KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
Lingkungan HidupPembangunan PLTB Membuat Hutan Gunung Slamet Terancam Tak Selamat oleh : Rohmah Sugiarti
15-Aug-2017, 02:00 WIB


 
 
KabarIndonesia - Gunung Slamet, gunung tertinggi di Jawa Tengah yang memiliki hutan tropis alami terakhir di Pulau Jawa dengan berbagai kekayaan flora dan fauna khas mulai dari Elang Jawa, Macan Tutul, Anggrek Gunung, hingga spesies Katak yang belum diberi nama,
selengkapnya....


 


 
BERITA EKONOMI LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 
 

 
Sajak Kodok I 17 Aug 2017 09:09 WIB

Rintih Sedih Diriku Padamu 17 Aug 2017 09:08 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 

 
 
EKONOMI

Gudang Pengecer Kosong, Harga Pupuk Melejit
Oleh : Pujo Pujiono Sh | 26-Des-2008, 20:50:44 WIB

KabarIndonesia - Grobogan, Pupuk urea bersubsidi di wilayah Kabupaten Grobogan menggila. Harga pupuk urea di tingkat pengecer mencapai Rp 2.400/kg, atau naik 100 % dari harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah sebesar Rp 1.200/kg.

Hasil dari pantauan Kabar Indonesia bahwa, Harga sebesar itu pun kadang stok tidak ada, sehingga banyak petani harus mencari pupuk dari luar daerah,” kata Parlan (50), petani asal Godong, minggu lalu.

Akhir musim masa tanam (MTI ) pertama tahun ini, kata Parlan, petani benar-benar dibuat pusing karena kesulitan mencari pupuk urea bersubsidi. Selain langka, jika mendapat barang harganya juga mahal Rp 110 ribu sampai Rp 120 ribu per zak.

“Banyak pengecer resmi mengaku tidak punya barang karena pengiriman dari distributor jumlahnya dibatasi. Apakah ini karena permainan distributor, atau pihak PT Pusri Perwakilan Kabupaten Grobogan sendiri. Pasalnya, pupuk urea bersubsidi justru bisa ditemukan di gudang atau stook milik pengecer tidak resmi,” kata petani ini dengan nada heran.

Karena harganya melambung tinggi di atas kewajaran, banyak petani yang terpaksa harus menjadi korban pengijon oleh pengecer pupuk tidak resmi tersebut.

“Harganya tidak terjangkau oleh petani. Terpaksa kami harus utang, dan bayarnya pas panen,” Jelasnyanya.

Hal sama diutarakan Supardjo (65), bahwa harga pupuk sangat mencekik petani. Pihaknya berharap agar pemerintah dapat membantu kesulitan petani.
“Dulu ketika Grobogan dilayani pupuk PT Kaltim kondisinya tidak seperti ini. Tetapi setelah pendsitribusian pupuk bersubsidi diambil alih oleh PT Pusri kok malah kacau,” tandasnya dengan nada tinggi.

Terkait dengan hal itu, Kepala Perwakilan PT Pusri pemasaran Grobogan, Hendro mengakui harga pupuk urea PT Pusri di daerah itu melampui HET.

“Tetapi harga tersebut tidak di pengecer resmi, melainkan pengecer liar,” kilahnya.

Pihaknya juga mengakui bahwa, langkanya pupuk urea di Grobogan karena pupuk didistribusikan ke pasaran banyak tersedot untuk kebutuhan lahan hutan yang dilakukan petani yang tergabung dalam lembaga masyarakat desa hutan (LMDH).

“Jatah pupuk yang seharusnya untuk tanaman padi, digunakan untuk memupuk tanaman jagung di lahan bekas tebang milik Perhutani. Akibatnya, begitu musim tanam padi tiba, stok pupuk yang ada kurang,” terang Hendro.

Meski begitu, pihaknya akan berusaha agar petani dalam menghadapi MT pertama tahun ini bisa tercukupi.

“Jumat lalu kami sudah mengirim 680 ton ke distributor, dan hari Selasa (28/10) ini kami mengeluarkan lagi sekitar 1.500 ton,” ungkapnya, sembari menambahkan, stok pupuk urea PT Pusri di gudang Ngrombo, Desa Depok, Kecamatan Toroh, saat ini masih ada sekitar 10.000 ton lebih. Diharapkan, stok tersebut bisa mengatasi kelangkaan pupuk di pasaran.



Blog: http://www.pewarta-kabarindonesia.blogspot.com/
Alamat ratron (surat elektronik): redaksi@kabarindonesia.com
Berita besar hari ini...!!! Kunjungi segera:
www.kabarindonesia.com

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
  Astra Pertahankan Tradisi Upacara di HUT ke-72 Kemerdekaan RI 2017 Upacara pengibaran bendera menjadi tradisi seluruh direksi dan karyawan anak perusahaan dan kantor cabang Astra di seluruh Indonesia. Ini merupakan wujud kecintaan Astra terhadap bangsa dan negara. Nampak Presiden Direktur PT Astra International Tbk Prijono Sugiarto bertindak sebagai pembina upacara
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 

 

 

 
Timnas U-22 Berangkat ke Malaysia 13 Aug 2017 11:00 WIB

 

 

 

 

 

 

 
Uang Bukanlah Sumber Kebahagiaan 26 Jul 2017 16:09 WIB


 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia