KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
ProfilMelani Butarbutar: Tekad Putra Samosir, Melayani Aspirasi Rakyat Sepenuh Hati oleh : Wahyu Ari Wicaksono
05-Nov-2018, 09:11 WIB


 
 
KabarIndonesia - Mengawali karir sebagai CPNS tahun 1976 di kantor Camat Simanindo Ambarita (Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatera Utara) dengan pangkat/golongan Juru Muda Tingkat I (I/b), pada Februari tahun 2017 lalu, Danny Melani Michler Hotpantolo Butarbutar atau biasa disebut Melani Butarbutar
selengkapnya....


 


 
BERITA EKONOMI LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 

 
Sepertiga Malam 05 Nov 2018 15:57 WIB

Duhai Kau yang Sedang Diuji 21 Okt 2018 11:53 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 
Menjadi Wartawan Pilihan Hidupku 09 Nov 2018 15:39 WIB


 

Komisi IX: Tersentil Susu Kental Manis, BPOM Harus Optimalkan Fungsi Ketahanan Masyarakat

 
EKONOMI

Komisi IX: Tersentil Susu Kental Manis, BPOM Harus Optimalkan Fungsi Ketahanan Masyarakat
Oleh : Rohmah S | 09-Jul-2018, 10:55:09 WIB

KabarIndonesia - Jakarta, Mengawasi ribuan produk obat, kosmetik dan makanan yang beredar di seluruh Indonesia bukanlah perkara mudah.

Ditambah lagi dengan masuknya produk-produk melalui sistem online membuat Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) harus mengoptimalkan peran masyarakat dalam hal pengawasan.

Dibutuhkan sistem yang mempermudah pelaporan apabila masyarakat menemukan kejanggalan pada produk makanan, obat maupun kosmetik yang dikonsumsi.  Demikian disampaikan oleh Ketua Komisi IX DPR RI Yusuf Macan Effendi di Jakarta (7/7).

Menurutnya, masyarakat memiliki fungsi ketahanan yang bisa dioptimalkan oleh BPOM. Oleh karena itu BPOM harus sering melakukan sosialisasi tentang keberadaannya kepada publik. 

"Sejauh ini yang mengenal BPOM adalah pelaku industri. Masyarakat belum sepenuhnya terpapar informasi tentang fungsi BPOM sebagai lembaga yang mengawas dan membina terkait obat, kosmetik dan makanan."  

Menurut politisi Partai Demokrat ini, peran BPOM dalam mengawasi produk-produk yang sudah beredar (post market) sudah sangat optimal.   

"Kita sering mendengar BPOM melakukan penggerebekan, penyitaan produk ilegal, pengungkapan pabrik obat palsu, dan sebagainya. Pada tahapan ini peran BPOM sudah bagus. Yang perlu dioptimalkan lagi perannya adalah tahap pre market yang menyangkut penelitian bahan baku dan pengajuan izin edar, termasuk kajian kelayakannya."  

Terkait Susu Kental Manis (SKM) yang menjadi sorotan publik, anggota dewan yang akrab dipanggil Dede Yusuf ini menegaskan bahwa iklan-iklan telah salah memposisikan SKM sebagai makanan pengganti susu bayi.  

"Waktu kami rapat, kami sudah minta untuk diberi petunjuk dalam bentuk label bahwa ini bukan untuk balita. BPOM sendiri pun mengeluarkan edaran untuk mengedukasi publik bahwa SKM bukan untuk bayi enam bulan."  

Sementara itu, menurut Syarief Darmawan, dosen Jurusan Gizi Politeknik Kesehatan  Kementerian Kesehatan Jakarta II, definisi susu kental manis yang tepat adalah didasarkan pada rumusan dari Codex Alimentarious Commission, yaitu produk susu berupa cairan kental yang diperoleh dengan menghilangkan air dari campuran susu dan gula sehingga mencapai tingkat kepekatan tertentu.  

"Codex merupakan lembaga di bawah FAO yang acuannya sudah menjadi standart di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Berdasarkan ketentuan Codex, susu kental manis bisa juga merupakan hasil rekonstitusi susu bubuk dengan penambahan gula. Dan gula yang ditambahkan harus dapat mencegah kerusakan produknya. Produk kemudian dipasteurisasi dan dikemas secara kedap atau hermetis."  

Menurutnya, peraturan Codex tentang standart kandungan protein dalam susu kental manis tidak kurang dari 6.5 persen (plain) sudah terimplementasi dalan Peraturan Kepala BPOM No 21 Tahun 2016.  

"Jadi BPOM sendiri sudah mengikuti definisi internasional tentang SKM. Hanya dalam kasus ini, persoalannya bukanlah tentang SKM itu sendiri, melainkan iklan yang salah menginformasikan bahwa susu kental manis sebagai produk susu yang bisa dikonsumsi untuk anak-anak di bawah tiga tahun. Padahal sebagai bahan makanan tambahan yaitu pemanis." 

BPOM, tambahnya, harus lebih banyak turun ke lapangan untuk mengedukasi produsen dan konsumen, khususnya di tingkat provinsi-provinsi. Sejauh ini BPOM sudah cukup baik dalam hal penanganan kasus produk yang merugikan masyarakat.  

"Porsi edukasi lapangannya yang perlu ditambah lagi intensitasnya," tutupnya. (*)  

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Astra Dukung Ekspedisi Tembus Tol Trans Jawaoleh : Rohmah S
12-Nov-2018, 10:18 WIB


 
  Astra Dukung Ekspedisi Tembus Tol Trans Jawa Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) RI Rini Soemarno (kedua kiri) didampingi Chief of Corporate Communications, Social Responsibility & Security PT Astra International Tbk Pongki Pamungkas (kedua kanan) saat flag off Ekspedisi Tembus Tol Trans Jawa di Surabaya (12/11).
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 
Antara Rocky Gerung dan Jokowi 05 Nov 2018 15:56 WIB

Berhutang Oksigen 21 Okt 2018 11:51 WIB

 

 

 

 

 
Sang Perancang Mode Batik 14 Apr 2018 18:54 WIB


 

 

 
Khasiat Buah Bit untuk Kecantikan 16 Sep 2018 16:05 WIB


 

 

 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia