KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
 
KabarIndonesia - Pada Nukilan Buku Jokowi Utusan Semesta: Sekali Lagi Semesta Membuktikan Tidak Pernah Ingkar janji bagian (9), kita telah melihat kepintaran Presiden Jokowi dalam membalikkan keadaan dari semula dianggap penakut dan pengecut, tiba-tiba membalikkan keadaan dengan secara berani bergabung
selengkapnya....


 


 
BERITA EKONOMI LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 

 
JENUH 17 Jul 2019 15:06 WIB

Sayapku Telah Patah 08 Jul 2019 10:34 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 
PWI Jaya Gelar Orientasi Wartawan 17 Jul 2019 16:02 WIB


 

Peta Tanah Kota Banda Aceh Akan Lengkap Tahun 2020

 
EKONOMI

Peta Tanah Kota Banda Aceh Akan Lengkap Tahun 2020
Oleh : Bang Rachmad | 15-Mar-2019, 06:53:08 WIB

KabarIndonesia - Banda Aceh, Setelah satu setengah tahun Aminullah Usman menjabat sebagai Walikota Banda Aceh, pada hari Rabu, 13 Maret 2019, barulah seorang menteri mendatanginya ke kantor Walikota Banda Aceh. 
Menteri yang datang ke Balai Kota Banda Aceh itu bernama Sofyan Jalil yang menjabat sebagai Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional Republik Indonesia.
 
Ada tujuh sertifikat tanah yang diserahkan secara simbolis oleh Menteri Sofyan Jalil kepada penerima di Balai Kota, termasuk diantaranya tanah wakaf yang ada di gampong gampong (Desa)di Banda Aceh. 
Sejumlah manfaat dari program pembagian sertifikat tanah adalah untuk memudahkan akses terhadap perbankan mendapatkan modal usaha. Uang Bank tersebut bukan untuk konsumtif, tapi harus digunakan uang untuk bangun usaha dulu baru keuntungan yang dihasilkan bisa digunakan untuk konsumtif. 

Pada tahun 2017 telah dikeluarkan 5,4 juta sertifikat. Tahun 2018 ada 9,3 juta sertifikat dan pada tahun 2019 ditargetkan ada 10-11 juta sertifikat tanah. 
Pemerintah kabupaten/kota seluruh Aceh diharap membentuk tim Penyelesaian Sengketa dan Konflik Pertanahan, agar, permasalahan, konflik, sengketa lahan dapat diselesaikan secara komprehensif dan seksama. 
Agar instansi terkait dapat memberikan perhatian lebih terhadap masalah pertanahan yang berpotensi memicu konflik berkepanjangan serta melakukan sosialisasi kepada seluruh elemen masyarakat tentang pertanahan, khususnya hal yang menyangkut dengan tata cara perolehan hak-hak atas tanah. 

Saat ini program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) telah berjalan di Banda Aceh. Banda Aceh mendapatkan target Peta Bidang sejumlah 6500 bidang dan sertifikat sejumlah 1500 sertifikat, yang akan difokuskan untuk pemetaan kecamatan lengkap, meliputi Kecamatan Banda Raya dan Kecamatan Lueng Bata.  
Ada 13.000 bidang tanah yang belum lengkap dipetakan yaitu Kecamatan Banda Raya, Lueng Bata dan Ulee Kareng.

Harapan utama dari Aminullah Usman, Walikota Banda Aceh adalah agar Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional Republik Indonesia dapat menambah jumlah target PTSL di Tahun 2020 agar Banda Aceh dapat menjadi kota lengkap (Kota Banda Aceh terpetakan lengkap) di Tahun 2020. 

Dalam kesempatan ini juga diketahui bahwa proyek pembangunan lokasi zikir Nurul Arafah Islamic Center (NAIC) juga didukung oleh Sofyan Jalil yang menjabat sebagai Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional Republik Indonesia. 
Total dana yang diperlukan sebesar Rp 200 M diatas lahan seluas 2 Ha di kawasan wisata Ulee Lheue. 

Dalam melakukan reformasi agraria maka diharapkan semua sengketa lahan yang ada di Aceh dapat diselesaikan dengan baik, apalagi Sofyan Jalil yang menjabat sebagai Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional Republik Indonesia saat ini adalah putra Aceh dan telah lima kali menjadi Menteri.(*)

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Mekanisasi Pertanian di Tanah Batakoleh : Leonardo Tolstoy Simanjuntak
14-Jun-2019, 06:38 WIB


 
  Mekanisasi Pertanian di Tanah Batak Petani di Tanah Batak sekarang merasa lega. Semakin sulitnya mendapatkan tenaga kerja untuk mengelola pertanian padi, membuat mereka kewalahan. Untunglah mekanisasi pertanian itu beberapa tahun terakhir sudah hadir. Untuk panen raya, petani di kawasan Silindung Tapanuli Utara umumnya sudah menggunakan
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 
Cara Asik Menikmati Mudik 23 Mei 2019 13:11 WIB

 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia