KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
Serba SerbiMenulis di KabarIndonesia Dapat Rp 5 Juta oleh : Romi Febriyanto Saputro
01-Sep-2015, 00:34 WIB


 
 
Menulis di KabarIndonesia Dapat Rp 5 Juta
KabarIndonesia - Kekuatan media online ternyata tidak kalah dengan media cetak. Setidaknya inilah yang saya rasakan ketika pada Kamis pagi, 20 Agustus 2015. Saya menerima pesan WA dari Panitia Lomba Penulisan BMKG yang mengabarkan bahwa tulisan saya di KabarIndonesia, 6
selengkapnya....


 


 
BERITA IPTEK LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 
 

 
Sop Merah 19 Aug 2015 12:53 WIB

Renung Rembulan Tertutup Awan 10 Aug 2015 13:52 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 
Pengunjung Antusias ke GIIAS 2015 03 Sep 2015 03:46 WIB

 
Gaun Terbuat dari Roti? 21 Aug 2015 19:08 WIB

 

Bukti Paleontologi Naik Drastisnya Muka Air Laut - (I)

 
IPTEK

Bukti Paleontologi Naik Drastisnya Muka Air Laut - (I)
Oleh : Redaksi-kabarindonesia | 09-Mar-2008, 17:13:34 WIB

Sejumlah pulau kecil di kepulauan Cook mulai tenggelam akibat mencairnya lapisan es abadi di kutub.

KabarIndonesia
- Pemanasan global yang mencairkan lapisan es abadi di kawasan kutub, diketahui akan berdampak pada naiknya muka air laut. Namun sejauh ini laju kenaikannya belum dapat dihitung secara akurat.

Dalam siklus zaman es dan zaman yang lebih hangat yang datang silih berganti, Bumi telah berulangkali mengalami fase turun dan naiknya muka air laut. Sejarah geologi menunjukkan, kenaikan muka air laut akibat mencairnya lapisan es di kutub dapat berlangsung dalam tempo amat cepat. Indikasinya ditemukan oleh guru besar mikro-paleontologi di Universitas Tübingen Jerman, Prof. Michael Kucera. Penelitian fossil mikro-organisme pada sedimen berusia ratusan ribu tahun, menunjukkan zaman dimana terjadi kenaikan muka air laut lebih dari enam meter.

Para peneliti mikro-paleontologi melakukan pemboran lapisan sedimen Bumi untuk membaca sejarah geologi selama beberapa juta tahun terakhir. Inti bor yang terdiri dari struktur lapisan sedimen selama berjuta-juta tahun itu, dapat dibaca seperti lingkaran pertumbuhan pada batang pohon.

Pakar mikropaleontologi dari Universitas Tübingen, Prof. Michael Kucera menjelaskan : “Kita dapat menggambarkan pembentukan lapisan sedimen seperti pertumbuhan pohon. Seiring dengan waktu, lapisan baru akan terbentuk di atas lapisan sedimen lama. Dari inti bor, kita ibaratnya membaca sebuah buku secara terbalik dari belakang ke depan, dari fossil mikro apa yang dapat kita temukan di masa lalu tsb.“

Banyak mikro organisme di zaman purba yang sangat mirip dengan mikro organisma modern. Dengan begitu para pakar dapat melakukan penelitian, bagaimana kondisi mikro organisme ini semasa hidupnya? Unsur apa yang tertimbun dalam tubuh mikro organisme tsb? Habitat seperti apa yang mereka perlukan?

Pakar mikropaleontologi Jerman, Prof. Michael Kucera memberikan analoginya dengan penelitian flora dan fauna modern. Misalnya saja para peneliti melakukan ekspedisinya, untuk meneliti jenis apa yang hidup di kawasan tropis atau di kawasan laut dingin. Mereka juga meneliti, bagaimana proses terbentuknya cangkang binatang ini? Unsur kimia apa yang tersedimentasi atau terurai? Bagaimana kaitan antara komposisi kimia dengan suhu permukaan air bagi kehidupan mikro organisme tsb? Dari berbagai data yang dihimpun, para ilmuwan dapat memperkirakan, bagaimana kondisi kehidupan beberapa ratus ribu tahun yang lalu.
 
Sumber berita Deutsche Welle

Blog: http://www.pewarta-kabarindonesia.blogspot.com/
Alamat ratron (surat elektronik): redaksi@kabarindonesia.com
Berita besar hari ini...!!! Kunjungi segera:www.kabarindonesia.com




 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Menumbuhkan Tanaman Kacang Panjang di Pennsylvania, USAoleh : Fida Abbott
31-Aug-2015, 22:34 WIB


 
  Menumbuhkan Tanaman Kacang Panjang di Pennsylvania, USA Tanaman kacang panjang ini tumbuh subur di Pennsylvania, USA. Tidak banyak terserang penyakit. Pemeliharaannya cukup dengan mengairi, pemupukan NPK 9-12-12, pemangkasan daun-daun kering dan tidak sehat, serta penyiangan. (Juli 2015)
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 

 

 

 

 
Binsik Prajurit KOREM 044/GAPO 03 Sep 2015 03:47 WIB


 
Mengenang Chris Siner Key Timu 13 Mei 2015 18:00 WIB

 

 

 
Deteksi Kanker Sejak Dini 06 Jul 2015 22:55 WIB

 

 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia