KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
Berita RedaksiProgram-Program PMOH untuk Top Reporter HOKI, Pegawai Negeri, dan Swasta oleh : Redaksi-kabarindonesia
11-Feb-2018, 16:42 WIB


 
 
KabarIndonesia - Ikuti Program Istimewa bagi yang pernah menjadi Top Reporter HOKI kapan pun Anda terpilih dan berhasrat memperdalam ilmu menulis dan tertarik mengikuti Pelatihan Menulis Online HOKI (PMOH).

Program Instansi pun diberikan kepada Instansi Pemerintah atau Swasta yang
selengkapnya....


 


 
BERITA EKONOMI LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 

 
Lucunya Negeri Ini 21 Feb 2018 04:39 WIB

Keindahan Khatulistiwa 12 Feb 2018 16:21 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 
Hapus Tatto Gratis 27 Jan 2018 12:27 WIB

 
 
EKONOMI

Punya Gubernur Baru, Akankah Jakarta Segera Banjir Lowongan?
Oleh : Chairil Makmun | 20-Okt-2017, 03:17:42 WIB

KabarIndonesia - Jakarta sudah punya gubernur dan wakil gubernur baru, Anies R. Baswedan/Sandiaga S. Uno, dilantik Presiden Jokowi di Istana Negara pada Senin (16/10/17). Ada janji indah dilontarkan keduanya bahwa mereka bakal mengguyur Jakarta dengan "banjir" lowongan kerja. Janji itu diucapkan dulu saat kampanye.  

Tentu saja warga sudah tak sabar menanti, sebab banjir yang satu ini bukan menggusarkan tapi menggiurkan. Pokoknya, makin deras banjir, warga makin suka cita. Kedatangan banjir bandang sekalipun, akan diterima dengan tangan terbuka, warga makin ceria bahagia.


Denger-denger obrolan di warung kopi, sudah banyak anak muda pengangguran mondar-mandir memantau kantor kecamatan. Tujuannya tidak lain untuk memonitor apakah kantor OK-OCE sudah dikibarkan. (OK-OCE = one kecamatan, one center of entrepreneurship = satu kecamatan, satu pusat pembinaan kewirausahaan).  

Mereka juga mencari-cari pengumuman, siapa tahu sudah ada lowongan beneran. Bagi anak belia yang belum punya pekerjaan, lowongan apa pun mereka telan. Yang penting kerja, urusan jenis kerjanya apa, itu soal belakangan. Yang diincar, bukan sekadar pekerjaan, melainkan duitnya, kalau sudah bekerja pasti dapat duit.

 

Itu sebabnya, pekerjaan yang dikategorikan (maaf) kasar model PPSU ‘Penanganan Prasarana dan Sarana Umum' dikejar-kejar. Program ini dulu menjadi andalan Gubernur Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Program ini langsung diluncurkan Ahok begitu dia duduk di kursi DKI-1 menggantikan Jokowi yang naik tahta ke Istana. Proyek ini pun mendapat sambutan antusias warga. Tidak dipungkiri, berkat adanya "pasukan oranye", lingkungan tempat tinggal di seluruh wilayah Jakarta menjadi lebih baik dan lebih indah. Di sana-sini kampung lebih tertata.


Wagub Sandi pun melihat, PPSU merupakan salah satu program bagus. Itu sebabnya dia janji akan dipertahankan. "Program PPSU bukan hanya diteruskan, tapi ditingkatkan jumlahnya, dan diberikan perhatian dan kesejahteraannya, diberikan pelatihan," ujar Sandi dulu di Duren Sawit, Jakarta Timur (08/10/16). Itu janji Sandi setahun silam saat dia baru digadang-gadang sebagai bakal calon wakil gubernur (balon wagub).
Proyek PPSU ini sekadar contoh betapa warga ibu kota sangat "haus" pekerjaan. Jumlah petugas PPSU mencapai 40-70 orang tiap kelurahan. Di seluruh wilayah DKI Jakarta terdapat 267 kelurahan. Artinya, jumlah tenaga PPSU mencapai 10.680-18.790 orang. Jika diambil rata-rata, didapat angka 14.735 orang. Mereka diberi honor bulanan minimal sebesar upah minimum provinsi (UMP) Rp4.300.000. Dengan demikian, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyediakan dana Rp64,36 miliar per bulan atau Rp772,3 miliar per tahun. Ini angka minimal, hanya untuk membayar pekerja.
Sekarang, setelah benar-benar menjadi wagub, Sandiaga pastinya sudah menyiapkan program yang lebih bagus. Selain meningkatkan program PPSU, dia pun janji segera menggenjot program OK-OCE. PPSU dengan OK-OCE segera disinergikan. Strateginya, para anggota "pasukan oranye" akan ditingkatkan kompetensinya. "Tidak akan ada pengurangan PPSU, justru kami ingin mereka naik kelas. Caranya gimana? Lagi-lagi OK-OCE, semua aspek bagaimana mereka bisa naik kelas," kata Naufal Firman Yursak, Juru Bicara Gubernur dan Wakil Gubernur Terpilih DKI Jakarta di Balai Kota Jakarta, Rabu (24/05/17). 
 

Selain itu, program OK-OCE pun akan melahirkan 200 ribu pengusaha kecil menengah. Sandi sangat yakin dengan programnya ini. Dia senantiasa bilang sudah punya pengalaman pribadi sebagai pengusaha. Dalam hal ini dia benar, kalangan dunia usaha nasional mengakui Sandi salah satu pengusaha muda sukses.


Dalam sejumlah kesempatan Sandi mengatakan, selama 20 tahun mengelola perusahaan, dia telah berhasil menghimpun sekitar 50 ribu karyawan. Artinya, setiap tahun dia sukses merekrut rata-rata 2500 tenaga kerja baru. Bersamaan dengan itu, dia pun melakukan pembinaan pengusaha kecil-menengah. Hasilnya, ribuan pengusaha baru tercipta.
Namun, tetap saja masih banyak yang ragu. Mereka mengajukan pertanyaan, apakah cuma program OK-OCE? Bagaimana kalau nanti program ini gagal? Pengangguran yang sudah makin banyak mau dioper ke mana? Pertanyaan ini lumrah. Sebab, OK-OCE barulah sebuah program. Masih  bisa berkemungkinan gagal. Siapa yang berani menjamin bakal sukses 100 persen?
Nah, kepada warga yang masih ragu, silakan ikuti 100 hari pertama pemerintahan Anies-Sandi. Kalau semua programnya on the track (di jalur yang pas), ada harapan OK-OCE bakal berkibar. Jakarta akan banjir lowongan. Pengangguran akan terserap di berbagai lapangan pekerjaan.
Sebaliknya, kalau pada 100 hari pertama banyak program melenceng dari jalur, warga dapat mengajukan usul. Misalnya, PPSU diperluas supaya dapat menampung tenaga kerja dalam jumlah berlipat. Boleh diusulkan pula dibentuk lembaga-lembaga baru yang "serupa tapi tak sama" dengan PPSU. Tujuannya hanya satu, menyerap semua pengangguran.      Andai kata usul ini ditolak juga, yah tentu warga ibu kota sudah tahu persis apa yang mesti mereka perbuat. Cari bos baru lima tahun mendatang. (*) 

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Astra International Investasi USD150 Juta di GO-JEKoleh : Rohmah Sugiarti
12-Feb-2018, 22:21 WIB


 
  Astra International Investasi USD150 Juta di GO-JEK Menteri Komunikasi & Informasi RI Rudiantara (kedua kiri) bersama Presiden Direktur PT Astra International Tbk Prijono Sugiarto (kedua kanan), Chief Executive Officer & Founder Go-Jek Nadiem Makarim (kiri) dan President & Co-Founder Go-Jek Andre Soelistyo berswafoto bersama seusai konferensi pers
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 
Konsisten Pegang Teguh Netralitas 15 Feb 2018 23:19 WIB


 

 
 

 

 

 

 
Walk to Museum Bahari Yogyakarta 12 Feb 2018 16:23 WIB

 

 

 

 
Nasehat Mengelola Amarah 04 Feb 2018 11:15 WIB

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia