KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
NasionalJalan Berliku Divestasi Tuntas, Kontrak Karya Freeport Sah Menjadi IUPK oleh : Wahyu Ari Wicaksono
22-Des-2018, 04:36 WIB


 
 
KabarIndonesia - Setelah sekitar dua tahun proses negosiasi intensif yang melibatkan pemerintah, Holding Industri Pertambangan PT INALUM (Persero), Freeport McMoRan Inc. (FCX) dan Rio Tinto, akhirnya pada hari ini telah resmi terjadi pengalihan saham mayoritas (divestasi) PT Freeport Indonesia (PTFI)
selengkapnya....


 


 
BERITA EKONOMI LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 

 
Terbunuh Cinta Sendiri 05 Jul 2020 14:46 WIB

Negeri Nestapa 23 Jun 2020 09:15 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 
LOVE STORY BIBI LUNG & YOKO 27 Jun 2020 05:00 WIB

 
YUUK DEMO NGEPUNG SURGA! 27 Jun 2020 06:33 WIB

 
 
EKONOMI

Dana Penguatan Modal Petani Tembakau belum Cair
Oleh : Hendri Wahyu Wijaya | 31-Okt-2010, 21:10:13 WIB

KabarIndonesia - Dana penguatan modal bagi kelompok petani tembakau di Kabupaten Madiun Jawa Timur, berasal dari dana bagi hasil cukai hasil tembakau tahun 2010 senilai Rp 6 miliar lebih, hingga kini masih ‘nyanthol’ (belum cair,red).

Praktis, dengan sisa waktu dua bulan yaitu November-Desember 2010, efektivitas pemanfaatan anggaran hibah dan maksimalnya program dana tersebut patut diragukan.

Ketua Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Kabupaten Madiun, Lilik Indarto Gunawan SH, dikonfirmasi membenarkan belum cairnya dana penguatan modal bagi petani tembakau. Uniknya, pihaknya mengakui jika belum mengetahui adanya alokasi anggaran tersebut.

“Sampai sekarang belum ada dana penguatan modal,” kata Lilik Minggu (31/10).

Dijelaskan, hingga saat ini jumlah kelompok petani tembakau di Kabupaten Madiun mencapai 9 (sembilan) kelompok yang tersebar di empat Kecamatan. Di antaranya di Kecamatan Pilangkenceng, Gemarang, Saradan dan Balerejo.   
 
“Sebelum ada APTI, pada tahun 2009 kegiatan yang sudah dijalankan hanya sebatas sosialisasi, bantuan pupuk, pemberian alat pengrajang manual tembakau, mengundang tuster tembakau dan studi banding,” jelasnya.

Diketahui penerimaan dana bagi hasil cukai hasil tembakau tahun 2010 senilai Rp 6 miliar lebih tersebut, dikucurkan ke sejumlah satuan kerja perangkat daerah (SKPD) Kabupaten Madiun, sejak tahun 2009 tampak kurang tepat dan overlapping (tumpang tindih-red).

Di antaranya tersebar di sejumlah SKPD, yakni Disperindag, Bappeda, Dinas Kesehatan, Rumah Sakit Daerah Caruban, Dinas Tenaga Kerja, Satpol PP, Lingkungan Hidup, Humas, Infokom, Dinas Koperasi, Bagian Perekonomian, Dinas Pendapatan dan Pengelola Keuangan, Inspektorat.

Sedangkan alokasi dana penguatan modal bagi 9 (sembilan) kelompok petani tembakau, juga tersebar hampir di setiap SKPD. Salah satunya di Dinas Kehutanan dan Perkebunan (DKP) Kabupaten Madiun total DBHCHT diterima sebesar Rp 700 juta.

“Memang sampai saat ini dana untuk penguatan modal tersebut berasal dari dana bagi hasil cukai hasil tembakau tahun ini belum cair," kata Kepala DKP Kabupaten Madiun, Basito tanpa menjelaskan secara rinci prosentase anggaran petani, Minggu (31/10).     

Menurut Basito, dari total anggaran diterima sebesar Rp 700 juta, hanya alokasi anggaran untuk kegiatan pengadaan pupuk sebesar Rp 300 juta yang sudah bisa dicairkan.

“Untuk penguatan kelompok petani tembakau belum. Faktornya, karena Daftar Pencairan Anggaran (DPA) terakhir dan dana cukai selalu terlambat,” jelasnya. (*)



Blog: http://www.pewarta-kabarindonesia.blogspot.com/
Alamat ratron (surat elektronik): redaksi@kabarindonesia.com
Berita besar hari ini...!!! Kunjungi segera:
http://www.kabarindonesia.com//

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Sambal Oelek Indonesia Buatan ASoleh : Fida Abbott
02-Jun-2020, 02:23 WIB


 
  Sambal Oelek Indonesia Buatan AS Sambal Oelek ini saya temukan di Walmart Supercenter, Parkesburg, Pennsylvania. Awalnya saya mengira buatan salah satu negara Asia selain Indonesia karena tulisan di depan botolnya. Ternyata buatan Amerika Serikat. Tampaknya Indonesia harus meningkatkan persaingannya di pasar bebas dan jeli membidik
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 

 

 

 

 
MANG UCUP ITU CHINA BANANA 28 Jan 2020 00:52 WIB

 

 

 

 

 

 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia