KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
Berita RedaksiLaman HOKI: Tak Ada Gading yang Tak Retak oleh : Redaksi-kabarindonesia
28-Jan-2015, 06:45 WIB


 
 
Laman HOKI: Tak Ada Gading yang Tak Retak
selengkapnya....


 


 
BERITA IPTEK LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 
 

 
Margonda Hari Ini 29 Jan 2015 08:09 WIB

Sang Duda 29 Jan 2015 08:08 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 

 
 
IPTEK

Bakteri Rumen Sapi untuk Pertanian Organik
Oleh : Saepudin | 31-Jan-2010, 21:43:29 WIB

KabarIndonesia - Bakteri Rumen Sapi adalah hasil pengembangan bakteri mikrobia yang bersumber dari rumen sapi, dengan teknis pengembangan secara sederhana dan murah. Bakteri ini  sangat membantu peningkatan  petani dalam pengembangan pertanian yang berwawasan pada pelestarian kesuburan tanah dan sumber daya alam.
Bakteri Rumen Sapi terdiri dari kumpulan beberapa mikro organisme yang sangat bermanfaat dalam proses pengolahan pupuk kandang, kompos, pupuk organik cair, dan sekaligus mampu memperbaiki tingkat kesuburan tanah dan memberi kehidupan di dalam tanah.

Mikroorganisme yang terdapat di dalam Bakteri Rumen Sapi dapat meningkatkan fermentasi limbah dan sampah organik, meningkatkan ketersediaan unsur hara untuk tanaman, serta menekan aktifitas serangga, hama dan mikroorganisme patogen.

1. Cara Kerja Bakteri Rumen Sapi
- Menekan pertumbuhan patogen tanah
- Mempercepat fermentasi pupuk, sampah organik dan urine
- Meningkatkan senyawa organik dalam tanah
- Meningkatkan nitrogen
- Meningkatkan aktifitas mikroorganisme di dalam tanah
- Menekan kebutuhan pupuk dan pestisida kimia

2. Keunggulan Bakteri Rumen Sapi
- Dapat dibuat sendiri
- Bahan tersedia dan mudah didapatkan
- Peralatan cukup sederhana
- Sangat berguna bagi petani

Dua tahapan pengembangan Bakteri Rumen Sapi yaitu:
1. Pembuatan Induk Bakteri
a. Bahan yang digunakan:
· Rumen sapi: 5 kg
· Tetes tebu: 1 ltr
· Bekatul halus: 2 kg
· Air matang: 7 ltr

b. Cara Pembuatan :
· Katul diserilkan dengan cara dikukus/ dipanaskan
· Masukkan air, tetes, katul dalam gentong plastik dan diaduk selama 10 menit hingga larutan menjadi homogen
· Tutup dengan plastik rapat
· Pada hari ke-4 , 5, dan 6 hasilnya diamati (perhatikan warna, bau, dan temuan lain)
· Pada hari ke-7 dilakukan penyaringan dan didapatkan induk Bakteri Rumen Sapi.
· Induk bakteri ini bisa dikembangkan lebih banyak lagi atau untuk pengolahan pupuk organik (padat dan cair), fermentasi pakan ternak (jerami, janggel jagung, dll).

2. Pengembangan Bakteri
a. Bahan yang digunakan:
· Induk Bakteri Rumen Sapi: 1 ltr
· Tetes tebu: 1 ltr
· Bekatul steril: 3 kg
· Terasi: 2 ons
· Air matang: 10 ltr

b. Cara Pengembangan:
· Masukkan air matang, tetes tebu, katul, trasi yang sudah dihaluskan dan induk bakteri mikrobia ke dalam gentong plastik
· Aduk ramuan tersebut selama 10 menit (homogen)
· Tutup rapat-rapat dengan plastik
· Pada hari ke-4 dibuka, kemudian diaduk selama 10 menit
· Tutup kembali dan dalam penutupan diberi lubang untuk sirkulasi udara
· Pengadukan ini dilakukan selama 5 hari dan setiap penutupan harus diberi lubang udara
· Pada hari kesembilan dan kesepuluh Bakteri Rumen Sapi sudah jadi dan siap untuk digunakan sebagai sarana dan  pendukung pertanian organik yang berwawasan pada pelestarian kesuburan tanah dan peningkatan produksi
· Bakteri Rumen Sapi mampu bertahan hidup selama 6 bulan antara lain: Lumbricus (bakteri asam laktat, bakteri fotosintetik, serta ragi). ***


Blog: http://www.pewarta-kabarindonesia.blogspot.com/  
Alamat ratron (surat elektronik):
redaksi@kabarindonesia.com 
Berita besar hari ini...!!! Kunjungi segera:
http://kabarindonesia.com//


 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Sarana Menuju Curug Cikasooleh : Ibnu Hafidz
15-Jan-2015, 10:43 WIB


 
  Sarana Menuju Curug Cikaso Menuju Curug Cikaso Sukabumi dapat ditempuh dengan perahu atau berjalan kaki, terlihat para pengunjung menaiki perahu untuk sampai di tujuan, Januari 2015.
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 
Lahan Milik Negara Untuk Negara 27 Jan 2015 14:39 WIB


 

 

 

 

 
Awal Mulus Sang Pemuncak 27 Jan 2015 13:38 WIB

Shooter Pelita Jaya Semakin Tajam 27 Jan 2015 05:42 WIB

 

 
Makna Simbolik Hidangan Imlek 09 Jan 2015 01:03 WIB


 
 

 
 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia