap untuk cuan, namun sikap itu wajib dimiliki.

Biasanya keberanian menerima kerugian ini dibarengi dengan kesabaran menunggu dan berharap harganya yang sedang jatuh tersebut merangkak naik. Namun apabila harga saham justru semakin anjlok maka dibutuhkan keberanian juga untuk cut loss dengan tujuan menghindari kerugian nyata yang lebih besar.

Cut loss ini sebenarnya tidak mudah karena bertentangan dengan niat awal dalam investasi yakni mendulang cuan, tetapi nyatanya justru anjlok. Cut loss mensyaratkan pribadi yang berjiwa besar menerima kerugian.

Sisi positif dari keterbukaan akan unrealized loss yakni keterbukaan untuk menambah jumlah saham. Saat saham yang dikoleksi sedang turun, ini adalah saat untuk menambah jumlah saham dengan harapan mendulang cuan lebih banyak lagi di masa depan.

Di saat harga sedang turun, tidak sedikit investor yang menjadinya sebagai saat untuk menambah saham yang sedang turun atau melakukan pembelian baru untuk saham yang sedang turun.

Melakukan pembelian baru untuk saham yang sedang turun tentu dibutuhkan alasan yang kuat. Karenanya perlu analisis yang tajam dengan fitur-fitur yang komprehensif seperti di IPOTSTOCK yang memudahkan investor membuat keputusan terbaik.

Platform investasi saham dengan teknologi tools modern untuk mengatur return terbaik ini didukung fitur dan tools analisis andal plus ditambah dengan distribusi berita dan informasi riset secara berkala yang komprehensif. Dengan begitu, saat saham-saham turun pun sedikit tenang karena sudah dibekali analisis yang tajam.

So, unrealized loss itu tidak perlu ditakuti karena toh masih ada peluang untuk naik lagi sehingga mendatangkan cuan baru.(*) 

 

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Sambal Oelek Indonesia Buatan ASoleh : Fida Abbott
02-Jun-2020, 02:23 WIB


 
  Sambal Oelek Indonesia Buatan AS Sambal Oelek ini saya temukan di Walmart Supercenter, Parkesburg, Pennsylvania. Awalnya saya mengira buatan salah satu negara Asia selain Indonesia karena tulisan di depan botolnya. Ternyata buatan Amerika Serikat. Tampaknya Indonesia harus meningkatkan persaingannya di pasar bebas dan jeli membidik
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 
DIE HARD - SUSAH MATEK 23 Mei 2020 10:41 WIB

 

 

 

 

 
MANG UCUP ITU CHINA BANANA 28 Jan 2020 00:52 WIB

 

 

 

 

 

 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia