KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
Lingkungan HidupPembangunan PLTB Membuat Hutan Gunung Slamet Terancam Tak Selamat oleh : Rohmah Sugiarti
15-Aug-2017, 02:00 WIB


 
 
KabarIndonesia - Gunung Slamet, gunung tertinggi di Jawa Tengah yang memiliki hutan tropis alami terakhir di Pulau Jawa dengan berbagai kekayaan flora dan fauna khas mulai dari Elang Jawa, Macan Tutul, Anggrek Gunung, hingga spesies Katak yang belum diberi nama,
selengkapnya....


 


 
BERITA EKONOMI LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 
 

 
Sajak Kodok I 17 Aug 2017 09:09 WIB

Rintih Sedih Diriku Padamu 17 Aug 2017 09:08 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 

 
 
EKONOMI

Desakan Perum DPD kepada DPRD DKI untuk Beli Depo
Oleh : Ricky Irandhy | 19-Des-2008, 23:45:05 WIB

KabarIndonesia - Penundaan pembayaran Depo C Cakung dan Depo B Cililitan yang belum jelas sampai saat ini membuat karyawan Perusahaan Pengangkutan Djakarta (PPD) gelisah. Karena itu, kurang lebih 500 karyawan PPD berorasi di depan Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah DKI Jakarta (DPRD DKI), Kamis (11/12).

Mereka mendesak DPRD DKI agar menyetujui anggaran pembayaran yang telah diajukan oleh Pemprov DKI Jakarta dalam anggaran pendapatan dan belanja daerah DKI Jakarta 2009 (APBD DKI 2009). Nilai divestasi kedua depo tersebut sebesar Rp 139,2 miliar, terdiri atas kekurangan pembayaran Depo C sebesar Rp 5,2 miliar dan Rp 134,1 miliar untuk pembayaran Depo B.

Sementara setelah hasil pertemuan beberapa perwakilan karyawan PPD dengan anggota Komisi C DPRD DKI (12/12) menurut Pande Putu Yasa humas PPD mengatakan untuk dapat memberikan kepastian pembeliannya dipersilakan melakukan pengikatan pembelian Depo B Perum PPD antara Pemprov DKI dengan DPRD DKI.

Untuk nilai divestasi tersebut akan digunakan untuk membayar pesangon sebesar Rp 105,3 miliar, dengan perhitungan 1.781 orang x Rp 1.137.325 x 52 bulan. Untuk pembayaran gaji selama enam bulan sebelum pelaksanaan PHK sebesar Rp 14,2 miliar, dan untuk perbaikan 50 bus rusak serta perawatan 150 unit bus sebesar Rp 7,5 miliar.sementara untuk yang aktif saat ini sekitar 1000 orang.

Seperti diketahui, sejak ada kesepakatan antara Gubernur DKI Jakarta dengan Menteri Negara BUMN yang dituangkan dalam nota kesepahaman tentang jual beli aset PPD oleh Pemprov DKI pada 28 April 2006, hingga kini kesepakatan tersebut belum dapat diselesaikan. Sebab, dari enam depo yang dijual kepada Pemprov DKI Jakarta, baru empat yang sudah dilakukan pembayaran, yaitu Depo H di Kramatjati, Depo K di Pesing, Depo C di Cakung dan Depo B di Cililitan. Hasil pembayaran keempat depo tersebut digunakan untuk membayar pesangon 2.114 karyawan PPD yang di-PHK. Sementara pembayaran Depo C dan Depo B hingga saat ini belum juga tuntas.

Humas Perwakilan Karyawan Perum PPD, Pande Putu Yasa, menjelaskan, menurutnya Pemprov DKI Jakarta telah memiliki niat baik untuk membayar kedua depo tersebut. Terbukti dalam rencana pembayaran kedua depo tersebut selalu dianggarkan dalam APBD, baik APBD tahun 2007 maupun APBD 2008. Sayangnya, anggaran tersebut selalu dicoret oleh DPRD DKI Jakarta. Karena itu, karyawan PPD mendesak DPRD DKI Jakarta untuk meloloskan rencana pembayaran kedua depo tersebut yang telah tertuang dalam APBD DKI 2009. Hal tersebut dikuatkan dengan surat gubernur DKI No 1471/-076-97 tanggal 25 Juli 2008 tentang Rencana Pembelian Depo B Cililitan yang dimasukkan dalam belanja prioritas Pemprov DKI.kurang lebih sebesar Rp.200 miliyar.

“Dan kami dengar di APBD 2009 ini anggaran pembayaran aset juga dihilangkan kembali. Kami jadi kesal. Nasib kami makin tidak menentu. Kami sudah bersedia untuk di-PHK dan kami menuntut pesangon sesuai peraturan pemerintah,” kata Pande yang diterima Komisi C DPRD DKI, Jakarta.
 
Pande mengungkapkan  realisasi pembayaran sangat penting bagi penyehatan dan kelanjutan Perum PPD serta penyelamatan karyawan beserta keluarga. "Karenanya pembayaran aset Depo C Cakung dan B Cililitan pada APBD 2009 harus segera direaliasasikan akhir tahun 2008 dan tidak ada penundaan lagi, jika tidak maka kami akan melakukan demo besar-besaran dan menurunkan sekitar 400-500 bus dan 3000-5000 karyawan di jalan untuk melakukan aksi demo," jelas Pande.



Blog: http://www.pewarta-kabarindonesia.blogspot.com/
Alamat ratron (surat elektronik): redaksi@kabarindonesia.com
Berita besar hari ini...!!! Kunjungi segera:
www.kabarindonesia.com

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
  Astra Pertahankan Tradisi Upacara di HUT ke-72 Kemerdekaan RI 2017 Upacara pengibaran bendera menjadi tradisi seluruh direksi dan karyawan anak perusahaan dan kantor cabang Astra di seluruh Indonesia. Ini merupakan wujud kecintaan Astra terhadap bangsa dan negara. Nampak Presiden Direktur PT Astra International Tbk Prijono Sugiarto bertindak sebagai pembina upacara
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 

 

 

 
Timnas U-22 Berangkat ke Malaysia 13 Aug 2017 11:00 WIB

 

 

 

 

 

 

 
Uang Bukanlah Sumber Kebahagiaan 26 Jul 2017 16:09 WIB


 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia