KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
NasionalJalan Berliku Divestasi Tuntas, Kontrak Karya Freeport Sah Menjadi IUPK oleh : Wahyu Ari Wicaksono
22-Des-2018, 04:36 WIB


 
 
KabarIndonesia - Setelah sekitar dua tahun proses negosiasi intensif yang melibatkan pemerintah, Holding Industri Pertambangan PT INALUM (Persero), Freeport McMoRan Inc. (FCX) dan Rio Tinto, akhirnya pada hari ini telah resmi terjadi pengalihan saham mayoritas (divestasi) PT Freeport Indonesia (PTFI)
selengkapnya....


 


 
BERITA EKONOMI LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 

 
Terbunuh Cinta Sendiri 05 Jul 2020 14:46 WIB

Negeri Nestapa 23 Jun 2020 09:15 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 

 

Demi Keuntungan Besar

 
EKONOMI

Demi Keuntungan Besar
Oleh : Pirdaus | 26-Des-2007, 07:05:03 WIB

Demi Keuntungan Besar Toko Mas Sukamandi Permainkan Kadar Mas

KabarIndonesia - Subang,
Sejumlah pebisnis perhiasan emas di Pantura mengakui keuntungan yang diperolehnya adanya permainan kadar mas yang dijualnya, karena apabila tidak ada permainan pihaknya tidak akan mendapatkan keuntungan. Hal tersebut diakui oleh sejumlah toko emas di Pantura dan salah satunya diakui oleh orang yang dipercaya oleh pemilik toko Mas Sukamandi pasar Sukamandi Kecamatan Ciasem, Henri Sujono, ketika disikapi oleh lembaga swadaya masyarakat (LSM) Pers & Riset Jakarta wilayah Subang, Alam S dipantau Kabar Indonesia Senin (24/12).

Menurut anggota LSM Pers & Riset, Alam S, dirinya menyikapi sejumlah toko mas di Pantura berkaitan adanya pengaduan dari masyarakat pecinta perhiasan mas yang merasa telah dirugikan oleh biro jasa perdagangan toko mas Sukamandi bertempat dipasar Sukamandi Kecamatan Ciasem Subang. Kerugian yang dialami oleh pengguna jasa tersebut adanya perubahan pada sejumlah perjhiasan emas yang dibeli dari took tersebut. “Coba anda lihat sendiri dua jenis perhiasan mas yang dibeli dari took Sukamandi ini baru sekitar 3 bulan warnanya pudar menghitam tidak bedanya logam biasa yang poles dengan logam emas dengan cara disipuh. Dan kejadian ini merupakan pembodohan kepada konsumen dan I ni telah merugikan konsumen yakni, dengan mudahnya perhiasan mas memudar tentunya mereka akan menukarkan tambahkan perhiasan tersebut dengan potongan harga yang cukup besar,” ujar Alam.

Bisa anda bayangkan, dilanjutkan Alam, dari sekian ribu pelanggan pecinta perhiasan mas yang hilir mudik ke pasar Sukamandi yang memasuki sejumlah took mas, dan salah satunya took Mas Sukamandi merupakan took Mas tertua dan terbesar yang menjadi kejaran konsumen pada kenyataannya servis yang diberikan hanya untuk sementara waktu dan dijadikan lahan keuntungan belaka dan merugikan konsumen. “Seperti halnya dua jenis perhiasan cincin mas ini seberat 7 gram seharga Rp.490 ribu, warnanya telah pudar dan bahkan terkesan perhiasan ini tidak bedanya perhiasan imitasi yang dijual dengan harga murah namun disini mencapai puluhan ribu per gramnya.

Seperti yang saya bawa dari harga Rp.490 ribu seberat 7 gram ketika akan dijual maupun ditukar akan mendapatka potongan harga sebesar Rp.3000 hingga Rp.5000 per gramnya,”ucapnya. Sementara orang yang dipercaya oleh pemilik toko mas Sukamandi, Henri Sujono, mengakui bahwa perubahan warna pada perhiasan yang dijualnya merupakan perhiasan dibawah standar emas murni yakni kadar emas yang dijualnya hanya sekitar 7 karat, sehingga apabila perhiasan yang dijualnya akan cepat pudar apabila pemakai perhiasan sembrono. “Perhiasan mas disini rentan terhadap, air laut, kosmetik dan bahkan keringat pemakai untuk itu agar perhiasan mas yang dipakai tidak cepat pudar sebaiknya dipakainya ketika waktu-waktu tertentu,” aku Henri. Namun, Henri melanjutkan, bilamana perhiasan mas yang dijualnya terdapat perubahan warna atau pudar sebaiknya secepat mungkin dibawa ke dirinya untuk dilakukan pencucian lagi dan tanpa dipungut biaya.
 
Ironisnya, ketika Henri ditanya Kabar indonesia perhiasan yang dijualnya tidak bedanya dengan perhiasan imitasi yang disipuh dan akan pudar dengan mudah, hal itu diiyakan Henri, memang benar perhiasan yang dijualnya hanya berkadar 32 hingga 42 persen sehingga tidak bedanya dengan mas hasil sipuhan. “Kalau kata anda saya bermain-main dengan kadar mas, memang saya akui, karena apabila tidak ada permainan kadar mas tentunya saya akan kesulitan untuk mencari keuntungan. Namun demikian perhiasan yang dipajang disini bukan hasil produksinya namun hasil kiriman suplyer, sehingga saya tidak bisa memberikan keterangan lebih,” ujar Henri.

Berbeda dengan keterangan penunggu took mas yang berjualan didepan took Mas Agungjaya pasar Sukamandi, Hendra, yang menjual mas dengan kadar dan karat yang sama selama ini pihaknya tidak pernah menerima komplain dari konsumen adanya perubahan warna mas berubah menjadi warna hitam. Diakuinya perubahan warna mas memang sering terjadi namun tidak menghitam hanya warna kuning mas nya pudar menjadi agak putih. “Selama ini kami belum pernah mendapatkan komplen dari konsumen, silahkan tanya langsung kepada konsumen yang ada dihadapan anda saat ini, karena seperti konsumen ibu ini telah lama menjadi mkonsumen kami, namun tidak pernah komplen perubahan warna mas,” ucap Hendra.

Sementara seorang ibu yang diunjukan oleh Hendra yang tidak mau menyebutkan namanya, diakuinya dirinya telah lama menjadi langganan took mas Agung jaya  namaun dirinya belum pernah dikecewakan,”Selama saya membeli perhiasan mas ditoko ini belum pernah mendapati perubahan warna hingga hitam dan apabila ada sedikit perubahan hal yang wajar mas, namanya juga barang dipake,” ujar ibu muda yang sedang belanja mas ditoko Agungjaya. (Pirdaus).

Blog: http://www.pewarta-kabarindonesia.blogspot.com/
Alamat ratron (surat elektronik):
redaksi@kabarindonesia.com
Berita besar hari ini...!!! Kunjungi segera: www.kabarindonesia.com

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Sambal Oelek Indonesia Buatan ASoleh : Fida Abbott
02-Jun-2020, 02:23 WIB


 
  Sambal Oelek Indonesia Buatan AS Sambal Oelek ini saya temukan di Walmart Supercenter, Parkesburg, Pennsylvania. Awalnya saya mengira buatan salah satu negara Asia selain Indonesia karena tulisan di depan botolnya. Ternyata buatan Amerika Serikat. Tampaknya Indonesia harus meningkatkan persaingannya di pasar bebas dan jeli membidik
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 

 

 

 

 

 

 
Kemendiknas Luncurkan #Teman KIP 05 Aug 2020 10:35 WIB


 

 

 

 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia