KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
KesehatanBantu Upaya Pemerintah Tangani Pandemi Covid-19, Joyday Hadir Mendukung Vaksinasi di Jakarta oleh : Wahyu Ari Wicaksono
21-Jun-2021, 12:29 WIB


 
 
KabarIndonesia - Grup Yili dan Green Asia Food Indonesia (GAFI), produsen es krim Joyday (Pemenang Brand Choice Award 2021) membagikan lebih dari 5.000 produk es krim sebagai bentuk insentif kepada para penduduk Jakarta agar bersedia divaksinasi. Es krim tersebut didistribusikan di
selengkapnya....


 


 
BERITA EKONOMI LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 
 
M E R D E K A !!! 17 Aug 2020 06:01 WIB

Terbunuh Cinta Sendiri 05 Jul 2020 14:46 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 
CARA MENINGKATKAN KHARISMA ! 12 Mei 2021 10:22 WIB


 

Konsumerisme Musuh Anak Muda Di Era Revolusi Industri 4.0

 
EKONOMI

Konsumerisme Musuh Anak Muda Di Era Revolusi Industri 4.0
Oleh : Setyo Sudirman | 01-Nov-2019, 07:15:32 WIB

KabarIndonesia - Pada tanggal 28 Oktober 1928 silam, pemuda-pemudi dari berbagai daerah di Indonesia bersumpah dengan mengikis kesukuan dan keegoannya untuk cita-cita yang mulia satu "Tanah Air Indonesia", "Bangsa Indonesia", dan "Bahasa Indonesia".
Peristiwa bersejarah itu baru-baru ini kita rayakan sebagai Hari Sumpah Pemuda. Para pemuda-pemudi Indonesia tanpa memandang suku, agama, adat istiadat dan sebagainya, bersatu untuk membebaskan diri dari belenggu penjajahan.

Ini semua dilakukan sebagai pijakan membebaskan diri dari belenggu kolonialisme. Semangat serupa tentu perlu diteladani. Namun di Era Revolusi Industri 4.0 saat ini, penjajah itu tentu bukan lagi bangsa lain, melainkan telah berwajah baru menjadi virus.

Musuh pemuda-pemudi saat ini adalah godaan konsumerisme yang telah mewujud menjadi "penjajahan ekonomi" terbesar. Betapa tidak, saat ini tidak sedikit pemuda dan pemudi yang terninabobokan dengan tawaran-tawaran yang sepertinya mengenakkan, tetapi sejatinya mengacaukan tatanan keuangan.

Tidak sedikit pemuda-pemudi yang saat ini terbelenggu dengan utang demi utang untuk meladeni "virus konsumerisme". Tren dan gaya hidup menjadi muara untuk konsumerisme di kalangan pemuda dan pemudi Indonesia. Virus itu tersebar dengan mudahnya melalui dengan sarana kemajuan teknologi internet. Virus itu menjangkiti pemuda-pemudi yang tidak memiliki daya tahan yang kuat alias mudah terayu.

Mereka yang terpapar virus ini biasanya benar-benar konsumtif sehingga kondisi keuangannya acak-kadul. Wajah baru penjajah ini perlu dilawan demi masa depan keuangan yang lebih baik. Konsumerisme mengacaukan pengelolaan keuangan milenial sehingga jauh dari kemerdekaan finansial. Pemuda-pemudi Indonesia terbelenggu dengan kenikmatan sesaat, di depan mata, dan hari ini, tetapi masa depan keuangan terancam.

Salah satu langkah nyata untuk melawan "penjajah baru" agar bisa menggapai kemerdekaan finansial, yakni dengan menekuni investasi. Menyatukan tekad berinvestasi penting dilakukan mengingat investasi, semisal investasi reksa dana di IPOTFUND, tidak mengenal sentimen kesukuan dan kedaerahan.

Siapa pun bisa melakukannya dengan mudah dan gampang. Investasi reksa dana terbuka untuk siapa pun dan di mana pun berada, pas untuk pemuda-pemudi Indonesia yang masih berjuang dalam pengelolaan keuangan dengan benar.

Investasi reksa dana bisa menjadi pijakan awal untuk mengelola keuangan masa depan yang lebih baik. Selain mudah dan gampang, investasi ini juga sangat terjangkau. Berbekal dana sebesar Rp.100.000 saja, pemuda-pemudi Indonesia bisa mulai menyelamatkan keuangan masa di masa depan. (*)

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 



Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 
Majelis Rakyat Papua Didukung PGI 13 Jun 2021 04:31 WIB


 

 

 

 

 
 

 

 

 

 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia