KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
 
KabarIndonesia - Jakarta,  Saat ini Indonesia dalam keadaan darurat ekologis yang mengancam kelangsungan kehidupan bermasyarakat dan bernegara. Karena itu Walhi bersama rakyat pengelola sumber daya alam, organisasi masyarakat sipil, dan unsur lainnya mendesak pemerintah kini dan ke depan menjalankan dan
selengkapnya....


 


 
BERITA IPTEK LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 

 
Jatuh Cinta Kepada Telaga 26 Nov 2017 11:31 WIB

Dunia Imitasi 23 Nov 2017 15:40 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 

 

Bukti Paleontologi Naik Drastisnya Muka Air Laut - (I)

 
IPTEK

Bukti Paleontologi Naik Drastisnya Muka Air Laut - (I)
Oleh : Redaksi-kabarindonesia | 09-Mar-2008, 17:13:34 WIB

Sejumlah pulau kecil di kepulauan Cook mulai tenggelam akibat mencairnya lapisan es abadi di kutub.

KabarIndonesia
- Pemanasan global yang mencairkan lapisan es abadi di kawasan kutub, diketahui akan berdampak pada naiknya muka air laut. Namun sejauh ini laju kenaikannya belum dapat dihitung secara akurat.

Dalam siklus zaman es dan zaman yang lebih hangat yang datang silih berganti, Bumi telah berulangkali mengalami fase turun dan naiknya muka air laut. Sejarah geologi menunjukkan, kenaikan muka air laut akibat mencairnya lapisan es di kutub dapat berlangsung dalam tempo amat cepat. Indikasinya ditemukan oleh guru besar mikro-paleontologi di Universitas Tübingen Jerman, Prof. Michael Kucera. Penelitian fossil mikro-organisme pada sedimen berusia ratusan ribu tahun, menunjukkan zaman dimana terjadi kenaikan muka air laut lebih dari enam meter.

Para peneliti mikro-paleontologi melakukan pemboran lapisan sedimen Bumi untuk membaca sejarah geologi selama beberapa juta tahun terakhir. Inti bor yang terdiri dari struktur lapisan sedimen selama berjuta-juta tahun itu, dapat dibaca seperti lingkaran pertumbuhan pada batang pohon.

Pakar mikropaleontologi dari Universitas Tübingen, Prof. Michael Kucera menjelaskan : “Kita dapat menggambarkan pembentukan lapisan sedimen seperti pertumbuhan pohon. Seiring dengan waktu, lapisan baru akan terbentuk di atas lapisan sedimen lama. Dari inti bor, kita ibaratnya membaca sebuah buku secara terbalik dari belakang ke depan, dari fossil mikro apa yang dapat kita temukan di masa lalu tsb.“

Banyak mikro organisme di zaman purba yang sangat mirip dengan mikro organisma modern. Dengan begitu para pakar dapat melakukan penelitian, bagaimana kondisi mikro organisme ini semasa hidupnya? Unsur apa yang tertimbun dalam tubuh mikro organisme tsb? Habitat seperti apa yang mereka perlukan?

Pakar mikropaleontologi Jerman, Prof. Michael Kucera memberikan analoginya dengan penelitian flora dan fauna modern. Misalnya saja para peneliti melakukan ekspedisinya, untuk meneliti jenis apa yang hidup di kawasan tropis atau di kawasan laut dingin. Mereka juga meneliti, bagaimana proses terbentuknya cangkang binatang ini? Unsur kimia apa yang tersedimentasi atau terurai? Bagaimana kaitan antara komposisi kimia dengan suhu permukaan air bagi kehidupan mikro organisme tsb? Dari berbagai data yang dihimpun, para ilmuwan dapat memperkirakan, bagaimana kondisi kehidupan beberapa ratus ribu tahun yang lalu.
 
Sumber berita Deutsche Welle

Blog: http://www.pewarta-kabarindonesia.blogspot.com/
Alamat ratron (surat elektronik): redaksi@kabarindonesia.com
Berita besar hari ini...!!! Kunjungi segera:www.kabarindonesia.com




 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Kumpul Akbar Wirausahawan Suzuki 2017oleh : Rohmah Sugiarti
16-Des-2017, 22:18 WIB


 
  Kumpul Akbar Wirausahawan Suzuki 2017 PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) bersama main dealer di 36 kota Indonesia gelar kembali Kumpul Akbar Wirausahawan Suzuki (KAWIR). KAWIR pada tahun ini merupakan penyelenggaraan yang ketiga kalinya, setelah sebelumnya diadakan pada tahun 2014 dan 2015 lalu. Kali ini
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 
Mengenang Hari Juang Kartika 13 Des 2017 11:39 WIB

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia