KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
Lingkungan HidupPembangunan PLTB Membuat Hutan Gunung Slamet Terancam Tak Selamat oleh : Rohmah Sugiarti
15-Aug-2017, 02:00 WIB


 
 
KabarIndonesia - Gunung Slamet, gunung tertinggi di Jawa Tengah yang memiliki hutan tropis alami terakhir di Pulau Jawa dengan berbagai kekayaan flora dan fauna khas mulai dari Elang Jawa, Macan Tutul, Anggrek Gunung, hingga spesies Katak yang belum diberi nama,
selengkapnya....


 


 
BERITA EKONOMI LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 
 

 
Sajak Kodok I 17 Aug 2017 09:09 WIB

Rintih Sedih Diriku Padamu 17 Aug 2017 09:08 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 

 
 
EKONOMI

Pupuk Melangit, Petani Pacitan Menjerit
Oleh : Hernawan A. Priyana | 27-Des-2008, 13:04:59 WIB

KabarIndonesia, Pacitan - Memasuki musim tanam kali ini, para petani mendapat kado pahit dari pemerintah berkuasa. Setelah kesulitan mendapatkan pupuk bersubsidi, kini para petani dihadapkan pada masalah krusial yakni melangitnya harga pupuk. Bahkan, harganya tembus hingga 125 ribu rupiah persak. Itu pun harus didahului dengan mengantri.

"Berapa pun harganya kami harus membeli, Mas," ungkap Sukidi, 35, salah seorang petani di Kecamatan Tulakan, Pacitan saat di temui pewarta HOKI (27/12).

Menurut Sukidi, rata-rata umur padi yang ditanam oleh petani sudah berumur 1 bulan. Dan harus segera di pupuk agar tidak mati. Jadi, berapa pun harga pupuk yang ditawarkan oleh para pengecer, Sukidi dan yang lainnya tidak bisa menolak. Padahal, dengan harga yang melangit, saat musim panen nanti dapat dipastikan merugi.

"Petani kecil seperti kami hanya bisa pasrah. Mengapa setiap tahun kok pupuk langka dan mahal ya,"  keluhnya.

Jeritan yang sama juga dirasakan oleh Sumarto. Petani di Desa Bungur ini merasakan sulitnya untuk mendapatkan pupuk dengan harga murah. Pupuk yang mestinya mendapatkan subsidi dan bisa dicari ke KUD, kini menjadi barang langka. "Kalau pun ada,  Kami harus membeli persak. Padahal dahulu bisa beli eceran," katanya.

Kelangkaan dan mahalnya harga pupuk saat ini bisa jadi akibat kebijakan pemerintah yang tidak berpihak kepada petani. Sebagai bukti, selain distribusi yang amburadul, subsidi yang diberikan kepada para petani tidak sesuai dengan kebutuhan. Sehingga, setiap kali musim tanam tiba, persoalan serupa selalu terulang. (*)

Blog: http://www.pewarta-kabarindonesia.blogspot.com/
Alamat ratron (surat elektronik): redaksi@kabarindonesia.com
Berita besar hari ini...!!! Kunjungi segera:
www.kabarindonesia.com

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
  Astra Pertahankan Tradisi Upacara di HUT ke-72 Kemerdekaan RI 2017 Upacara pengibaran bendera menjadi tradisi seluruh direksi dan karyawan anak perusahaan dan kantor cabang Astra di seluruh Indonesia. Ini merupakan wujud kecintaan Astra terhadap bangsa dan negara. Nampak Presiden Direktur PT Astra International Tbk Prijono Sugiarto bertindak sebagai pembina upacara
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 

 

 

 
Timnas U-22 Berangkat ke Malaysia 13 Aug 2017 11:00 WIB

 

 

 

 

 

 

 
Uang Bukanlah Sumber Kebahagiaan 26 Jul 2017 16:09 WIB


 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia