KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
ProfilMelani Butarbutar: Tekad Putra Samosir, Melayani Aspirasi Rakyat Sepenuh Hati oleh : Wahyu Ari Wicaksono
05-Nov-2018, 09:11 WIB


 
 
KabarIndonesia - Mengawali karir sebagai CPNS tahun 1976 di kantor Camat Simanindo Ambarita (Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatera Utara) dengan pangkat/golongan Juru Muda Tingkat I (I/b), pada Februari tahun 2017 lalu, Danny Melani Michler Hotpantolo Butarbutar atau biasa disebut Melani Butarbutar
selengkapnya....


 


 
BERITA IPTEK LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 

 
Sepertiga Malam 05 Nov 2018 15:57 WIB

Duhai Kau yang Sedang Diuji 21 Okt 2018 11:53 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 
Menjadi Wartawan Pilihan Hidupku 09 Nov 2018 15:39 WIB


 

Energi Surya untuk Negara Berkembang

 
IPTEK

Energi Surya untuk Negara Berkembang
Oleh : Redaksi-kabarindonesia | 18-Des-2007, 03:00:29 WIB

KabarIndonesia - Listrik tenaga surya telah menjadi solusi untuk desa-desa terpencil di negara dunia ketiga. Bagi daerah yang belum terjangkau jaringan listrik darat, beberapa panel surya telah membawa perubahan. Layaknya siang dan malam.

Masalah kekurangan listrik di daerah terpencil sebenarnya bisa diatasi dengan menyediakan generator pembangkit listrik. Tapi, mesin itu mahal dan perawatannya tidaklah mudah. Masalah lain adalah bensin atau solar yang dibutuhkan untuk menjalankan generator. Bahan bakar, yang sangat berpolusi ini, tidaklah mudah didapat.

Dalam situasi seperti itu. Sebuah sistem sederhana yang terdiri dari beberapa panel surya dan aki bisa membuat perbedaan.

Beda Jauh
'Kami sudah bertahun-tahun melakukan uji coba di Indonesia. Tepatnya di Desa Sukatani. Waktu itu, kami berhasil menyediakan listrik untuk seluruh desa dari panel surya', kata Gosse Boxhoorn, direktur satu-satunya perusahaan pembangkit listrik tenaga surya Belanda, Solland Solar.

Sistem kerja panel itu pun sangatlah sederhana. Pada setiap atap rumah penduduk ditaruh panel surya berukuran kecil. 'Ini menghasilkan cukup listrik untuk bisa dipakai pada malam hari', kata Boxhoorn.

Sedikit listrik berhasil membuat perubahan besar. Radio dan televisi bisa masuk desa. Sekolah juga bisa buka malam hari. Desa-desa dengan panel surya mengalami perkembangan ekonomi. Demikian menurut Gosse Boxhoorn, berdasarkan pengamatannya.

Keajaiban yang Mahal?
Panel surya adalah keajaiban kecil. Hanya dibutuhkan lempengan-lempengan besi, atau bahan lain yang mengkilat, berukuran mini untuk mengubah tenaga surya menjadi listrik. 'Sinar matahari yang jatuh ke panel akan menimbulkan percikan listrik. Aliran listrik ini bisa ditampung', jelas Boxhoor.

Namun demikian, produksi panel surya sangat pelik. Proses pembuatan panel terdiri dari berpuluh-puluh tahap. Semuanya harus dilakukan dengan tingkat akurasi yang tinggi. Semua ini untuk menghasilkan satu panel surya yang mampu menyerap sebanyak mungkin sinar matahari.

Peliknya proses produksi mengakibatkan mahalnya panel surya. Ini menjadi masalah dalam upaya memperkenalkan teknologi pembangkit listrik ini dalam skala besar. Tapi, menurut Boxhoorn, meningkatnya permintaan pasar atas tenaga surya akan merubah keadaan ini.

Pasar panel surya tumbuh 40 persen tiap tahunnya. Diperkirakan dalam sepuluh tahun ke depan biaya produksi listrik tenaga surya di Belanda akan turun di bawah 20 sen Euro per kilo watt listrik. Di negara dunia ketiga, yang mendapatkan lebih banyak sinar matahari, penurunan harga akan terjadi lebih cepat lagi.

Alternatif Panel
Menurut Profesor Laurens Siebeles dari Technische Universiteit, TU, Delft, Belanda, kita tidak usah bergantung pada mekanisme pasar. Ada cara lain yang lebih murah untuk menghasilkan panel surya. Ia dan para peneliti lain tengah berupaya keras menciptakan panel surya yang lebih murah dan baik.

Cara yang pertama adalah dengan menggunakan bahan murah, misalnya plastik. Bahan ini mungkin akan menghasilkan lebih sedikit listrik. Tapi, karena bahannya murah bisa dibuat sebanyak mungkin panel surya. Jadi, akan dihasilkan banyak listrik juga.

Alternatif lain adalah dengan mengembangkan generasi panel surya berbahan dasar nano-kristal. Kristal-kristal kecil yang mengkilap ini bisa menangkap dan menahan sinar matahari. Sinar yang terperangkap di dalam kristal terus bergerak sehingga bisa menghasilkan energi listrik.

Mungkin masih lama sebelum panel surya dari kristal ini bisa menjadi kenyataan. Tapi, panel surya dari plastik bisa sangat membantu desa-desa di negara berkembang. 'Panel surya dari plastik lebih murah daripada panel yang sekarang dipakai. Selain itu listrik yang dihasilkan juga lebih bersih', kata Siebeles.

sumber berita dan foto Radio Netherland Worldwide
*Disadur ulang oleh Bram Hendrawan

Blog: http://www.pewarta-kabarindonesia.blogspot.com/
Alamat ratron (surat elektronik): redaksi@kabarindonesia.com
Berita besar hari ini...!!! Kunjungi segera:
www.kabarindonesia.com

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Astra Dukung Ekspedisi Tembus Tol Trans Jawaoleh : Rohmah S
12-Nov-2018, 10:18 WIB


 
  Astra Dukung Ekspedisi Tembus Tol Trans Jawa Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) RI Rini Soemarno (kedua kiri) didampingi Chief of Corporate Communications, Social Responsibility & Security PT Astra International Tbk Pongki Pamungkas (kedua kanan) saat flag off Ekspedisi Tembus Tol Trans Jawa di Surabaya (12/11).
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 
Antara Rocky Gerung dan Jokowi 05 Nov 2018 15:56 WIB

Berhutang Oksigen 21 Okt 2018 11:51 WIB

 

 

 

 

 

 
Sang Perancang Mode Batik 14 Apr 2018 18:54 WIB


 

 

 
Khasiat Buah Bit untuk Kecantikan 16 Sep 2018 16:05 WIB


 

 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia