KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
NasionalJalan Berliku Divestasi Tuntas, Kontrak Karya Freeport Sah Menjadi IUPK oleh : Wahyu Ari Wicaksono
22-Des-2018, 04:36 WIB


 
 
KabarIndonesia - Setelah sekitar dua tahun proses negosiasi intensif yang melibatkan pemerintah, Holding Industri Pertambangan PT INALUM (Persero), Freeport McMoRan Inc. (FCX) dan Rio Tinto, akhirnya pada hari ini telah resmi terjadi pengalihan saham mayoritas (divestasi) PT Freeport Indonesia (PTFI)
selengkapnya....


 


 
BERITA EKONOMI LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 

 
Terbunuh Cinta Sendiri 05 Jul 2020 14:46 WIB

Negeri Nestapa 23 Jun 2020 09:15 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 
LOVE STORY BIBI LUNG & YOKO 27 Jun 2020 05:00 WIB


 
YUUK DEMO NGEPUNG SURGA! 27 Jun 2020 06:33 WIB


 
 
EKONOMI

Perbanas Rekomendasikan “Layanan Keuangan Nusantara" Untuk Perkuat Ekonomi
Oleh : Supriyanto | 12-Nov-2019, 01:12:58 WIB

KabarIndonesia - Jakarta, Perhimpunan Bank Nasional (Perbanas) memberikan rekomendasi Layanan Keuangan di Nusantara kepada pemerintah untuk pengembangan industri keuangan di Tanah Air. Rekomendasi yang tertuang dalam Pokok Pemikiran Layanan Jasa Keuangan Nusantara itu, diserahkan Perbanas kepada Presiden Republik Indonesia Joko Widodo pada acara Indonesia Banking Expo (IBEX) 2019 di Hotel Fairmont Jakarta, Rabu (6/11).

Menurut Wakil Ketua Umum Perbanas Farid Rahman, layanan keuangan merupakan salah satu aspek penting bagi pertumbuhan ekonomi dan kemakmuran sebuah negara. Pasalnya, pemberi layanan keuangan seperti perbankan dan institusi keuangan lainnya berperan dalam melakukan empat fungsi sosial utama yaitu membiayai perekonomian untuk membantu permodalan infrastruktur dan bisnis, melindungi masyarakat lewat tabungan dan asuransi, mendukung perdagangan melalui layanan pembayaran baik luring (offline) maupun daring (online), dan pengembangan SDM melalui edukasi keuangan kepada masyarakat.

"Melihat pentingnya peran tersebut dan semakin berkembangnya layanan keuangan, maka sektor keuangan harus mampu berinovasi dan tidak hanya melihat tantangan dengan pendekatanan tradisional. Untuk itu kami memperkenalkan Layanan Keuangan di Nusantara sebagai bentuk rekomendasi kami kepada pemangku kepentingan untuk bersama-sama memperkuat industri keuangan Indonesia," kata Farid.

Dalam Layanan Keuangan Nusantara, Perbanas merekomendasikan hal baru yang akan diterapkan industri, seperti mendorong inovasi serta meningkatkan kolaborasi dalam sektor keuangan.

Saat ini, lanjut Farid, kontribusi langsung sektor keuangan bagi Pendapatan Domestik Bruto (PDB) Indonesia mencapai USD44 miliar, sementara kontribusi tidak langsungnya seperti penyaluran pembiayaan bagi pengusaha dan rumah tangga, mencapai USD400 miliar.

"Seiring dengan perkembangan, kami akan bertransformasi dengan meningkatkan experience dan kualitas layanan, mengoptimalkan pemanfaatan teknologi digital dengan mendidik 2,5 juta talenta di sektor keuangan terkait teknologi digital dan keahlian baru lainnya hingga 2025," ujar Farid.

Perlu Dukungan Pemerintah dan Regulator
Ketua Steering Committee IBEX 2019 Ahmad Siddik Badruddin mengatakan, transformasi industri keuangan yang didorong Perbanas lewat Layanan Keuangan Nusantara bertujuan untuk membawa industri ke level yang lebih tinggi. Untuk itu, perlu dukungan regulator agar Indonesia dapat mengejar ketertinggalan dari pemain utama dunia.

Menurut Siddik, Perbanas melihat bahwa pemerintah dan regulator perlu berperan dalam mengimplementasikan infrastruktur terbaik. Untuk ini, Indonesia perlu mempertimbangkan melakukan deregulasi keharusan menyimpan informasi di private cloud, membolehkan bank beralih ke e-KYC tanpa tatap muka, memperbaiki infrastruktur data nasional dan membangun basis data biometrik.

"Kita juga perlu memupuk inovasi dengan menciptakan layanan satu pintu terhadap semua regulator, seperti BI dan OJK, merevisi sistem dual-sandbox BI dan OJK, mengubah mekanisme persetujuan dari universal rule-based approval ke tiered risk-based approval serta menetapkan peraturan tentang digital yang tidak saling bertentangan tapi dapat menggantikan peraturan lama sebelum teknologi baru muncul di pasar," ujar Siddik.

Ketua Bidang Hubungan Masyarakat Perbanas Rita Mirasari melanjutkan bahwa, pemerintah dan regulator juga perlu menciptakan lingkungan yang setara bagi bank dan non-bank untuk memperkuat industri keuangan. Selain itu, perlu juga ditetapkan kerangka berkelanjutan untuk melindungi stabilitas keuangan masyarakat lewat edukasi.(*)

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Sambal Oelek Indonesia Buatan ASoleh : Fida Abbott
02-Jun-2020, 02:23 WIB


 
  Sambal Oelek Indonesia Buatan AS Sambal Oelek ini saya temukan di Walmart Supercenter, Parkesburg, Pennsylvania. Awalnya saya mengira buatan salah satu negara Asia selain Indonesia karena tulisan di depan botolnya. Ternyata buatan Amerika Serikat. Tampaknya Indonesia harus meningkatkan persaingannya di pasar bebas dan jeli membidik
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 

 

 

 

 
MANG UCUP ITU CHINA BANANA 28 Jan 2020 00:52 WIB

 

 

 

 

 

 
HOW ARE YOU MY FRIEND? 27 Jun 2020 05:21 WIB

Masihkah Ada Rasa Damai Di Hati? 21 Jun 2020 14:23 WIB

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia