KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
 
KabarIndonesia - Pada Nukilan Buku Jokowi Utusan Semesta: Sekali Lagi Semesta Membuktikan Tidak Pernah Ingkar janji bagian (10), telah saya sampaikan alasan-alasan kenapa KH Ma'ruf Amin merupakan salah satu sosok yang paling tepat mendampingi Jokowi dalam Pilpres 2019 kemarin.
selengkapnya....


 


 
BERITA EKONOMI LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 

 
JENUH 17 Jul 2019 15:06 WIB

Sayapku Telah Patah 08 Jul 2019 10:34 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 
PWI Jaya Gelar Orientasi Wartawan 17 Jul 2019 16:02 WIB


 
 
EKONOMI

Membaca Skenario RAPBN 2020
Oleh : Gunoto Saparie | 15-Mei-2019, 14:09:01 WIB

KabarIndonesia - Pemerintah sejak Februari lalu telah mulai menyusun pagu anggaran untuk Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2020 bagi seluruh kementerian/lembaga (K/L). Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan bahwa kebijakan pokok dalam penyusunan RAPBN bertujuan untuk memacu investasi dan ekspor, meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) serta menjaga pembangunan infrastruktur. Selain itu, efisiensi birokrasi terutama mendorong investasi ekspor melalui berbagai macam insentif fiskal maupun dari sisi pelayanan untuk memberikan kemudahan kepada para investor.

Dalam poin-poin penting penyusunan RAPBN 2020 memang tampak program kampanye Joko Widodo masuk dalam rancangan. Selepas sidang kabinet paripurna (SKP) mengenai ketersediaan anggaran dan pagu indikatif APBN 2020 Sri Mulyani menyatakan diminta memasukkan kebutuhan anggaran program tiga kartu sakti yang dijanjikan Jokowi-Ma'ruf Amin saat kampanye. 
Ketika kampanye salah satu program unggulan paslon 01 adalah kartu sakti yang meliputi, Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah, Kartu Prakerja, dan Kartu Sembako Murah. Mengacu pada pernyataan Sri Mulyani, KIP Kuliah dan Kartu Prakerja sejatinya sejalan dengan fokus pembangunan, yaitu perbaikan kualitas sumber daya manusia (SDM) dari sisi pendidikan. Sementara Kartu Sembako Murah merupakan jurus baru untuk memastikan perbaikan kualitas SDM dari sisi kesehatan dan penanggulangan kemiskinan. Kartu tersebut rencananya akan disinkronkan dengan program penyaluran Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) dan Program Keluarga Harapan (PKH).

Dalam SKP tersebut pemerintah menargetkan, pada 2020 pertumbuhan pendapatan negara akan berada di kisaran 10% - 13,5% dari potensi outlook pendapatan negara pada tahun fiskal 2019. Sementara dari sisi belanja negara, mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu mengakui kalau beberapa program pemerintah lebih difokuskan dari sisi pengeluaran. Meskipun harus diakui, defisit APBN 2019 terus melebar menjadi Rp 101,96 triliun atau 0,63% dari Produk Domestik Bruto (PDB) pada kuartal I 2019. Sebelumnya pada Maret 2018, defisit APBN tercatat sebesar Rp 85,8 triliun.

Meskipun demikian, pemerintah menargetkan pada 2020 sudah tidak akan lagi melakukan gali lubang tutup lubang dalam menjalankan anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN). Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan Suahasil Nazara mengatakan bahwa pemerintah tidak melakukan gali lubang tutup lubang karena defisit anggaran yang semakin kecil.
Defisit yang lebih rendah ini kita juga bisa mendorong keseimbangan primer menuju positif atau mendekati nol alias surplus. Keseimbangan primer adalah selisih antara penerimaan negara dikurangi belanja yang tidak termasuk pembayaran utang. Jika nilainya masih defisit, maka pemerintah harus berutang lagi untuk membayar utang-utang yang jatuh tempo atau gali lubang tutup lubang. Namun, jika nilainya positif, maka pemerintah mampu membiayai utang jatuh tempo dengan sumber penerimaannya sendiri.

Pemerintah menargetkan defisit anggaran tahun 2019 sebesar 1,84% terhadap PDB atau setara dengan Rp359,12 triliun. Dengan defisit tersebut, angka keseimbangan primer masih defisit sekitar Rp21,7 triliun. Kalau kita lihat keseimbangan primer kita yang paling besar defisitnya pada tahun 2015 Rp142,5 triliun ini yang berusaha kita turunkan terus sejak tahun 2015-2016, 2017 tahun 2018 ini kami perkirakan keseimbangan primer masih defisit Rp64,8 triliun namun tahun depan kita harapkan tinggal Rp21,7 triliun.

Memang, dinamika perekonomian global meskipun menunjukkan tren perbaikan, masih diliputi risiko ketidakpastian. Indonesia sebagai bagian dari ekosistem perekonomian global menyadari bahwa daya jalar volatilitas perekonomian global tersebut akan berpengaruh terhadap kinerja perekonomian domestik. Tekanan terhadap nilai tukar rupiah dalam beberapa bulan terakhir dan dinamika likuiditas yang semakin ketat, berdampak pada meningkatnya yield, pelebaran defisit current account, kenaikan harga minyak, dan volatilitas harga komoditas.

Ada berbagai tantangan yang perlu direspons dengan ramuan inovasi kebijakan yang tepat. Beberapa tantangan tersebut antara lain, daya saing yang perlu ditingkatkan, melalui penguatan kualitas sumber daya manusia, mengejar ketertinggalan infrastruktur, perbaikan iklim investasi dan penguatan ekspor.

Persoalan lain yang tak kalah krusial adalah mendorong ketahanan pangan dan energi, efektivitas program perlindungan sosial agar memberi manfaat nyata dan dapat mengakselerasi pengurangan kemiskinan dan kesenjangan. Di samping itu juga kualitas desentralisasi fiskal perlu ditingkatkan agar memberi manfaat nyata bagi perbaikan kualitas pelayanan publik di daerah dan memberi kontribusi signifikan bagi terwujudnya pemerataan dan kemandirian daerah dalam bingkai NKRI. Stabilitas politik seusai Pemilu Serentak, ekonomi dan keamanan juga tetap perlu dijaga.

Pemerintah memang perlu mendesain arah dan strategi kebijakan fiskal agar mampu merespons dinamika perekonomian secara efektif, menjawab tantangan secara tepat dan mampu mendukung pencapaian target pembangunan secara optimal. APBN sebagai instrumen utama kebijakan fiskal perlu didorong agar lebih sehat baik dalam prespektif jangka pendek, menengah maupun panjang.(*)

*Gunoto Saparie adalah Fungsionaris Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia Wilayah Jawa Tengah

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Mekanisasi Pertanian di Tanah Batakoleh : Leonardo Tolstoy Simanjuntak
14-Jun-2019, 06:38 WIB


 
  Mekanisasi Pertanian di Tanah Batak Petani di Tanah Batak sekarang merasa lega. Semakin sulitnya mendapatkan tenaga kerja untuk mengelola pertanian padi, membuat mereka kewalahan. Untunglah mekanisasi pertanian itu beberapa tahun terakhir sudah hadir. Untuk panen raya, petani di kawasan Silindung Tapanuli Utara umumnya sudah menggunakan
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 
Cara Asik Menikmati Mudik 23 Mei 2019 13:11 WIB

 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia