KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
NasionalJalan Berliku Divestasi Tuntas, Kontrak Karya Freeport Sah Menjadi IUPK oleh : Wahyu Ari Wicaksono
22-Des-2018, 04:36 WIB


 
 
KabarIndonesia - Setelah sekitar dua tahun proses negosiasi intensif yang melibatkan pemerintah, Holding Industri Pertambangan PT INALUM (Persero), Freeport McMoRan Inc. (FCX) dan Rio Tinto, akhirnya pada hari ini telah resmi terjadi pengalihan saham mayoritas (divestasi) PT Freeport Indonesia (PTFI)
selengkapnya....


 


 
BERITA EKONOMI LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 

 
Terbunuh Cinta Sendiri 05 Jul 2020 14:46 WIB

Negeri Nestapa 23 Jun 2020 09:15 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 

 

Bisnis Peti Mati di Rumah Duka Bandengan

 
EKONOMI

Bisnis Peti Mati di Rumah Duka Bandengan
Oleh : Rio Bembo Setiawan | 27-Des-2007, 15:04:46 WIB

KabarIndonesia - Rumah Duka Bandengan sebelumnya adalah tempat pembuatan peti-peti mati. Seiring perkembangan waktu, usaha itu dikembangkan menjadi layanan rumah duka

Dua pria serius mengamplas dinding peti kayu sepanjang 180 sentimeter. Saking seriusnya, tetesan peluh yang mengalir deras di wajah sampai tak dipedulikan. Pekerjaan itu tetap asyik mereka kerjakan. Mengamplas sebuah peti mati yang masih setengah jadi. "Kalau seluruh papannya sudah halus, baru dibuat ukiran dan diwarnai," ujar Daus, seorang pekerja sembari tetap mengamplas.

Daus dan rekannya adalah buruh kasar yang khusus mengerjakan pembuatan peti mati di Rumah Duka Bandengan, Jakarta Utara. Jika sudah 100 persen rampung, peti mati itu ditawarkan ke masyarakat yang hendak memakai jasa Rumah Duka Bandengan sebagai tempat persemayaman jenazah.

"Sebelum menjadi rumah duka, bisnis yang kami jalani adalah membuat peti mati. Setelah jadi rumah duka, bisnis itu semakin lancar dikerjakan. Soalnya masih berkaitan erat. Sama-sama berhubungan dengan orang mati," terang pengurus harian Rumah Duka Bandengan, Harlianto terkekeh-kekeh.

Untuk ukuran, lanjut Harlianto, peti mati produksi Rumah Duka Bandengan memiliki panjang mulai 50 sentimeter hingga 180 sentimeter dengan lebar sekitar 25 sentimeter. Untuk yang 50 sentimeter, harga yang biasa dibanderol adalah Rp 500.000. Sementara peti mati sepanjang 180 sentimeter dihargai Rp 3 juta hingga Rp 20 juta.

"Harga tergantung dari jenis kayu yang dipakai serta motif ukiran di peti. Kalau peti dari jati bisa mencapai Rp 20 juta, peti dari kayu meranti atau duren cuma Rp 3 juta. Tinggal disesuaikan saja dengan isi kantong si pemesan," ujar Harlianto.

Di Rumah Duka Bandengan pengerjaan satu peti mati biasanya memakan waktu tujuh hari. Tapi jika si pemesan ingin cepat selesai, "Kami juga tak canggung untuk menyelesaikan lebih cepat dari biasanya," imbuhnya.

Selain menyediakan peti mati produksi sendiri, Rumah Duka Bandengan yang memiliki empat ruang persemayaman juga punya paket layanan lain untuk memanjakan si mayat. Misalnya, paket persemayaman hingga kremasi mayat sebesar Rp 2 juta hingga Rp 3 juta, atau paket hemat satu peti mati plus ambulans, ruangan upacara, dan pemandian mayat seharga Rp 3 juta. Kalau sekadar menyewa ruang persemayaman biayanya cuma Rp 300.000.

"Untuk warga kurang mampu yang ingin memakai Rumah Duka Bandengan, kami juga bisa berikan harga yang sesuai dengan kemampuannya. Kami menyebutnya sebagai layanan ibadah," pungkas Harlianto.

Taksiran Bisnis Peti Mati Selama Sebulan (Buat boks)

Produksi 1 peti jenazah membutuhkan 11 papan
Harga 1 papan ukuran 180 meter x 25 centimeter = Rp 15.000
Maka 11 papan x Rp 15.000 = Rp 165.000


A. Biaya produksi 1 peti x Rp 165.000 Rp 165.000
Biaya pekerja 2 orang x @ Rp. 500.000 Rp 1.000.000
Pengerjaan sebulan ditaksir 4 peti (pengerjaan 1 peti memakan waktu 7 hari)
Total modal 4 peti x Rp 1.165.000 Rp 4.660.000

B. Harga jual satu peti jenazah kelas standar adalah Rp 3.000.000
Penjualan sebulan ditaksir 4 peti (pengerjaan I peti memakan waktu 7 hari)
Total penghasilan 4 peti x Rp 3.000.000 Rp 12.000.000

Ket : Biaya tambahan operasional tak dihitung

Blog: http://www.pewarta-kabarindonesia.blogspot.com/
Alamat ratron (surat elektronik): redaksi@kabarindonesia.com
Berita besar hari ini...!!! Kunjungi segera:
www.kabarindonesia.com

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Sambal Oelek Indonesia Buatan ASoleh : Fida Abbott
02-Jun-2020, 02:23 WIB


 
  Sambal Oelek Indonesia Buatan AS Sambal Oelek ini saya temukan di Walmart Supercenter, Parkesburg, Pennsylvania. Awalnya saya mengira buatan salah satu negara Asia selain Indonesia karena tulisan di depan botolnya. Ternyata buatan Amerika Serikat. Tampaknya Indonesia harus meningkatkan persaingannya di pasar bebas dan jeli membidik
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 

 

 

 

 

 

 
Kemendiknas Luncurkan #Teman KIP 05 Aug 2020 10:35 WIB


 

 

 

 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia