KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
NasionalJalan Berliku Divestasi Tuntas, Kontrak Karya Freeport Sah Menjadi IUPK oleh : Wahyu Ari Wicaksono
22-Des-2018, 04:36 WIB


 
 
KabarIndonesia - Setelah sekitar dua tahun proses negosiasi intensif yang melibatkan pemerintah, Holding Industri Pertambangan PT INALUM (Persero), Freeport McMoRan Inc. (FCX) dan Rio Tinto, akhirnya pada hari ini telah resmi terjadi pengalihan saham mayoritas (divestasi) PT Freeport Indonesia (PTFI)
selengkapnya....


 


 
BERITA EKONOMI LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 

 
Negeri Nestapa 23 Jun 2020 09:15 WIB

Kami Masih Punya Rasa Malu 31 Mei 2020 11:30 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 
LOVE STORY BIBI LUNG & YOKO 27 Jun 2020 05:00 WIB


 
YUUK DEMO NGEPUNG SURGA! 27 Jun 2020 06:33 WIB


 

Konsumerisme Musuh Anak Muda Di Era Revolusi Industri 4.0

 
EKONOMI

Konsumerisme Musuh Anak Muda Di Era Revolusi Industri 4.0
Oleh : Setyo Sudirman | 01-Nov-2019, 07:15:32 WIB

KabarIndonesia - Pada tanggal 28 Oktober 1928 silam, pemuda-pemudi dari berbagai daerah di Indonesia bersumpah dengan mengikis kesukuan dan keegoannya untuk cita-cita yang mulia satu "Tanah Air Indonesia", "Bangsa Indonesia", dan "Bahasa Indonesia".
Peristiwa bersejarah itu baru-baru ini kita rayakan sebagai Hari Sumpah Pemuda. Para pemuda-pemudi Indonesia tanpa memandang suku, agama, adat istiadat dan sebagainya, bersatu untuk membebaskan diri dari belenggu penjajahan.

Ini semua dilakukan sebagai pijakan membebaskan diri dari belenggu kolonialisme. Semangat serupa tentu perlu diteladani. Namun di Era Revolusi Industri 4.0 saat ini, penjajah itu tentu bukan lagi bangsa lain, melainkan telah berwajah baru menjadi virus.

Musuh pemuda-pemudi saat ini adalah godaan konsumerisme yang telah mewujud menjadi "penjajahan ekonomi" terbesar. Betapa tidak, saat ini tidak sedikit pemuda dan pemudi yang terninabobokan dengan tawaran-tawaran yang sepertinya mengenakkan, tetapi sejatinya mengacaukan tatanan keuangan.

Tidak sedikit pemuda-pemudi yang saat ini terbelenggu dengan utang demi utang untuk meladeni "virus konsumerisme". Tren dan gaya hidup menjadi muara untuk konsumerisme di kalangan pemuda dan pemudi Indonesia. Virus itu tersebar dengan mudahnya melalui dengan sarana kemajuan teknologi internet. Virus itu menjangkiti pemuda-pemudi yang tidak memiliki daya tahan yang kuat alias mudah terayu.

Mereka yang terpapar virus ini biasanya benar-benar konsumtif sehingga kondisi keuangannya acak-kadul. Wajah baru penjajah ini perlu dilawan demi masa depan keuangan yang lebih baik. Konsumerisme mengacaukan pengelolaan keuangan milenial sehingga jauh dari kemerdekaan finansial. Pemuda-pemudi Indonesia terbelenggu dengan kenikmatan sesaat, di depan mata, dan hari ini, tetapi masa depan keuangan terancam.

Salah satu langkah nyata untuk melawan "penjajah baru" agar bisa menggapai kemerdekaan finansial, yakni dengan menekuni investasi. Menyatukan tekad berinvestasi penting dilakukan mengingat investasi, semisal investasi reksa dana di IPOTFUND, tidak mengenal sentimen kesukuan dan kedaerahan.

Siapa pun bisa melakukannya dengan mudah dan gampang. Investasi reksa dana terbuka untuk siapa pun dan di mana pun berada, pas untuk pemuda-pemudi Indonesia yang masih berjuang dalam pengelolaan keuangan dengan benar.

Investasi reksa dana bisa menjadi pijakan awal untuk mengelola keuangan masa depan yang lebih baik. Selain mudah dan gampang, investasi ini juga sangat terjangkau. Berbekal dana sebesar Rp.100.000 saja, pemuda-pemudi Indonesia bisa mulai menyelamatkan keuangan masa di masa depan. (*)

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Sambal Oelek Indonesia Buatan ASoleh : Fida Abbott
02-Jun-2020, 02:23 WIB


 
  Sambal Oelek Indonesia Buatan AS Sambal Oelek ini saya temukan di Walmart Supercenter, Parkesburg, Pennsylvania. Awalnya saya mengira buatan salah satu negara Asia selain Indonesia karena tulisan di depan botolnya. Ternyata buatan Amerika Serikat. Tampaknya Indonesia harus meningkatkan persaingannya di pasar bebas dan jeli membidik
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 

 

 

 

 
MANG UCUP ITU CHINA BANANA 28 Jan 2020 00:52 WIB

 

 

 

 

 

 
HOW ARE YOU MY FRIEND? 27 Jun 2020 05:21 WIB

Masihkah Ada Rasa Damai Di Hati? 21 Jun 2020 14:23 WIB

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia