KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
Berita RedaksiTerbuka Kesempatan Magang di Harian Online KabarIndonesia oleh : Redaksi-kabarindonesia
24-Apr-2019, 03:27 WIB


 
 
KabarIndonesia - Bila Anda seorang mahasiswa/mahasiswi dari berbagai fakultas di wilayah Indonesia dan memiliki minat di dunia media online termasuk penulisan artikel dan pengeditan, redaksi Harian Online KabarIndonesia (HOKI) memberikan kesempatan magang di HOKI selama satu tahun sebagai Tim Redaktur.
selengkapnya....


 


 
BERITA EKONOMI LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 

 
Pasangan Abadi 13 Apr 2019 04:16 WIB

Sepenggal Kisah dari Menoreh (2) 24 Mar 2019 06:12 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 

 

Komisi IX: Tersentil Susu Kental Manis, BPOM Harus Optimalkan Fungsi Ketahanan Masyarakat

 
EKONOMI

Komisi IX: Tersentil Susu Kental Manis, BPOM Harus Optimalkan Fungsi Ketahanan Masyarakat
Oleh : Rohmah S | 09-Jul-2018, 10:55:09 WIB

KabarIndonesia - Jakarta, Mengawasi ribuan produk obat, kosmetik dan makanan yang beredar di seluruh Indonesia bukanlah perkara mudah.

Ditambah lagi dengan masuknya produk-produk melalui sistem online membuat Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) harus mengoptimalkan peran masyarakat dalam hal pengawasan.

Dibutuhkan sistem yang mempermudah pelaporan apabila masyarakat menemukan kejanggalan pada produk makanan, obat maupun kosmetik yang dikonsumsi.  Demikian disampaikan oleh Ketua Komisi IX DPR RI Yusuf Macan Effendi di Jakarta (7/7).

Menurutnya, masyarakat memiliki fungsi ketahanan yang bisa dioptimalkan oleh BPOM. Oleh karena itu BPOM harus sering melakukan sosialisasi tentang keberadaannya kepada publik. 

"Sejauh ini yang mengenal BPOM adalah pelaku industri. Masyarakat belum sepenuhnya terpapar informasi tentang fungsi BPOM sebagai lembaga yang mengawas dan membina terkait obat, kosmetik dan makanan."  

Menurut politisi Partai Demokrat ini, peran BPOM dalam mengawasi produk-produk yang sudah beredar (post market) sudah sangat optimal.   

"Kita sering mendengar BPOM melakukan penggerebekan, penyitaan produk ilegal, pengungkapan pabrik obat palsu, dan sebagainya. Pada tahapan ini peran BPOM sudah bagus. Yang perlu dioptimalkan lagi perannya adalah tahap pre market yang menyangkut penelitian bahan baku dan pengajuan izin edar, termasuk kajian kelayakannya."  

Terkait Susu Kental Manis (SKM) yang menjadi sorotan publik, anggota dewan yang akrab dipanggil Dede Yusuf ini menegaskan bahwa iklan-iklan telah salah memposisikan SKM sebagai makanan pengganti susu bayi.  

"Waktu kami rapat, kami sudah minta untuk diberi petunjuk dalam bentuk label bahwa ini bukan untuk balita. BPOM sendiri pun mengeluarkan edaran untuk mengedukasi publik bahwa SKM bukan untuk bayi enam bulan."  

Sementara itu, menurut Syarief Darmawan, dosen Jurusan Gizi Politeknik Kesehatan  Kementerian Kesehatan Jakarta II, definisi susu kental manis yang tepat adalah didasarkan pada rumusan dari Codex Alimentarious Commission, yaitu produk susu berupa cairan kental yang diperoleh dengan menghilangkan air dari campuran susu dan gula sehingga mencapai tingkat kepekatan tertentu.  

"Codex merupakan lembaga di bawah FAO yang acuannya sudah menjadi standart di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Berdasarkan ketentuan Codex, susu kental manis bisa juga merupakan hasil rekonstitusi susu bubuk dengan penambahan gula. Dan gula yang ditambahkan harus dapat mencegah kerusakan produknya. Produk kemudian dipasteurisasi dan dikemas secara kedap atau hermetis."  

Menurutnya, peraturan Codex tentang standart kandungan protein dalam susu kental manis tidak kurang dari 6.5 persen (plain) sudah terimplementasi dalan Peraturan Kepala BPOM No 21 Tahun 2016.  

"Jadi BPOM sendiri sudah mengikuti definisi internasional tentang SKM. Hanya dalam kasus ini, persoalannya bukanlah tentang SKM itu sendiri, melainkan iklan yang salah menginformasikan bahwa susu kental manis sebagai produk susu yang bisa dikonsumsi untuk anak-anak di bawah tiga tahun. Padahal sebagai bahan makanan tambahan yaitu pemanis." 

BPOM, tambahnya, harus lebih banyak turun ke lapangan untuk mengedukasi produsen dan konsumen, khususnya di tingkat provinsi-provinsi. Sejauh ini BPOM sudah cukup baik dalam hal penanganan kasus produk yang merugikan masyarakat.  

"Porsi edukasi lapangannya yang perlu ditambah lagi intensitasnya," tutupnya. (*)  

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Hanya Satu Produk Indonesia di "Asia Society and Museum"oleh : Fida Abbott
21-Apr-2019, 05:24 WIB


 
  Hanya Satu Produk Indonesia di "Asia Society and Museum" berlokasi di 725 Park Ave, New York, NY 10021; berukuran tidak besar; memiliki dua lantai dan lantai bawah tanah. Lantai pertama untuk pendaftaran para tamu yang berkunjung, kafe, dan toko suvenir. Lantai dua untuk museum yang
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 
Batu Bertuah (1) 25 Apr 2019 16:15 WIB


 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia