KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
NasionalPresiden Jokowi: Awasi Penyaluran Bansos, Libatkan KPK, BPKP Dan Kejaksaan oleh : Danny Melani Butarbutar
19-Mei-2020, 13:27 WIB


 
  KabarIndonesia Mengutip infoKABINET.id, dikabarkan bahwa terkait penyaluran bansos terkait pandemi covid-19 yang ditengarai salah sasaran dan diduga disalahgunakan, Presiden Jokowi secara tegas meminta untuk diawasi.

“Untuk sistem pencegahan, minta saja didampingi dari KPK, BPKP, atau dari Kejaksaan. Kita
selengkapnya....


 


 
BERITA EKONOMI LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 
Melawan Hoax Virus Corona 21 Mei 2020 15:19 WIB


 
Aroma Kematian 09 Mei 2020 13:56 WIB

Selamat Malam Kehidupan 25 Apr 2020 14:27 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 
DESAINER SANG PEMUJA SETAN! 29 Mei 2020 13:08 WIB


 
 
EKONOMI

RI Diminta Seret IMF dan Bank Dunia ke Pengadilan Internasional
Oleh : Surya Irawan | 27-Jul-2007, 17:22:20 WIB

Kabarindonesia - JAKARTA - Pengamat ekonomi Ichsanuddin Noorsy berharap, Pemerintah RI dan DPR menggugat International Monetary Fund (IMF) dan Bank Dunia ke pengadilan internasional. Sebab, kedua lembaga ini dinilai salah memberikan instruksi atau arahan dalam program restrukturisasi perekonomian nasional.

“Akibat kesalahan IMF dan Bank Dunia, Indonesia harus menanggung beban hutang sebesar Rp 1.800 triliun, dan harus menyicil sebesar Rp 50 triliun pertahunnya melalui APBN hingga tahun 2030,” ujar Ichsanuddin Noorsy pers di Jakarta, Jumat (27/7).

Noorsy menegaskan, ada lima kesalahan fatal yang dilakukan IMF dan Bank Dunia, yang menyebabkan pemerintah RI menanggung kerugian hingga ratusan triliun rupiah. Pertama, meliberalisasi industri perbankan. Kedua, menutup 16 bank. Ketiga, obligasi rekap sampai tahun 2030, sehingga Indonesia harus menanggung beban utang sebesar Rp1800 triliun.

Keempat, menggabungkan Bank Exim dan Bapindo menjadi Bank Mandiri. Kelima, meliberalisasi industri dan perdagangan sehingga tingkat kemiskinan makin tinggi dan perekonomian Indonesia makin timpang.

Selain itu, Mantan Anggota DPR ini meminta pemerintah dalam menyelesaikan Bank Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) jangan hanya mengejar yang kecil-kecil saja. Jika mau serius pemerintah dan DPR harus menggugat IMF dan Bank Dunia ke pengadilan internasional.

“Dengan demikian biaya restrukturisasi perbankan yang menurut hasil audit BPK Desember 2006, sebesar Rp 667,13 triliun itu ditanggung oleh IMF dan Bank Dunia, bukan dibebankan kepada rakyat,” kata mantan Anggota Pansus Bank Bali ini.

Total dana rekap Rp 667,13 triliun itu, sebesar Rp 448 triliun ditempatkan di bank komersial. Yakni terdiri dari Bank BUMN sebesar Rp 284,17 triliun, Bank BTO Rp 124,12 T (BCA, Niaga, Danamon, PDFCI, Tiara Asia, Permata, Bali, BII), serta bank rekap antara lain BII, Lippo, Universal, Artamedia dan Patriot sebesar Rp39,71 trilun.

Ia mempertanyakan kebijakan pemerintah yang terus diobok-obok bank BTO, sementara bank BUMN tidak pernah dikotak-katik sehingga dinilai tidak adil. “Kalau mau adil, yang diobok-obok jangan hanya Bank BTO saja dong, tapi bank-bank plat merah juga harus digarap, sekalipunbayak petinggi yang terlibat,” katanya.

Noorsy juga meminta kejaksaan agar tidak salah sasaran dalam menangani penyelesaian kasus BLBI. Penyebab kasus BLBI, lanjutnya, dilakukan oleh para mafia Barkeley yang kini banyak menduduki posisi penting di perbankan Indonesia.

Namun, hingga kini mereka belum tersentuh hukum sama sekali. “Persoalan ini (BLBI, red) menjadi runyam, karena sejak awal DPR sudah salah dalam merumuskan masalah,” tandasnya. 

Blog:    http://www.pewarta-kabarindonesia.blogspot.com
Email:  
redaksi@kabarindonesia.com
Big News Today..!!! Let
's see here:
www.kabarindonesia.com 

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Saus Sate Indonesia Buatan Thailandoleh : Fida Abbott
22-Mar-2020, 03:07 WIB


 
  Saus Sate Indonesia Buatan Thailand Saus sate Indonesia ini saya temukan di toko kelontong daerah Chester, negara bagian Pennsylvania, AS. Harganya turun drastis dari $6.99 menjadi $0.99. Jumlahnya banyak sekali yang disetok di rak. Senang melihat salah satu saus terkenal Indonesia dijual di AS. Sayangnya,
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 
DIE HARD - SUSAH MATEK 23 Mei 2020 10:41 WIB

 

 

 

 

 
MANG UCUP ITU CHINA BANANA 28 Jan 2020 00:52 WIB

 

 

 

 

 

 
SATU DETIK SETELAH KEMATIAN 26 Mei 2020 08:28 WIB

BACA ALKITAB ITU MENYEHATKAN 23 Mei 2020 12:40 WIB

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia