KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
Top ReporterTOP REPORTER OF THE MONTHS JANUARY 2019 oleh : Kabarindonesia
19-Jan-2019, 01:29 WIB


 
 
KabarIndonesia - Tonny Djayalaksana adalah seorang pengusaha yang pada saat ini sedang mengembangkan Lapangan Golf di Manyaran Hills - Semarang. Sebelumnya ia pernah mengorbitkan Kartu Merah Putih - kartu pulsa prabayar sebagai Provider.   

Usia Tonny sekarang
selengkapnya....


 


 
BERITA EKONOMI LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 

 
Rumah 18 Jan 2019 09:43 WIB

Kitab Hidup 16 Jan 2019 09:44 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 
 

 

Bila Mall Mulai Merapat ke Perkampungan

 
EKONOMI

Bila Mall Mulai Merapat ke Perkampungan
Oleh : Setiyo Bardono | 18-Des-2006, 15:22:48 WIB

Depok kota mall. Itulah kesan yang dilontarkan banyak pihak setelah menelusuri geliat kota Depok. Sepanjang Jalan Margonda Raya kita bisa mencatat keberadaan Depok Mall, Hero, Borobudur, Plaza Depok, ITC-Depok, Depok Town Square (Detos) dan Margonda City. Belum lagi Alfa Supermarket, berbagai mini market, deretan ruko dan beberapa pasar tradisional yang mengepung kota Depok.

Seakan tak puas menyesaki kota, sebuah mall berdiri di gerbang perumahan mewah, merapat ke perkampungan. Dan di depan mall yang sedang berdandan tersebut, di sela-sela kemacetan sepanjang Jalan Raya Sawangan, penulis hanya bisa tertanya dalam hati saja. Apakah geliat sebuah kota harus ditandai dengan berjejalnya pusat perbelanjaan?

Persaingan yang Nyaman.
Sebagai kota yang berhati nyaman, seharusnya Depok mulai memikirkan sebuah kebijakan yang mengatur dan menata pembangunan kota Depok. Pengaturan itu dimaksudkan agar investor merasa nyaman menanamkan modalnya di kota Depok. Misalnya, pemerintah Kota Depok harus bisa mengkaji seberapa banyak ijin mendirikan pusat perbelanjaan bisa diberikan dalam sebuah wilayah.

Pengaturan itu dimaksudkan bukan untuk membatasi investasi tapi untuk menciptakan persaingan yang nyaman di dunia usaha. Apabila jumlah pusat perbelanjaan sudah mencukupi, investor yang akan menanamkan modalnya bisa diarahkan untuk melirik bidang usaha lainnya, misalnya usaha di bidang perikanan, pertanian, jasa dan lain-lain.

Memang berdirinya sebuah pusat perbelanjaan bisa membuka lapangan kerja dan kesempatan berusaha. Tapi harus diingat bahwa berjejalnya pusat perbelanjaan membuat persaingan usaha menjadi tidak nyaman. Sebuah mall bisa melesukan bahkan mematikan mall yang lain yang berbuntut pada pengurangan tenaga kerja. Membuka lapangan kerja baru tapi menutup lapangan kerja yang lama.

Apakah banyaknya pusat perbelanjaan dengan sendirinya akan meningkatkan jumlah orang yang berbelanja? Menurut penulis, keberadaan sebuah pusat perbelanjaan hanya memindahkan konsumen dari pusat perbelanjaan yang lain. Dalam hal ini konsumen memang diuntungkan karena bisa memilih berbelanja ke tempat yang lebih murah. Memang dalam dunia usaha dikenal istilah persaingan bebas, tapi persaingan itu bisa diatur dengan sebuah kebijakan agar semua menjadi nyaman.

Selain itu, kebijakan tersebut harus bisa mengatur peruntukan sebuah wilayah. Misalnya di wilayah mana saja sebuah mini market, mall atau hypermarket seharusnya berdiri. Misalnya di sebuah wilayah perumahan atau perkampungan cukup berdiri sebuah mini market. Selain memikirkan dunia usaha, sudah saatnya pula pemerintah kota Depok memikirkan sarana dan prasarana yang lain seperti taman kota, perpustakaan, sekolah, pusat olahraga, gelanggang remaja bahkan gedung kesenian mengingat banyaknya seniman yang bermukim di wilayah Kota Depok.

Dengan adanya kebijakan yang membuat dunia usaha menjadi nyaman itu, maka tak perlu dikuatirkan lagi masalah-masalah lain yang timbul akibat berdirinya sesuatu yang tidak pada tempatnya. Apakah mengijinkan mall merapat ke perkampungan adalah sebuah kebijakan yang tepat? Marilah kita bersama-sama mengkajinya.

Masalah Sosial
Mall yang merapat ke perkampungan memang membuat wilayah tersebut menjadi hidup, menjadi ramai. Tapi denyut tersebut harus diwaspadai mengingat keterbatasan ekonomi penduduk di seputar mall tersebut. Jangan-jangan gemerlap itu hanya menjadi mimpi yang tak terbeli, tapi setiap saat berkelebat karena saking dekatnya seolah melambai-lambai di depan mata.

Hal-hal seperti itu pada suatu saat akan menimbulkan masalah sosial. Mall menjadi tempat yang mudah terjangkau bagi penduduk sekitar mulai dari anak-anak, dewasa hingga orang tua untuk sekedar main, jalan-jalan maupun mejeng. Selain itu mall yang merapat ke perkampungan bisa menjadi alternatif pelarian bagi siswa-siswa yang malas ke sekolah atau tempat nongkrong preman dan pengangguran.

Pada titik tertentu ketika setiap hari melihat barang-barang tapi tak mampu membeli, maka segala upaya bisa dilakukan untuk mendapatkan barang tersebut. Pada titik tersebut masalah sosial mulai kelihatan. Belum lagi kehidupan malam yang kemungkinan bisa terbentuk karena bagaimanapun juga gemerlap lampu selalu menarik perhatian. Semoga ini hanya kekuatiran penulis belaka.

Keberadaan mall yang merapat ke perkampungan juga akan meraup konsumen yang sebelumnya tersebar ke mini market, warung-warung kecil, toko-toko di sepanjang jalan dan tempat usaha lainnya. Perpindahan belanja ke tempat yang lebih bergengsi tersebut akan mematikan dan melesukan usaha-usaha kecil seputar mall.

Masalah Lingkungan
Pusat perbelanjaan, pasar tradisional, terminal maupun tempat keramaian yang lain selalu membawa masalah klasik seputar sampah, air limbah, dan sebagainya. Untuk itu sudah selayaknya pihak pengelola menyediakan berbagai fasilitas untuk mengatasi masalah tersebut.

Pemda Kota Depok harus sering turun ke lapangan untuk meninjau apakah ada sampah yang berserakan dan menggunung, adakah sistem pengolahan air limbah hingga tidak dibuang ke sungai, pemenuhan air untuk tempat tersebut apakah mengeksploitasi sumber air tanah, dampaknya terhadap kemacetan jalan raya dan sebagainya.

Karena mall-mall tersebut sudah terlanjur mendapat ijin untuk berdiri dan terlanjur merapat ke perkampungan, maka pemda kota Depok dan masyarakat harus bisa mengawasi agar keberadaannya, agar berbagai masalah yang mungkin timbul bisa diminimalkan.

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Pergelaran Swimrun Pertama di Asia Tenggara-Australiaoleh : Rohmah S
10-Des-2018, 22:14 WIB


 
  Pergelaran Swimrun Pertama di Asia Tenggara-Australia 20 pelari dari 6 negara: Indonesia, Australia, Amerika, Inggris, New Zealand dan Swedia ikuti swimrun di Nusa Lembongan dan Nusa Ceningan dengan jarak lari 20km dan berenang 3km. Head of Corporate Communications PT Astra International Tbk Boy Kelana Soebroto (kiri)
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 

 

 

 

 
Muallaf Zaman "Now"! 07 Jan 2019 18:38 WIB

 
 
 
Khasiat Buah Bit untuk Kecantikan 16 Sep 2018 16:05 WIB

 

 

 
Haruskah Beragama? 18 Jan 2019 16:17 WIB

Adakah Sorga Dan Neraka 17 Jan 2019 17:30 WIB

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia