KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
NasionalWUPID 2017 Ajang Debat Menantang! oleh : Johanes Krisnomo
20-Okt-2017, 16:38 WIB


 
 
KabarIndonesia - Jakarta, 20 Oktober 2017 - Gaduhnya para mahasiswa saat istirahat makan siang, mengikuti ajang debat WUPID 2017, tak sejalan dengan keseriusannya berkompetisi. Mereka berdebat mempertahankan argumentasinya, baik pro dan kontra, berdasarkan data akurat dan pola pikir kritis.

Bicara.co yang
selengkapnya....


 


 
BERITA EKONOMI LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 

 
Sabar dan Syukur 12 Okt 2017 01:07 WIB

Di Padepokan Om Jin 12 Okt 2017 01:06 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 
"Tangisan" Ridho Irama 12 Okt 2017 10:00 WIB


 

 

Peningkatan Lalu Lintas Komoditas Lobster Kepiting dan Rajungan dalam Wilayah Kerja BKIPM BIMA

 
EKONOMI

Peningkatan Lalu Lintas Komoditas Lobster Kepiting dan Rajungan dalam Wilayah Kerja BKIPM BIMA
Oleh : Fatoni Rahman | 07-Okt-2017, 06:00:10 WIB

KabarIndonesia - Lobster, kepiting dan rajungan merupakan komoditas perikanan yang dibatasi penangkapan dan ekspornya berdasarkan PERMEN KP. No. 56 Tahun 2016 tentang Larangan Penangkapan dan/atau Pengeluaran Lobster (Panulirus sp), Kepiting (Scylla sp) dan Rajungan (Portunus sp) dari wilayah negara Republik Indonesia.

Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu Dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) merupakan salah satu Unit Pelaksana Teknis dibawah naungan Kementerian Kelautan dan Perikanan yang berlokasi di kabupaten Bima - Nusa Tenggara Barat dengan wilayah kerja sebanyak 9 kabupaten/kota di propinsi NTB dan NTT. Kabupaten Bima dan Dompu (NTB) serta kabupaten Manggarai Barat (NTT) merupakan wilayah penghasil lobster, kepiting dan rajungan lingkup BKIPM Bima

Sejak pembatasan penangkapan dan pengeluaran ketiga komoditas Larangan Terbatas (LARTAS) tersebut, berdasarkan data lalu lintas domestik keluar yang melalui wilayah kerja BKIPM Bima, frekuensinya terus mengalami peningkatan. Komoditas lobster yang mengalami peningkatan 24,9% daripada tahun sebelumnya dengan nilai mencapai 10,5 Milyar rupiah pada Semester I tahun 2017 serta komoditas kepiting yang mengalami peningkatan 55,1% dengan total nilai mencapai 213,2 juta rupiah pada Semester I tahun 2017.

Kepala BKIPM BIMA , Arsal, S.St.Pi., M.P mengatakan terjadinya peningkatan lalu lintas komoditas LARTAS ini adalah akibat dari ketersediaan stok di alam yang cukup banyak dikarenakan lobster, kepiting dan rajungan yang berukuran kecil dan bertelur tidak lagi diperbolehkan untuk ditangkap oleh nelayan.

Sejak diberlakukannya peraturan terkait komoditas LARTAS tersebut pada tahun 2015 yang lalu nelayan penangkap/pengepul jenis komoditas tersebut sudah semakin sadar bahwa kelestarian-nya harus terus dijaga untuk anak cucu mereka dimasa yang akan datang. 

Dengan pelarangan tersebut maka terdapat nilai tambah yang lebih besar bagi para nelayan/pengepul dikarenakan lobster, kepiting maupun rajungan yang masih kecil ataupun sedang bertelur diberikan kesempatan untuk tumbuh besar serta berkembang biak.

"Nantinya setelah mencapai ukuran tertentu misalnya diatas 200 gram berat untuk lobster dan kepiting dan 60 gram berat untuk jenis rajungan sebagaimana diatur dalam peraturan tersebut diatas dapat ditangkap oleh nelayan yang tentunya dengan nilai jual yang lebih tinggi dibandingkan dengan menjual lobster yang berukuran kecil," tutur Arsal.

"Selain itu kegiatan pengawasan terhadap lalu lintas komoditas tersebut harus terus diperketat pengeluarannya serta menindak tegas terhadap pengguna jasa yang melanggar aturan tersebut yang diharapkan dapat terus meningkatkan kapasitas produksi komoditas LARTAS tersebut demi terus menjaga Kedaulatan dan Keberlanjutan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan di masa yang akan datang" ujarnya.(*)

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Sandy dan Syagung, Sukses di Ajang Debat - WUPID 2017oleh : Johanes Krisnomo
19-Okt-2017, 13:37 WIB


 
  Sandy dan Syagung, Sukses di Ajang Debat - WUPID 2017 Sandy Sanjaya Awaluddin (kiri) dan Syagung Gunawan May (kanan) dari Universitas Gajah Mada, terpilih sebagai 1st breaking team, dalam ajang debat Bahasa Inggris WUPID - World Universities Peace Invitational Debate, di Jakarta (14-15/10/17). Bersama Aldwin dan Ibrahim dari
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 
Ekspedisi NKRI Gelar Nikah Massal 20 Okt 2017 05:37 WIB

 
Tiga Tahun Pemerintahan Jokowi JK 20 Okt 2017 15:13 WIB

 

 

 

 
Pimpinan Redaksi HOKI 2017 09 Okt 2017 20:02 WIB


 

 

 

 

 

 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia