KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
OpiniBlunder (Sang Buruh) Menteri Tedjo oleh : Arief Rahmat Piliang
23-Feb-2015, 10:52 WIB


 
  KabarIndonesia - Pernyataan Menkopolhukam, Tedjo Edhi Purdijanto, kian hari kian blunder. Setelah sebelumnya menyebut KPK didukung rakyat tak jelas, kini Tedjo memasuki ranah buruh. Ancaman pegawai KPK untuk mogok jika seluruh pimpinannya ditetapkan tersangka oleh Bareskrim Polri, direspon Tedjo dengan jawaban
selengkapnya....


 


 
BERITA IPTEK LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 
 

 
Pejuang Hidup 25 Feb 2015 20:38 WIB

Benarkah? 23 Feb 2015 10:55 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 
Banjir Bikin Stres Deera Idol! 18 Feb 2015 20:35 WIB


 
Kisah Memilukan Sang Penjual Tebu 17 Feb 2015 14:12 WIB

 
 
IPTEK

Petani Diharap Makin Hati-hati pada Herbisida Roundup
Oleh : Mediyansyah | 16-Feb-2009, 15:32:10 WIB

KabarIndonesia - Para ilmuwan menemukan Herbisida Roundup dalam kadar yang sangat kecil pun dapat membahayakan dan mematikan sel manusia. Dr Mae-Wan Ho dan Brett Cherry, di Institut Biologi di Caen, Perancis, mengatakan bahwa empat formula herbisida glyphyosate dari Roundup yang diproduksi Monsanto, sangat beracun terhadap sel manusia, walau ini telah diencerkan jauh di bawah konsentrasi yang disarankan untuk pengunaan pertanian.

Empat jenis herbida Roundup adalah formula campuran bahan glyphosate dengan berbagai bahan "adjuvant" lain (adjuvant adalah 'booster' yang ditambahkan ke dalam untuk meningkatkan efek bahan aktif herbisida).

Sekarang ini, formula Roundup berada di "papan atas" dunia sebagai herbisida bebas, dan pasarannya terus meluas. Karena terutama diaplikasikan pada lebih 75% dari tanaman modifikasi-genetika yang memang direkayasa tahan pada herbisida Roundup (roundup-tolerant).

Pencemar Utama di Sungai
Di Indonesia, herbisida formula Roundup ini digunakan secara luas oleh petani kita untuk membunuh tanaman liar. Pemasaran racun gulma ini, telah begitu bebas dan luas, sehingga mudah ditemukan hingga ke warung-warung kecil di pedesaaan. Sejak sistem TOT (Tanpa Olah Tanah) diperkenalkan kepada petani Indonesia, penggunaan hebisida menjadi sangat popular di kalangan petani.

Sementara itu, Isis (Institute of Science in society, Inggris) melaporkan bahwa Glyphosate dan metabolite utamanya asam aminomethylphosphonic (AMPA) adalah pencemar utama di sungai sungai utama dunia. Sementara adjuvan, sering tidak dapat dihitung keberadaannya di lingkungan, bahkan adjuvant biasanya dianggap 'rahasia' dan dilindungi oleh sebagai rahasia dagang.

Di antara adjuvant yang ada, yang utama adalah lemak polyethoxylated amine (POEA). POEA digunakan sebagai surfactant (bahan pemicu/pengaktif) dalam formula Roundup, untuk meningkatkan daya larut dan penetrasi ke tanaman.

Membunuh Jaringan Sel Manusia

Sel manusia yang diuji oleh Institut Biologi Caen, adalah sel jaringan utama HUVEC dari umbilical cord vein epithelium (organ pembuluh darah), rangkaian sel 293 ginjal, dan rangkaian sel JEG3 tembuni. Semua sel mati dalam waktu 24 jam sesudah terpapar formula Roundup.

Dalam studi yang dilakukan, semua formula Roundup telah
diuji pada konsentrasi 10 ppm (bagian per sejuta) hingga 2 persen dari rekomendasi Monsanto untuk penggunaan di lingkungan pertanian. Ini berarti bahwa formula Roundup itu diencerkan hingga 100 000 kali atau lebih, dari yang biasa disemprot petani di lahan.

Formula Roundup berupa variasi bahan-bahan aktif glyphosate: Roundup Express, 7,2 g / L (R7.2); Roundup Bioforce, 360 g / L (R360); Roundup Grand Travaux, 400 g / L (R400), dan Grand Travaux Roundup Plus, 450 g / L (R450). Formula ini sebanding dengan glyphosate (G), AMPA, dan POEA.

Para peneliti menemukan bahwa keberadaan dari bahan-bahan kimia lainnya di formula Roundup, seperti POEA, sebenarnya membesarkan dampak racun glyphosate.

Toksisitas formula Roundup menjadi tidak proporsional dengan jumlah glyphosate yang terkandung, kemungkinan besar disebabkan POEA dan bahan lain yang ada di semua formula. POEA sendiri jauh lebih beracun daripada formula Roundup, sedangkan AMPA lebih beracun daripada glyphosate.

Perlu diketahui pula, formula roundup adalah "turunan langsung" dari formula agent-oranye yang pernah digunakan oleh tentara Amerika Serikat, untuk menyemprot hutan-hutan Vietnam. dalam perang Vietnam, agent-oranye digunakan untuk membunuh pohon-pohon dan semak yang diperkirakan tempat bersembunyi gerilyawan Vietkong.

Sumber: ISIS Press Release 11/02/09: http://www.i-sis.org.uk/DMPGR.php


Blog: http://www.pewarta-kabarindonesia.blogspot.com/
Alamat ratron (surat elektronik): redaksi@kabarindonesia.com
Berita besar hari ini...!!! Kunjungi segera:
www.kabarindonesia.com

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Sisi Lain Wilayah Perbatasanoleh : Ibnu Hafidz
21-Feb-2015, 05:52 WIB


 
  Sisi Lain Wilayah Perbatasan Dua orang pengunjung tengah asyik menikmati suasana waduk Cirata, Kamis, 19/2/2015. Waduk Cirata berada di tiga daerah: Purwakarta, Bandung, dan Cianjur. Tempat ini merupakan pembangkit listrik tenaga air (PLTA) terbesar di Asia Tenggara dengan luas wilayah 62 KM2. Biasanya para
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 
100 Film Nasional Diproduksi 2015 23 Feb 2015 10:58 WIB

 

 

 

 

 

 
NamaKU = JiwaKU 25 Feb 2015 08:26 WIB

 

 

 
Banjir Jakarta dan Harapan 19 Feb 2015 22:25 WIB

 
Belajar dari Kehidupan Lebah 18 Feb 2015 20:28 WIB


 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia