KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
NasionalWUPID 2017 Ajang Debat Menantang! oleh : Johanes Krisnomo
20-Okt-2017, 16:38 WIB


 
 
KabarIndonesia - Jakarta, 20 Oktober 2017 - Gaduhnya para mahasiswa saat istirahat makan siang, mengikuti ajang debat WUPID 2017, tak sejalan dengan keseriusannya berkompetisi. Mereka berdebat mempertahankan argumentasinya, baik pro dan kontra, berdasarkan data akurat dan pola pikir kritis.

Bicara.co yang
selengkapnya....


 


 
BERITA EKONOMI LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 

 
Sabar dan Syukur 12 Okt 2017 01:07 WIB

Di Padepokan Om Jin 12 Okt 2017 01:06 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 
"Tangisan" Ridho Irama 12 Okt 2017 10:00 WIB


 

 
 
EKONOMI

Gudang Pengecer Kosong, Harga Pupuk Melejit
Oleh : Pujo Pujiono Sh | 26-Des-2008, 20:50:44 WIB

KabarIndonesia - Grobogan, Pupuk urea bersubsidi di wilayah Kabupaten Grobogan menggila. Harga pupuk urea di tingkat pengecer mencapai Rp 2.400/kg, atau naik 100 % dari harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah sebesar Rp 1.200/kg.

Hasil dari pantauan Kabar Indonesia bahwa, Harga sebesar itu pun kadang stok tidak ada, sehingga banyak petani harus mencari pupuk dari luar daerah,” kata Parlan (50), petani asal Godong, minggu lalu.

Akhir musim masa tanam (MTI ) pertama tahun ini, kata Parlan, petani benar-benar dibuat pusing karena kesulitan mencari pupuk urea bersubsidi. Selain langka, jika mendapat barang harganya juga mahal Rp 110 ribu sampai Rp 120 ribu per zak.

“Banyak pengecer resmi mengaku tidak punya barang karena pengiriman dari distributor jumlahnya dibatasi. Apakah ini karena permainan distributor, atau pihak PT Pusri Perwakilan Kabupaten Grobogan sendiri. Pasalnya, pupuk urea bersubsidi justru bisa ditemukan di gudang atau stook milik pengecer tidak resmi,” kata petani ini dengan nada heran.

Karena harganya melambung tinggi di atas kewajaran, banyak petani yang terpaksa harus menjadi korban pengijon oleh pengecer pupuk tidak resmi tersebut.

“Harganya tidak terjangkau oleh petani. Terpaksa kami harus utang, dan bayarnya pas panen,” Jelasnyanya.

Hal sama diutarakan Supardjo (65), bahwa harga pupuk sangat mencekik petani. Pihaknya berharap agar pemerintah dapat membantu kesulitan petani.
“Dulu ketika Grobogan dilayani pupuk PT Kaltim kondisinya tidak seperti ini. Tetapi setelah pendsitribusian pupuk bersubsidi diambil alih oleh PT Pusri kok malah kacau,” tandasnya dengan nada tinggi.

Terkait dengan hal itu, Kepala Perwakilan PT Pusri pemasaran Grobogan, Hendro mengakui harga pupuk urea PT Pusri di daerah itu melampui HET.

“Tetapi harga tersebut tidak di pengecer resmi, melainkan pengecer liar,” kilahnya.

Pihaknya juga mengakui bahwa, langkanya pupuk urea di Grobogan karena pupuk didistribusikan ke pasaran banyak tersedot untuk kebutuhan lahan hutan yang dilakukan petani yang tergabung dalam lembaga masyarakat desa hutan (LMDH).

“Jatah pupuk yang seharusnya untuk tanaman padi, digunakan untuk memupuk tanaman jagung di lahan bekas tebang milik Perhutani. Akibatnya, begitu musim tanam padi tiba, stok pupuk yang ada kurang,” terang Hendro.

Meski begitu, pihaknya akan berusaha agar petani dalam menghadapi MT pertama tahun ini bisa tercukupi.

“Jumat lalu kami sudah mengirim 680 ton ke distributor, dan hari Selasa (28/10) ini kami mengeluarkan lagi sekitar 1.500 ton,” ungkapnya, sembari menambahkan, stok pupuk urea PT Pusri di gudang Ngrombo, Desa Depok, Kecamatan Toroh, saat ini masih ada sekitar 10.000 ton lebih. Diharapkan, stok tersebut bisa mengatasi kelangkaan pupuk di pasaran.



Blog: http://www.pewarta-kabarindonesia.blogspot.com/
Alamat ratron (surat elektronik): redaksi@kabarindonesia.com
Berita besar hari ini...!!! Kunjungi segera:
www.kabarindonesia.com

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Sandy dan Syagung, Sukses di Ajang Debat - WUPID 2017oleh : Johanes Krisnomo
19-Okt-2017, 13:37 WIB


 
  Sandy dan Syagung, Sukses di Ajang Debat - WUPID 2017 Sandy Sanjaya Awaluddin (kiri) dan Syagung Gunawan May (kanan) dari Universitas Gajah Mada, terpilih sebagai 1st breaking team, dalam ajang debat Bahasa Inggris WUPID - World Universities Peace Invitational Debate, di Jakarta (14-15/10/17). Bersama Aldwin dan Ibrahim dari
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 
Negara Tanpa Tentara, Bolehkah? 23 Okt 2017 06:17 WIB

 
Tiga Tahun Pemerintahan Jokowi JK 20 Okt 2017 15:13 WIB

 

 

 

 
Pimpinan Redaksi HOKI 2017 09 Okt 2017 20:02 WIB


 

 

 

 

 

 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia