KabarIndonesia - Nama Lita Tamzil semakin banyak dibicarakan setelah buku pertamanya "Belajar Gaul,Jadi Manusia Unggul" terbit. Buku setebal 218 halaman yang diterbitkan oleh PT. Gramedia Pustaka Utama ini, merupakan bukti kesuksesan Lita Tamzil, yang atas prakarsa suaminya, Paulus Tamzil,
Sweeping Komputer di Mana-mana | HOKI | Harian Online KabarIndonesia
IPTEK
Sweeping Komputer di Mana-mana Oleh : Sisilia Novita Susanti | 14-Aug-2007, 03:03:18 WIB
KabarIndonesia - Beberapa hari ini milis-milis ramai membahas soal sweeping yang dilakukan pihak kepolisian di beberapa daerah terhadap toko-toko software, toko-toko komputer, kantor, dan hampir semua warnet berkenaan dengan software bajakan yang mereka gunakan.
Di Semarang, sweeping dilakukan pihak keamanan yang tidak berseragam. Mereka mendatangi pedagang komputer di pusat-pusat perbelanjaan seperti Sri Ratu, Matahari Plaza dll.
Ini tentu menyulitkan para pedagang karena sweeping itu menyita puluhan komputer dan notebook sebagai barang bukti. Selain itu, mereka terpaksa harus mengeluarkan uang jaminan yang jumlahnya bisa mencapai puluhan juta rupiah. Malah, seluruh komputer di sebuah warnet di Semarang juga diangkut petugas. Sweeping di Jogjakarta tidak separah di Semarang. Di Jogja, asalkan sudah ada sticker hologram dan bisa menunjukkan certificatenya saja sudah aman. Sementara di Semarang, petugas tidak segan-segan untuk mengecek komputer dan notebook lebih teliti.
Ini tentu saja meresahkan tidak hanya bagi para pengusaha di bidang IT tetapi juga para pekerjanya, mengingat yang ditangkap bukan hanya sang pengusaha.
Menurut saya, sweeping ini menjadi dualisme tersendiri di negara ini. Secara financial, masyarakat Indonesia belum sanggup membeli software microsoft orisinil yang harganya mencapai jutaan rupiah tersebut. Pemilik komputer di negeri ini saja tidak lebih dari 2 persen dari keseluruhan penduduk. Di sisi lain, bagaimanapun pembajakan tidak bisa dibenarkan.
Namun, para pelaku dunia IT bukannya tidak mengantisipasi. Beberapa pihak seperti warnet yang secara langsung terkena dampak sweeping ini mulai mengganti software mereka dengan Linux yang jelas jauh lebih murah.
Meskipun harus diakui, Linux kurang akrab dengan pengguna komputer di Indonesia. Dan ini ini membuat para pengguna komputer terkejut dan cukup "kagok".
Bagaimanapun, setiap kejadian selalu memiliki hikmah tersendiri. Sudah saatnya masyarakat pengguna komputer negeri ini lebih serius dengan ide open sourcenya (meskipun pada kenyataannya pemerintah sendiri malah membuat perjanjian dengan pihak microsoft untuk menggunakan "software mahal" ini di setiap instansi pemerintah). Sudah saatnya kita mencari alternatif dari setiap hal yang sudah ada.
Sejumlah turis asing dan lokal tidak menghiraukan tumpukan sampah yang ada di sepanjang Pantai Kuta Bali beberapa waktu lalu. Pemerintah Provinsi Bali terus berupaya mengatasi permasalahan sampah kiriman tersebut agar tidak merusak citra pariwisata Pulau Bali. Peran serta semua elemen