KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
 
KabarIndonesia - Pada Nukilan Buku Jokowi Utusan Semesta: Sekali Lagi Semesta Membuktikan Tidak Pernah Ingkar janji bagian (8), telah kita simak bagaimana DKI Jakarta yang ditinggalkan Jokowi sejak Pilpres 2014 digantikan dengan baik oleh Ahok-Djarot sampai tiba waktunya digelar kembali
selengkapnya....


 


 
BERITA EKONOMI LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 

 
JENUH 17 Jul 2019 15:06 WIB

Sayapku Telah Patah 08 Jul 2019 10:34 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 
PWI Jaya Gelar Orientasi Wartawan 17 Jul 2019 16:02 WIB


 
 
EKONOMI

Masa Depan Akutansi Teknologi dan Keamanan Siber
Oleh : Zohiri Kadir | 27-Feb-2019, 13:03:26 WIB

KabarIndonesia -   Dr. David Bond (Dosen Senior Accounting Discipline Group University of Technology Sydneymengungkapkan “Dewasa ini, akuntan memiliki peran penting dalam membantu mencegah penipuan dan melindungi perusahaan dari beragam bentuk kejahatan siber. Mereka dapat membantu mengidentifikasi dan mengurangi risiko terkait penipuan di lingkup internal, eksternal, pembuat kebijakan, dan menjaga reputasi perusahaan,” Hal ini diuangkapkan Dr.  Bond dalam acara “ Masa Depan Akutansi , Batasan Baru Teknologi Dan Keamanan Siber” Di Jakarta , Senin (26/2/2019)
Perkembangan yang cepat dari komputasi berbasis cloud dan kebebasan karyawan untuk menggunakan perangkat mereka sendiri untuk mengakses sistem bisnis, meningkatkan kerentanan sistem yang sebelumnya sulit diakses.

"Organisasi menghadapi beragam masalah baru yang terus mengancam – seperti virus (malware), serangan terhadap infrastruktur, pembobolan data, dan penipuan pembayaran (fraud)," jelas Dr. Bond. 

Kejahatan siber sering bersifat oportunistik, tetapi semakin canggih dan semakin sulit untuk dideteksi serta dicegah. Dari seluruh sektor perusahaan perlu bekerja lebih keras dan lebih pintar untuk mengurangi motivasi, peluang dan akses penipuan."Firma Akuntan, pajak, dan jasa keuangan juga tidak luput dari risiko bahaya kejahatan siber itu sendiri, dengan potensi pembobolan data dan akses yang tidak sah ke pembukuan yang menciptakan potensi penipuan pengembalian pajak dan pensiun, pencurian identitas serta penipuan finansial terhadap klien.

Sangatlah penting bagi perusahaan untuk menanggapi setiap tindakan pembobolan data dan penipuan, untuk itu dibutuhkan pemahaman yang lebih dalam mengenai persyaratan pelaporan yang memenuhi peraturan, penalti, kompensasi, dan pelanggaran kontrak yang terkait dengan kerugian awal," kata Dr. Bond. 

Akuntan di masa depan tidak hanya harus pandai berhitung. Namun, dituntut untuk lebih memahami teknologi, menurut UTS, kebutuhan akuntan dengan keterampilan interpersonal yang kuat akan sangat penting.


"Akuntan yang paling dicari adalah mereka yang menawarkan nilai bisnis nyata dan pemahaman terhadap klien yang mendalam - mereka akan mempunyai kemampuan berkomunikasi yang baik, pemikiran yang kritis, memiliki empati dan kreativitas – benar-benar mampu memahami dan bermitra dengan rekan bisnis."

Dikarenakan perubahan yang cepat dan kurangnya sumber daya dari profesi ini, Dr. Bond bersemangat mendorong lebih banyak pemuda Indonesia untuk memilih akuntansi sebagai pilihan karir yang menarik dan menginspirasi.

 
“Akuntan saat ini berada di garis depan bisnis dan pemerintahan dengan tugas mengidentifikasi dan mengatasi banyak tantangan serta risiko. Dengan mengabungkan pendidikan akuntansi yang berkualitas, pengembangan keterampilan interpersonal yang kuat, kemampuan berbahasa Inggris yang baik, keragaman pengalaman dan memiliki pikiran yang  terbuka adalah resep untuk meniti karir yang luar biasa,” katanya.(*)

 
 
 

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Mekanisasi Pertanian di Tanah Batakoleh : Leonardo Tolstoy Simanjuntak
14-Jun-2019, 06:38 WIB


 
  Mekanisasi Pertanian di Tanah Batak Petani di Tanah Batak sekarang merasa lega. Semakin sulitnya mendapatkan tenaga kerja untuk mengelola pertanian padi, membuat mereka kewalahan. Untunglah mekanisasi pertanian itu beberapa tahun terakhir sudah hadir. Untuk panen raya, petani di kawasan Silindung Tapanuli Utara umumnya sudah menggunakan
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 
Cara Asik Menikmati Mudik 23 Mei 2019 13:11 WIB

 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia