KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
OpiniAhmadiyah versi MUI oleh : Hans Wijaya
02-Sep-2010, 02:00 WIB


 
 
Ahmadiyah versi MUI
KabarIndonesia - Peristiwa kekerasan terhadap jemaah Ahmadiyah di seluruh Indonesia terus berlangsung dan terulang kembali. Terakhir, kekerasan menimpa jemaat Ahmadi di Manislor, Kuningan, Jawa Barat. Sikap keras para penolak Ahmadiyah diwarnai dengan tindak kekerasan fisik yang cenderung melanggar hukum, hak
selengkapnya....


 

Enthusiasm by Fida R. Abbott

 
BERITA EKONOMI LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 
Lowongan Jurnalis 25 Jul 2010 19:29 WIB

Lowongan Desainer Grafis 19 Mei 2010 14:56 WIB

 
Tim Pencari Fakta Insiden Biau 02 Sep 2010 02:14 WIB

Polda Kepri Bekuk Jambret 29 Aug 2010 21:06 WIB

 
Seleramu yang Puitis 01 Sep 2010 00:37 WIB

Pekarangan Tubuh 30 Aug 2010 02:19 WIB

 
Floriade, Festival Bunga 20 Aug 2010 12:47 WIB


 
BERITA LAINNYA
 

 
Meneguhkan KeIndonesiaan Kita 29 Aug 2010 21:03 WIB

Purnama Theatre, Nasibmu Kini 19 Aug 2010 04:04 WIB

 
 
EKONOMI

RI Diminta Seret IMF dan Bank Dunia ke Pengadilan Internasional
Oleh : Surya Irawan | 27-Jul-2007, 17:22:20 WIB

Kabarindonesia - JAKARTA - Pengamat ekonomi Ichsanuddin Noorsy berharap, Pemerintah RI dan DPR menggugat International Monetary Fund (IMF) dan Bank Dunia ke pengadilan internasional. Sebab, kedua lembaga ini dinilai salah memberikan instruksi atau arahan dalam program restrukturisasi perekonomian nasional.

“Akibat kesalahan IMF dan Bank Dunia, Indonesia harus menanggung beban hutang sebesar Rp 1.800 triliun, dan harus menyicil sebesar Rp 50 triliun pertahunnya melalui APBN hingga tahun 2030,” ujar Ichsanuddin Noorsy pers di Jakarta, Jumat (27/7).

Noorsy menegaskan, ada lima kesalahan fatal yang dilakukan IMF dan Bank Dunia, yang menyebabkan pemerintah RI menanggung kerugian hingga ratusan triliun rupiah. Pertama, meliberalisasi industri perbankan. Kedua, menutup 16 bank. Ketiga, obligasi rekap sampai tahun 2030, sehingga Indonesia harus menanggung beban utang sebesar Rp1800 triliun.

Keempat, menggabungkan Bank Exim dan Bapindo menjadi Bank Mandiri. Kelima, meliberalisasi industri dan perdagangan sehingga tingkat kemiskinan makin tinggi dan perekonomian Indonesia makin timpang.

Selain itu, Mantan Anggota DPR ini meminta pemerintah dalam menyelesaikan Bank Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) jangan hanya mengejar yang kecil-kecil saja. Jika mau serius pemerintah dan DPR harus menggugat IMF dan Bank Dunia ke pengadilan internasional.

“Dengan demikian biaya restrukturisasi perbankan yang menurut hasil audit BPK Desember 2006, sebesar Rp 667,13 triliun itu ditanggung oleh IMF dan Bank Dunia, bukan dibebankan kepada rakyat,” kata mantan Anggota Pansus Bank Bali ini.

Total dana rekap Rp 667,13 triliun itu, sebesar Rp 448 triliun ditempatkan di bank komersial. Yakni terdiri dari Bank BUMN sebesar Rp 284,17 triliun, Bank BTO Rp 124,12 T (BCA, Niaga, Danamon, PDFCI, Tiara Asia, Permata, Bali, BII), serta bank rekap antara lain BII, Lippo, Universal, Artamedia dan Patriot sebesar Rp39,71 trilun.

Ia mempertanyakan kebijakan pemerintah yang terus diobok-obok bank BTO, sementara bank BUMN tidak pernah dikotak-katik sehingga dinilai tidak adil. “Kalau mau adil, yang diobok-obok jangan hanya Bank BTO saja dong, tapi bank-bank plat merah juga harus digarap, sekalipunbayak petinggi yang terlibat,” katanya.

Noorsy juga meminta kejaksaan agar tidak salah sasaran dalam menangani penyelesaian kasus BLBI. Penyebab kasus BLBI, lanjutnya, dilakukan oleh para mafia Barkeley yang kini banyak menduduki posisi penting di perbankan Indonesia.

Namun, hingga kini mereka belum tersentuh hukum sama sekali. “Persoalan ini (BLBI, red) menjadi runyam, karena sejak awal DPR sudah salah dalam merumuskan masalah,” tandasnya. 

Blog:    http://www.pewarta-kabarindonesia.blogspot.com
Email:  
redaksi@kabarindonesia.com
Big News Today..!!! Let
's see here:
www.kabarindonesia.com 

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Pengungsi Terancam ISPA dan Diareoleh : Andi Cristop
31-Aug-2010, 23:11 WIB


 
  Pengungsi Terancam ISPA dan Diare Hari kelima (31/8) pasca pengungsian akibat adanya letusan Gunung Sinabung, keadaan 1.500 pengungsi di pos penampungan Jambur Taras, Berastagi mulai terganggu masalah kesehatannya. Tim medis yang bertugas mengatakan bahwa penyakit ISPA dan diare mulai menyerang para pengungsi. (*)
selengkapnya....
 
 

 
BERITA LAINNYA
 
Paska Pidato Presiden SBY 02 Sep 2010 13:58 WIB

Ustadz, Saya yang Paling Benar! 31 Aug 2010 02:11 WIB

 

 

 

 
Bantuan untuk 39 Atlet Siak 02 Sep 2010 14:37 WIB

Liga Inggris: Aroma Laga Terendus 29 Aug 2010 21:13 WIB

 
Belajar dari Warren Buffet 26 Jul 2010 22:59 WIB

Ustadz SolMed, Saingan UJE? 26 Jul 2010 22:29 WIB

 

 

 
Arah Perjuangan Baru JOTHI 20 Aug 2010 04:16 WIB

 
Eloknya Si Plirik van Java 31 Aug 2010 13:49 WIB

Perketat Pengawasan Tambang 27 Aug 2010 13:52 WIB

 
Sarana Komunikasi Tersendat 28 Aug 2010 02:10 WIB

Situs Porno Resmi Diblokir 19 Aug 2010 03:17 WIB

 
IIP Santuni Anak Yatim Piatu 25 Aug 2010 12:53 WIB


 
Yayasan Peduli Hutan Lestari
  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia