KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
NasionalJokowi Resmi Menjadi Presiden ke-7 Gantikan SBY yang Lengser Keprabon oleh : Bambang
20-Okt-2014, 17:51 WIB


 
 
Jokowi Resmi Menjadi Presiden ke-7 Gantikan SBY yang Lengser Keprabon
KabarIndonesia - Alhamdulillah, akhirnya sang ksatria piningit dari kota Bengawan Solo, penyuka musik keras Metallicca & Arkana yang juga pengusaha mebel, mantan Walikotra Solo & Gubernur DKI Jaya yang mencintai kedamaian, Ir Haji Joko Widodo, alias Jokowi dan juragan dari
selengkapnya....


 


 
BERITA IPTEK LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 
Membutuhkan Wartawan/Wartawati 06 Sep 2012 16:29 WIB


 
Buruh Sawit Temukan Mayat 21 Okt 2014 12:52 WIB


 
Karyawan (Tak) Setia 16 Okt 2014 17:37 WIB

PerlindunganNya di Bebas Hambatan 16 Okt 2014 17:30 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 

 
 
IPTEK

Senapan Pembunuh Sniper Rusia : Satu Peluru, Satu Serdadu
Oleh : Agus Supriyatna | 24-Sep-2007, 03:35:54 WIB

KabarIndonesia - Satu peluru satu serdadu. Satu tarikan pelatuk senapan, satu nyawa lawan harus berpulang nama. Begitulah hukum wajib para sniper. Sekali bidik tak boleh ada buruan lolos. Tak ada kamus meleset, karena itu pertanda kegagalan. Tak gampang jadi sniper. Selain serdadu pilihan, para sniper harus punya kemampuan menembak diatas rata-rata penembak biasa, yakni piawai menghitung faktor jarak tembak, ukuran lokasi, kondisi alam atau bentuk pandangan. Oleh karena itu para sniper dilatih untuk punya keahlian dasar infantri, kemampuan survival pada kondisi alam yang sulit dan memiliki insting membunuh serta daya ketahanan untuk sabar membidik sasaran.

Untuk menjadi mesin pembunuh mumpuni, para sniper dibekali, peralatan unik sebagai perlengkapan tugasnya. Agar dalam melakukan kerjanya, sniper tidak terdeteksi lawan. Oleh karena itu sniper bisa dikatakan sebagai serdadu siluman, karena mempunyai kemampuan mengelabui lawan atau keahliannya berkamuflase. Tapi yang pasti, satu perlengkapan wajib para sniper adalah senapan runduk. Senapan ini merupakan ‘istri pertama’ para sniper untuk mencabut nyawa incarannya. Dalam edisi kali ini MSI, mencoba mengupas daftar senapan runduk dari negara beruang merah. Siapun mafhum, Rusia sekarang sedang menggeliat. Negeri paman Putin tersebut sedang getol-getolnya membangun kembali kejayaan militernya yang sangat berpengaruh pada era masih bernama Uni Sovyet.

Senapan Runduk SVG Dragunov dari negeri beruang merah, tercatat sebuah senapan yang biasa dipakai sebagai senjata ampuh para sniper. Namanya Dragunov SVD (Snayperskaya Vintovka Dragunova), merupakan senapan runduk semi otomatis hasil racikan ahli senjata Rusia Evgeniy Fedorovich Dragunov yang dibuat antara tahun 1958 dan 1963. Senapan ini dikenal sebagai senapan pegangan penembak runduk generasi pertama dengan tingkat akurasi dan presisi bidikan yang tinggi. Senapan ini, merupakan pengembangan lanjutan dari senapan runduk Mosin Nagant M1891/30. Dalam era perang dingin, senapan ini banyak dipakai oleh negara-negara Eropa timur.

Dari segi teknis senapan SVD mempunyai kamar peluru dengan kaliber 7.62 x 54R. Kecepatan laras tembaknya mencapai 830 meter perdetik. Senapan ini menggunakan amunisi Mosin Nagant M1891/30, tetapi juga cocok memakai amunisi 7N1 yang memang dirancang untuk senapan SVD. Bahkan jenis amunusi terakhir ini dianggap lebih akurat. Tapi nampaknya, Rusia tak puas dengan hasil kerja SVD dan getol melakukan perbaikan. Pada tahun 1999, amunisi 7N1 diganti dengan 7N14 dengan bobot proyektil 151 grain. Jarak tembak SVD mencapai mencapai 1000 meter. Tapi jarak yang paling mematikan, bila lawan berada pada radius 600 meter.

Senapan runduk made in Rusia ini juga dilengkapi Scope PSO- PSO-1 4x24, dipadupadankan dengan filter infra merah pasif bertenaga baterai. Selain itu juga dilengkapi dengan riticule yang terdiri dari multiple aiming point (chevrons) untuk menyasar bidikan berjarak sampai 1000 meter. Perbaikan kerja senapan SVD terus dilakukan oleh pabrik pembuatnya, Izhmash, salah satu pabrikan senjata cukup kesohor di Rusia. Untuk mendukung akurasi dan kemampuannya, pihak pabrik Izhmash, membongkar beberapa fitur senapan SVD.

Salah satu yang dibongkar adalah pada bagian sisi receiver senapan yakni dengan menghilangkan lightening cut (peredam cahaya). Dengan hilangnya peredam cahaya, senapan runduk SVD, dianggap lebih mematikan ketika menggunakan amunisi dengan tekanan yang lebih tinggi. Senapan SVD pun sudah beranak pinak dalam berbagai varian. Salahsatunya, Snayperskaya Vintovka Dragunova Skladnaja (SVDS) yang merupakan SVD versi Linud. Varian ini mulai dikembangkan 1980an. Perbedaannya terletak pada popor, dimana SVDS memiliki popor tubular metal yang dapat ditekuk ke kanan. Jadi modifikasi dibagian popor dimaksudkan untuk mempermudah penembak dalam membidik sasarannya. Dalam keadaan bergerak sekalipun. Terutama serdadu Linud yang dimungkinkan banyak melakukan berbagai posisi menembak. Dan untuk memudahkan saat ditenteng. Juga ada versi SVU bullpup dari SVD dengan laras 520mm, dilengkapi bipod dan flash/sound suppressor.

Turunan lainnya SVU-A dengan kemampuan selective fire. Serta Dragunov Tiger, versi sipilnya dari SVD. Negera lain yang mengembangkan varian SVD adalah negeri tirai bambu, Cina yang mengeluarkan senapan Type 79 yang merupakan tiruan SVD buatan Norinco. Lalu mengeluarkan Type 85 yang merupakan penyempurnaan dari Type 79. Selain Cina, serdadu Irak di era Saddam, juga menggunakan senapan runduk SVD dengan nama lain Al-Kadesiah. Polandia, sebagai negara bekas bagian dari Pakta Warsawa, juga ikut kepincut memakai senapan SVD untuk para penembak runduknya. Jenis yang dipakai oleh Polandia, mengalami modernisasi, dengan laras lebih berat, disertai bipod, scope PCO-LD-6x42.

Senapan Runduk KSVK 12.7 andalan pasukan siluman Rusia lainnya, adalah senapan runduk jenis KSVK 12.7. Jenis senapan runduk ini, sangat diandalkan oleh pasukan elit Rusia di medan tempur. Tercatat, senapan ini dipakai pada medan tempur di Checnya. Dan senapan ini merupakan entragan anyar pegangan para sniper Rusia. Kemampuannya tak diragukan lagi. Bukan hanya mematikan tapi juga mampu membunuh lawan yang bersembunyi dibalik dinding tebal sekalipun atau yang sedang berada di kendaraan tempur ringan. Senapan runduk anti-material ini memang dirancang sebagai senapan kontra petembak runduk. Senapan pegangan para sniper elit Rusia ini mempunyai kamar peluru dengan kaliber 12.7x108 mm. Spesifikasi lainnya mempunyai bobot tanpa alat bidik 12 kg. Dengan panjang mencapai 1400 mm. dilengkapi dengan manually operated dan bolt action rifle.

Operasi: manually operated, bolt action rifle. Panjang larasnya 1000 mm. Sedangkan isi magasennya cukup irit hanya 5 butir peluru. Pabrik senjata ZID pland, Kovrov, Rusia, yang pertama kali mengembangkan jenis senapan runduk ini. Pengembanganya dimulai pada paruh akhir tahun 1990-an. Senapan KSVK diadopsi dari senapan percobaan SVN-98 kaliber 12.7. Pada mula kelahirannya, senapan ini dikenal dengan sebutan ASVK, kemudian saat tiba ditangan pasukan elit Rusia, namanya berubah menjadi KSVK. Senapan runduk KSVK mempunyai konfigurasi bullpup, bolt operated. Dilengkapi unit muzzle yang massif yang berfungsi sebagai muzzle brake dan damper suara. Sehingga bunyi tembakan bisa diredam. Perlengkapan lainnya adalah rel untuk alat bidik yang dilengkapi dengan dengan pisir logam. Sehingga, akurasi bidikan tidak akan meleset dari sasaran yang akan di matikan.

Terbukti, di medan Chechnya, para sniper Rusia bisa sedikit menepuk dada, saat banyak para pejuang Checnya dapat dilumpuhkan dengan satu tarikan pelatuk. Kisah para sniper, sudah bagai legenda. Syahdan dalam perang Afghanistan, ada seorang Sniper asal Inggris yang begitu ditakuti para milisi Taliban. Sniper dari British ini, konon yang bertanggung jawab atas tewasnya puluhan milisi Taliban. Dalam perang dunia I, kisah adu bidik para sniper menjadi dongeng perang paling menarik. Menurut sohibul sejarah, salahsatu kisah adu bidik para sniper di medan tempur Perang Dunia I yang paling terkenal, adalah saat sniper pasukan Turki mengadu kemahiran dengan sniper pasukan Austria. Selain untuk membuat dayagentar lawan, para sniper juga berfungsi sebagai alat propaganda perang. Setiap keberhasilan seorang sniper, akan diekspos habis-habisan, sehingga mental tempur lawan bisa keder, takut dan jatuh. (Agus Supriyatna/dari berbagai sumber)

Blog: http://pewarta-kabarindonesia.blogspot.com
Alamat ratron (surat elektronik): redaksi@kabarindonesia.com
Berita besar hari ini...!!! Kunjungi segera: http://kabarindonesia.com

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Mungkinkah Suami Mengasuh Anak?oleh : Jumari Haryadi
17-Okt-2014, 23:18 WIB


 
  Mungkinkah Suami Mengasuh Anak? Tugas istri adalah mengasuh anak, namun peluang kerja untuk pria terbatas, terkadang posisinya terbalik. Justru istri bekerja menjadi TKI di luar negeri, sementara suami mengasuh anak di rumah. Pasangan suami istri sebaiknya berbagi peran mengasuh anaknya. Misalnya ketika
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 
Sastra Tanpa Riset 05 Okt 2014 10:09 WIB

 
Muhammadiyah Kalteng Adakan Milad 21 Okt 2014 12:49 WIB


 
Idul Adha di Leipzig 08 Okt 2014 13:16 WIB


 

 

 
Valentino Rossi Puji Marc Marquez 18 Okt 2014 23:59 WIB

 

 
Memimpin dengan Kepala dan Hati 20 Okt 2014 12:40 WIB


 

 

 

 
Selamat Melayani Pertua-Diaken 12 Okt 2014 11:13 WIB

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia