KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
Top ReporterTOP REPORTER OF THE MONTHS JANUARY 2019 oleh : Kabarindonesia
19-Jan-2019, 01:29 WIB


 
 
KabarIndonesia - Tonny Djayalaksana adalah seorang pengusaha yang pada saat ini sedang mengembangkan Lapangan Golf di Manyaran Hills - Semarang. Sebelumnya ia pernah mengorbitkan Kartu Merah Putih - kartu pulsa prabayar sebagai Provider.   

Usia Tonny sekarang
selengkapnya....


 


 
BERITA EKONOMI LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 

 
Rumah 18 Jan 2019 09:43 WIB

Kitab Hidup 16 Jan 2019 09:44 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 
 

 
 
EKONOMI

TANTANGAN
Oleh : Fida Abbott | 28-Des-2006, 22:34:17 WIB

  Buat mereka yang tinggal di negeri Paman Sam, nama Dollar Store, Family Dollar Store atau sejenisnya sudah bukan menjadi nama yang asing buat telinga mereka karena hampir semua barang yang dijual disana dipukul sama rata sebesar $ 1.00 (satu dollar saja). 

Masih ingat pertama kali saya mengunjungi Dollar Store sekitar empat tahun yang lalu dimana terletak tidak jauh dari tempat tinggal saya waktu itu, saya sampai terkagum-kagum karena barang-barang yang dijajakan semuanya sebesar $1.00 saja.  Semenjak itu setelah mengetahui keberadaannya yang murah meriah, saya tidak pernah melewatkan untuk berbelanja di sana kalau saya mempunyai waktu luang untuk hunting barang-barang yang saya perlukan yang umumnya sukar saya temukan di reguler toko di negeri ini, seperti sapu kecil, saringan plastik kecil untuk kebutuhan memasak, ember plastik, dan sebagainya. 

Selain itu saya juga selalu memperhatikan 'made in' product yang tertera di barang tersebut.  Keinginan tahuan saya ini didorong oleh karena saya tidak akan melewatkan untuk membeli produksi Indonesia kalau memang ada di sana. Maklum meskipun saya sudah tinggal 4 thn di negeri ini tetapi saya masih mencintai sekali produksi-produksi Indonesia. Hanya sayangnya melalui hasil survey kecil-kecilan yang tidak tercatat ini membuat saya sedikit kecewa, karena umumnya barang di sana adalah keluaran atau produksi China. Saya hanya dapat menemukan beberapa saja dari begitu banyak toko Dollar Store atau Family Store yang pernah saya kunjungi yang menjual produksi buatan Indonesia. Mungkin kalau dipersenkan sekitar 1% saja atau mungkin malah kurang dari itu. 

Padahal kalau saya lihat kualitas barangnya tidak kalah dengan China. Malahan China bisa menjual barang-barang baik yang bisa dikatakan 'junk' sampai yang berkualitas biasa.  Rata-rata yang saya dapatkan produksi Indonesia bisa dibilang di atas rata-rata. Tapi kok sangat sedikit sekali ya. Dan juga produksi China bisa menembus setiap hari besar di negeri Paman Sam ini mulai bulan Januari s/d Desember nonstop, dari Tahun Baru, Valentine, Mothers Day, Fathers Day, Easter/Paskah, Halloween, Thanksgiving dan yang terbesar adalah Christmas/Natal.  Dari sekian banyak hari hari yang saya sebutkan itu, saya baru menemukan sebuah Puzzle Natal buatan Indonesia beberapa hari sebelum Natal yang saya beli untuk anak perempuan saya.

Melalui tulisan saya ini saya ingin mendorong para pengusaha-pengusaha Indonesia untuk lebih memperhatikan hal ini.  Saya mengira kemungkinan produksi Indonesia untuk hadir di negeri ini adalah sangat besar karena umumnya para konsumen yang datang ke toko-toko seperti ini tidak saja dihadiri oleh kalangan bawah saja tetapi juga oleh kalangan menengah ke atas.  Selain itu toko-toko seperti ini sudah tersebar di seluruh pelosok negeri ini. Coba anda bisa bayangkan berapa besar mereka mengimport barang-barang dari China ini.  Untuk segi ini saja kita sudah pasti bisa memastikan memang China adalah salah satu negeri pemasok nomor satu di negeri ini bahkan menurut sumber-sumber yang pernah saya baca bahwa pengusaha-pengusaha dari negeri ini sudah bergantung bisnisnya oleh produksi-produksi China. 

Kadang-kadang saya membayangkan kalau seandainya produksi Indonesia bisa memasok sekitar 25% saja, itu sudah sangat baik.  Nah melalui tulisan ini, saya memang bermaksud ingin menggugah para pengusaha-pengusaha di Indonesia juga Pemerintah di Indonesia untuk memikirkan hal-hal kecil seperti ini.  Jangan sampai kita itu melupakan hal-hal yang kecil dan memikirkan hal-hal besar saja seperti bagaimana memperbesar daya jual wisata Indonesia ke Manca Negara. Ini tidak salah dan bahkan benar tetapi mungkin kita lupa terhadap hal-hal kecil yang semestinya jauh lebih mudah untuk di capai dan menghasilkan nilai yang besar juga.  Nah bagaimana menurut anda??? 

Saya kembalikan pemikiran ini kepada anda-anda, kalaupun ada hal-hal yang sekiranya menjadi hambatan, saya percaya pasti ada solusinya.  Dan mohon diingat bahwa semakin besar usaha anda akan memberikan peluang besar untuk membuka kesempatan kerja baru kepada mereka yang membutuhkan.  Sehingga ini sekaligus menjadi salah satu jawaban atas terbatasnya kesempatan kerja di Indonesia.

Salam hangat dari Penulis,
Fida Abbott di USA
 

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Pergelaran Swimrun Pertama di Asia Tenggara-Australiaoleh : Rohmah S
10-Des-2018, 22:14 WIB


 
  Pergelaran Swimrun Pertama di Asia Tenggara-Australia 20 pelari dari 6 negara: Indonesia, Australia, Amerika, Inggris, New Zealand dan Swedia ikuti swimrun di Nusa Lembongan dan Nusa Ceningan dengan jarak lari 20km dan berenang 3km. Head of Corporate Communications PT Astra International Tbk Boy Kelana Soebroto (kiri)
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 

 

 

 

 
Muallaf Zaman "Now"! 07 Jan 2019 18:38 WIB

 
 
 
Khasiat Buah Bit untuk Kecantikan 16 Sep 2018 16:05 WIB

 

 

 
Haruskah Beragama? 18 Jan 2019 16:17 WIB

Adakah Sorga Dan Neraka 17 Jan 2019 17:30 WIB

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia