KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
Serba SerbiJerman Bahas Larangan Berjilbab buat Anak TK dan SD oleh : Kabarindonesia
24-Mei-2019, 14:50 WIB


 
 
KabarIndonesia - Jerman bergulat dengan fenomena jilbab di kalangan siswa taman kanak-kanak atau sekolah dasar. Kebiasaan tersebut dinilai mempersulit proses integrasi. Tapi apakah larangan serupa di Austria adalah langkah bijak?

Perdebatan tentang larangan jilbab di sekolah dasar di Jerman
selengkapnya....


 


 
BERITA EKONOMI LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 
Kejagung Tunggu SPDP Kasus Makar 24 Mei 2019 17:39 WIB


 
Menunggu 19 Mei 2019 16:15 WIB

SYEH SITI JENAR 16 Mei 2019 15:44 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 

 
 
EKONOMI

Kelompok Tani Panen Besar Jadikan Samosir Swasembada Beras
Oleh : Danny Melani Butarbutar | 18-Mei-2018, 11:33:53 WIB

KabarIndonesia - Samosir, Bupati dan Wakil Bupati Samosir melakukan panen padi bersama kelompok tani berkarya kecamatan Palipi, Jumat (11/05). Demikian dikabarkan Humas Pemkab Samosir dalam relisnya kepada media di Samosir.

Dikabarkan pada panenan ini, turut hadir dan ambil bagian anggota DPRD Samosir Viktor Simbolon, jajaran pemkab diantaranya Asisten II Saul Situmorang, Kadis Pertanian Erkanus Simbolon, Kadis Ketapang, Sekretaris Kominfo, Kadis Koperindag, Kadis Satpol PP, Kepala BPS, Danramil Palipi, Camat Palipi serta kabag Humas dan kerjasama.

Pada kesempatan itu, ketua kelompok tani Berkarya Sudiwanto Sitohang mengatakan bahwa kelompok tani Berkarya berhasil mengembangkan padi jenis baru dengan umur 100 hari, diatas lahan 12 rante. Kelompok Berkarya memetik hasil panen sebesar 8, 1 ton gabah kering panen.

Sudiwanto menyebut bahwa dalam pengembangan pertanian, kelompok tani yang dipimpinnya masih menghadapi kendala terutama modal kerja dan alsintan. Seraya mengucapkan terimakasih, dia menyampaikan keluh kesah yang dihadapi kelompoknya kepada Bupati Samosir dan Wakil Bupati Samosir. "Kami menginginkan adanya keringanan biaya traktor dalam pengolahan lahan dan butuh mesin pemanen padi (Combine Harvester). Karena, sewaktu panen sangat kewalahan untuk mencari tenaga kerja." sebut Sudiwanto.

Sementara itu, Bupati Samosir Rapidin Simbolon langsung menanggapi dan menyatakan akan memenuhi permintaan tersebut. Bupati berjanji pada tahun 2018 akan memberikan bantuan 'Combine Harvester' (mesin pemanen padi). Mengenai keringanan biaya traktor, Rapidin sangat mendukung dan pasti mewujudkannya.

Selanjutnya Rapidin Simbolon menyampaikan bahwa pemerintah sangat mendukung kelompok tani yang rajin dan bekerja keras. "Pengembangan pertanian saat ini menjadi perhatian pemkab Samosir," kata Bupati Samosir. Dia meminta para Camat dan Kepala Desa untuk memberi perhatian serius pada pengembangan pertanian sesuai visi misi pemerintah daerah.

Informasi yang disampaikan Bupati Samosir melalui jaringan WA kepada media, bahwa ada dua kelompok tani yang baru melakukan panen besar yakni Kelompok tani Dosroha yang berada di desa Palipi dan poktan Berkarya Sigaol Simbolon Kec Palipi.

"Mereka sdh mandiri dan mampu membeli alat-al pertanian utk kebutuhan mereka sendiri luar biasa.dan sbg wujud suka cita mereka, dgn tulus iklas mereka memberikan "boras sipir ni tondi' (red: tepung tawar) utk Pemkab Samosir. Kami terharu utk ini semua. ternyata petani itu hatinya sangat mulia, mari kita dukung Petani" sebut Rapidin di akhir WAnya.

Bupati Samosir juga menyatakan bahwa pada bulan Mei 2018 ini Samosir telah mencapai swasembada beras, hal ini ditunjukkan dengan keberhasilan panen besar kelompok tani pada musim panen yang sedang ramai.

"SAMOSIR SWASEMBADA BERASS, itulah yg kami capai sekarang ini..bulan Mei sekarang ini adalah puncak kebahagiaan dari petani kami. Mereka euforia berpesta mengucap syukur kepada Tuhan yg Maha Kuasa atas panen yg melimpah, mereka juga tdk lupa berterimakasih," kata Rapidin mengapresiasi kinerja petani.
Sementara itu sebagaimana pernah diberitakan berbagai media bahwa Dinas Pertanian Kabupaten Samosir mencatat produksi beras pada 2017 mengalami kenaikan 0,2% dibanding 2016, dari 37.818 ton menjadi 37.885 ton. Hal ini diakui Kepala Dinas Pertanian Samosir, Erkanus Simbolon, Kamis (22/3/2018) dengan menyebutkan pada 2016 luas tanam padi 4.776,6 hektar dengan luas panen 8.231 hektar. Sedangkan pada 2017 luas tanam padi 9.627,6 hektar dengan luas panen 7.661,2 hektar.

Dikatakannya, meski kabupaten Samosir surplus beras, tetapi masih tetap mendatangkan beras miskin (raskin). Hal itu dikarenakan, para petani padi yang berhasil di Samosir, menjual hasil padi untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga, dan membeli raskin yang harganya jauh lebih murah.

"Kita surplus akan beras, tapi masih beli raskin. Ini dikarenakan, petani berhasil tetap menerima raskin, dan hasil panen dijual untuk kebutuhan rumah tangga. Dan sebenarnya, beras Samosir, banyak yang diekspor keluar daerah, tetapi diperdagangkan kembali ke Samosir setelah dikemas," katanya.

Menanggapi dikatakannya Samosir surplus dan swasembada beras, seorang tokoh masyarakat yang tidak mau disebut identitasnya, pernah duduk sebagai legislator di Samosir menyatakan bahwa secara realitas dan jujur, Samosir belum mencapai swasembada beras.

"Saya melihat bahwa hasil panenan atau produksi padi petani masih bergerak normal seperti tahun sebelumnya bahkan tahun 2015 sampai 2016 petani kita di Samosir mengalami gagal panen akibat musim kemarau-paceklik, ditambah lagi luas lahan sawah belum bertambah," sebutnya.

Dia mengutip pengertian daerah swasembada yakni daerah yang sudah dapat mencukupi kebutuhannya sendiri, tidak bergantung kepada daerah lain dalam jangka waktu tertentu. Bahkan akhir-akhir ini di tingkat Nasional, swasembada dinilai tak tercapai karena beberapa kali importasi masih jadi pilihan untuk memenuhi kebutuhan pangan nasional.

Di akhir perbincangan dengan jurnalis media ini, mantan anggota DPRD Samosir ini berharap pihak Pemerintah Daerah di sektor pertanian, agar sungguh-sungguh melakukan kajian yang mendalam atas berbagai permasalahan pertanian dan pangan di Samosir ini.

"Kesimpulan atau pernyataan yang disampaikan pada publik hendaknya disertai data-data sehingga menumbuhkan tingkat kepercayaan masyarakat dan bukti kesungguhan pemerintah untuk mencapai kesejahteraan masyarakat." harapnya.(*)

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Hanya Satu Produk Indonesia di "Asia Society and Museum"oleh : Fida Abbott
21-Apr-2019, 05:24 WIB


 
  Hanya Satu Produk Indonesia di "Asia Society and Museum" berlokasi di 725 Park Ave, New York, NY 10021; berukuran tidak besar; memiliki dua lantai dan lantai bawah tanah. Lantai pertama untuk pendaftaran para tamu yang berkunjung, kafe, dan toko suvenir. Lantai dua untuk museum yang
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 
Persiapan Puasa Sahur Dahulu 19 Mei 2019 15:43 WIB

 

 

 

 

 

 

 

 

 
Air Danau Toba Tercemar Berat 24 Mei 2019 15:17 WIB


 
Cara Asik Menikmati Mudik 23 Mei 2019 13:11 WIB


 
(Jangan) Terjebak Kitab Suci 25 Mei 2019 07:30 WIB


 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia