KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
NasionalWUPID 2017 Ajang Debat Menantang! oleh : Johanes Krisnomo
20-Okt-2017, 16:38 WIB


 
 
KabarIndonesia - Jakarta, 20 Oktober 2017 - Gaduhnya para mahasiswa saat istirahat makan siang, mengikuti ajang debat WUPID 2017, tak sejalan dengan keseriusannya berkompetisi. Mereka berdebat mempertahankan argumentasinya, baik pro dan kontra, berdasarkan data akurat dan pola pikir kritis.

Bicara.co yang
selengkapnya....


 


 
BERITA EKONOMI LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 

 
Sabar dan Syukur 12 Okt 2017 01:07 WIB

Di Padepokan Om Jin 12 Okt 2017 01:06 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 
"Tangisan" Ridho Irama 12 Okt 2017 10:00 WIB


 

 
 
EKONOMI

Pupuk Melangit, Petani Pacitan Menjerit
Oleh : Hernawan A. Priyana | 27-Des-2008, 13:04:59 WIB

KabarIndonesia, Pacitan - Memasuki musim tanam kali ini, para petani mendapat kado pahit dari pemerintah berkuasa. Setelah kesulitan mendapatkan pupuk bersubsidi, kini para petani dihadapkan pada masalah krusial yakni melangitnya harga pupuk. Bahkan, harganya tembus hingga 125 ribu rupiah persak. Itu pun harus didahului dengan mengantri.

"Berapa pun harganya kami harus membeli, Mas," ungkap Sukidi, 35, salah seorang petani di Kecamatan Tulakan, Pacitan saat di temui pewarta HOKI (27/12).

Menurut Sukidi, rata-rata umur padi yang ditanam oleh petani sudah berumur 1 bulan. Dan harus segera di pupuk agar tidak mati. Jadi, berapa pun harga pupuk yang ditawarkan oleh para pengecer, Sukidi dan yang lainnya tidak bisa menolak. Padahal, dengan harga yang melangit, saat musim panen nanti dapat dipastikan merugi.

"Petani kecil seperti kami hanya bisa pasrah. Mengapa setiap tahun kok pupuk langka dan mahal ya,"  keluhnya.

Jeritan yang sama juga dirasakan oleh Sumarto. Petani di Desa Bungur ini merasakan sulitnya untuk mendapatkan pupuk dengan harga murah. Pupuk yang mestinya mendapatkan subsidi dan bisa dicari ke KUD, kini menjadi barang langka. "Kalau pun ada,  Kami harus membeli persak. Padahal dahulu bisa beli eceran," katanya.

Kelangkaan dan mahalnya harga pupuk saat ini bisa jadi akibat kebijakan pemerintah yang tidak berpihak kepada petani. Sebagai bukti, selain distribusi yang amburadul, subsidi yang diberikan kepada para petani tidak sesuai dengan kebutuhan. Sehingga, setiap kali musim tanam tiba, persoalan serupa selalu terulang. (*)

Blog: http://www.pewarta-kabarindonesia.blogspot.com/
Alamat ratron (surat elektronik): redaksi@kabarindonesia.com
Berita besar hari ini...!!! Kunjungi segera:
www.kabarindonesia.com

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Sandy dan Syagung, Sukses di Ajang Debat - WUPID 2017oleh : Johanes Krisnomo
19-Okt-2017, 13:37 WIB


 
  Sandy dan Syagung, Sukses di Ajang Debat - WUPID 2017 Sandy Sanjaya Awaluddin (kiri) dan Syagung Gunawan May (kanan) dari Universitas Gajah Mada, terpilih sebagai 1st breaking team, dalam ajang debat Bahasa Inggris WUPID - World Universities Peace Invitational Debate, di Jakarta (14-15/10/17). Bersama Aldwin dan Ibrahim dari
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 
Negara Tanpa Tentara, Bolehkah? 23 Okt 2017 06:17 WIB

 
Tiga Tahun Pemerintahan Jokowi JK 20 Okt 2017 15:13 WIB

 

 

 

 
Pimpinan Redaksi HOKI 2017 09 Okt 2017 20:02 WIB


 

 

 

 

 

 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia