KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
NasionalJalan Berliku Divestasi Tuntas, Kontrak Karya Freeport Sah Menjadi IUPK oleh : Wahyu Ari Wicaksono
22-Des-2018, 04:36 WIB


 
 
KabarIndonesia - Setelah sekitar dua tahun proses negosiasi intensif yang melibatkan pemerintah, Holding Industri Pertambangan PT INALUM (Persero), Freeport McMoRan Inc. (FCX) dan Rio Tinto, akhirnya pada hari ini telah resmi terjadi pengalihan saham mayoritas (divestasi) PT Freeport Indonesia (PTFI)
selengkapnya....


 


 
BERITA EKONOMI LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 
BNN "Panen" 1 Ton Ganja di Aceh 13 Aug 2020 02:57 WIB


 
Terbunuh Cinta Sendiri 05 Jul 2020 14:46 WIB

Negeri Nestapa 23 Jun 2020 09:15 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 

 

Tragedi Narada, Minna Padi, Dan Pratama Capital

 
EKONOMI

Tragedi Narada, Minna Padi, Dan Pratama Capital
Oleh : Setyo Sudirman | 26-Nov-2019, 19:37:06 WIB

KabarIndonesia - Investasi reksa dana menawarkan return (imbal hasil) yang lebih baik dibanding tabungan konvensional dan deposito. Namun kalau pilihannya tidak tepat, justru akan menjadi petaka. Bukannya untung dengan return tinggi, modal justru bisa tergerus.

Meski kasus seperti ini jarang terjadi, namun bukan hal mustahil. Baru-baru ini tregedi investasi reksa dana benar-benar menghebohkan pasar modal Indonesia.

Pihak berwenang dalam hal ini regulator industri keuangan yakni Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengeluarkan surat perintah penghentian penjualan dan pembubaran produk reksa dana milik beberapa manajer investasi yang dinilai melanggar aturan pasar modal.

Pertama, sanksi suspensi terhadap penjualan produk reksa dana yang di keluarkan oleh PT Narada Aset Manajemen. Padahal, PT Narada Asset Manajemen (Narada) sempat menerima 2 penghargaan di acara Best Mutual Fund Awards 2019, ajang penghargaan tahunan yang memberikan penghargaan untuk reksa dana dan perusahaan manajemen investasi yang mampu membukukan kinerja terbaik. Penghargaan untuk PT Narada Aset Manajemen diberikan oleh Majalah Investor bekerja sama dengan lembaga riset PT InfoVesta Utama.

Kedua, membubarkan enam produk yang diterbitkan PT Minna Padi Aset Manajemen. Padahal PT Minna Padi Aset Manajemen pernah menggondol penghargaan Category Perfomance in Fixed, Money Market and Mixed Mutual Fund. PT Minna Padi Aset Manajemen - Minna Padi Property Plus meraih Top Mutual Fund Award 2017 di ajang Indonesia Top Mutual Fund Award (ITMFA) 2017 yang diselenggarakan Warta Ekonomi

Ketiga, melarang PT Pratama Capital Assets Management menjual reksa dana dan produk investasi yang sudah dikelola perusahaan selama 3 bulan maupun membuat produk baru. Padahal, sederet penghargaan disandangnya mulai menggondol Reksa Dana Saham Terbaik Periode 5 Tahun Kelas Aset Rp 10 Miliar - Rp 100 Miliar dari Investor-Infovesta Awards, Juara Perak Reksa Dana Saham Konvensional Terbaik Kategori 3 Tahun dengan AUM 25 - 120 Miliar dari Bareksa - Kontan - 2017 Fund Awards, juara Perak Reksa Dana Saham Terbaik Kategori Life Achievement 10 Tahun dari Bareksa - Kontan - 2017 Fund Awards dan masih banyak lagi.

Khusus untuk PT Pratama Capital Assets Management, keluarnya surat perintah (larangan) itu tentu terkait porsi kepemilikan saham PT Kawasan Industri Jababeka Tbk (KIJA) di dalam reksa dana Pratama Capital yang melebihi batas 10%.

OJK menjelaskan sudah melakukan pembinaan kepada manajer investasi tersebut terkait dengan saham KIJA pada 2017 dan 2018. Setelah diawasi oleh OJK ditemukan lagi pengelolaan dana yang dilakukan Pratama Capital pada periode 1 Mei 2019-30 Juni 2019 masih terdapat kepemilikan efek saham KIJA yang melebihi 10% dari nilai aktiva bersih (dana kelolaan) reksa dana. Padahal, batas 10% tersebut diatur di dalam Peraturan OJK No.23/POJK.04/2016 tentang Reksa Dana Berbentuk Kontrak Investasi Kolektif pasal 6 ayat 1d.

Bagi para investor yang menanamkan duitnya di reksa dana di atas tentu menjadi petaka karena reksa dananya terpaksa dikembalikan dengan NAV yang rendah (merugi). Investasi reksa dana yang digadang-gadang mendatangkan cuan malah berbalik menjadi petaka.

Peristiwa ini tentu mendatangkan pelajaran berharga buat para investor dalam memilih manajer investasi. Deretan penghargaan tentu bukan jaminin. Oleh sebab itu, penting bagi para investor untuk membiasakan diri memilih manajer investasi yang terbaik alias jangan asal-asalan.

Berkaca dari kasus Narada adalah kesalahan pihak Narada yang memiliki sejumlah saham second liner dalam portofolionya, namun tidak disebutkan dalam fact sheet terakhirnya.

Narada juga melakukan kesalahan dalam hal pembelian saham second liner ini karena menggunakan marjin, alih-alih membayar secara cash. Inilah yang menyebabkan Narada gagal bayar.

Berkaca dari kasus PT Minna Padi Aset Manajemen (MPAM), ternyata mereka mengelola dan memasarkan produk reksa dana yang menjanjikan dan memberikan hasil pasti (fixed return) yang hal ini nyata-nyata dilarang. So, memilih manajer investasi itu penting, sepenting memilih produk reksa dana yang terbaik.

Lebih dari itu, tentunya penting bagi investor untuk memilih platform jual-beli reksa dana yang menawarkan reksa dana-reksa dana terbaik dengan kinerja yang mumpuni, semisal supermarket reksa dana online terlengkap bernama IPOTFUND yang menawarkan reksa dana-reksa dana pilihan dengan fitur-fitur terbaiknya yang akan memudahkan investor memilih reksa dana yang terbaik. Dengan memiliki pilihan platform yang tepat dan terpercaya maka investasi reksa dana yang dilakukan benar-benar mendatangkan cuan.

Membeli reksa dana di platform jual-beli reksa dana yang tak terpercaya akan berdampak pada buntungnya investasi.(*)

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Sambal Oelek Indonesia Buatan ASoleh : Fida Abbott
02-Jun-2020, 02:23 WIB


 
  Sambal Oelek Indonesia Buatan AS Sambal Oelek ini saya temukan di Walmart Supercenter, Parkesburg, Pennsylvania. Awalnya saya mengira buatan salah satu negara Asia selain Indonesia karena tulisan di depan botolnya. Ternyata buatan Amerika Serikat. Tampaknya Indonesia harus meningkatkan persaingannya di pasar bebas dan jeli membidik
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 
"BURN OUT" = 4G (Gosong) 13 Aug 2020 04:53 WIB


 

 

 

 

 

 

 
Kemendiknas Luncurkan #Teman KIP 05 Aug 2020 10:35 WIB

 

 

 

 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia