KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
OpiniTayangan TV Tidak Ramah Anak oleh : Paulus Mujiran, S.sos, Msi
09-Sep-2010, 00:36 WIB


 
 
Tayangan TV Tidak Ramah Anak
KabarIndonesia - Tayangan televisi kian tidak ramah anak. Nyaris tidak ada tayangan yang mendidik seperti mengajari anak agar hormat kepada orang tua dan guru, rajin menabung dan hidup berhemat, suka bekerja keras atau hidup berprihatin.

Yang ada adalah
selengkapnya....


 

Enthusiasm by Fida R. Abbott

 
BERITA IPTEK LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 
Lowongan Jurnalis 25 Jul 2010 19:29 WIB

Lowongan Desainer Grafis 19 Mei 2010 14:56 WIB

 
Tim Pencari Fakta Insiden Biau 02 Sep 2010 02:14 WIB

Polda Kepri Bekuk Jambret 29 Aug 2010 21:06 WIB

 
Pada Suatu Pertigaan Malam 09 Sep 2010 00:40 WIB

Sohibku, Malaq ul-Maut 08 Sep 2010 01:38 WIB

 
Floriade, Festival Bunga 20 Aug 2010 12:47 WIB


 
BERITA LAINNYA
 

 
Perempuan itu Bawel ! 07 Sep 2010 08:32 WIB

Meneguhkan KeIndonesiaan Kita 29 Aug 2010 21:03 WIB

 

Akses Informasi Cepat via VAS

 
IPTEK

Akses Informasi Cepat via VAS
Oleh : Muhammad Nizar | 30-Des-2008, 00:49:11 WIB

KabarIndonesia - Value Added Service (VAS) secara harfiah berarti Pelayanan Nilai Tambah. Maksudnya pelayanan jenis lain yang diberikan oleh operator seluler selain dari voice dan SMS/ MMS. Bentuknya bermacam-macam, mulai dari informasi olahraga, horoskop, nilai saham, berita dan lain sebagainya.

Sebagai contoh, operator XL, yaitu PT. Excelcomindo Pratama, menyediakan layanan yang disebut Location Base Service (LBS) untuk memudahkan pelanggan mendapatkan informasi penting dalam perjalanan mudik beberapa waktu lalu. Melalui layanan LBS pemakai kartu XL dapat mengetahui di mana letak SPBU terdekat, rumah sakit di sepanjang jalur perjalanan, ataupun ATM.

Masih banyak lagi bentuk layanan VAS yang diberikan oleh operator-operator telepon seluler lainnya. Penggunaan VAS tentu saja membutuhkan biaya yang berbeda-beda sesuai layanan yang diberikan. Namun jumlah biaya tersebut masih relatif kecil dan terjangkau karena layanan informasi hanya diberikan jika ada permintaan dari pelanggan.

Biasanya program VAS dijalankan oleh divisi khusus dari sebuah operator ataupun disediakan oleh pihak ketiga. Jika tidak ada permintaan layanan dari pelanggan maka operator tidak berhak mengutip bayaran dari informasi yang mereka berikan. Cara kerjanya mirip konsep iklan layanan masyarakat. Hanya saja umumnya VAS merupakan layanan komersial yang mempunyai manfaat besar.

Agar VAS bisa menarik minat pelanggan maka jenis layanannya harus dibuat dengan prinsip kesederhanaan dan kemudahan. Prinsip ini harus menjadi pegangan operator dalam menyediakan layanan nilai tambah kepada pelanggan. Layanan tersebut juga harus bersifat personal, misalnya layanan untuk segmen remaja berbeda dengan segmen corporate maupun segmen dewasa.

Pertanyaannya sekarang adalah bagaimana menciptakan sebuah layanan VAS yang paling efektif dan bermanfaat bagi publik? Pertanyaan ini dapat dijawab dengan menggunakan riset sederhana untuk mencari tahu siapa pelanggan terbesar dari masing-masing operator. Kunci utama untuk menggarap beragam segmentasi pengguna seluler adalah dengan menyediakan konten yang sesuai dengan kebutuhan. Dengan demikian akan didapat layanan yang efektif dan bermanfaat.

Bisa dikatakan semua operator mengklaim usia muda sebagai pelanggan terbesarnya. Simak saja iklan-iklannya, yang sangat jelas ditujukan kepada pasar kelompok dinamis ini. Konsep personalisasi dalam VAS menjadi penting karena dipengaruhi trend pasar handset yang sebagian besar kini ditargetkan untuk pengguna berusia muda. Sebuah kelompok yang energik, bersemangat untuk mencoba hal-hal baru dan mudah beradaptasi dengan teknologi.

Kelompok usia muda mayoritas adalah mereka yang sedang menimba ilmu di bangku sekolah atau perguruan tinggi, serta sebagiannya merupakan pekerja yang baru merintis karir di dunia kerja. Sementara untuk segmen korporasi, layanan yang diminati antara lain berupa Virtual Private Network (VPN), sistem logistik, Phone Directory dan akses internet melalui ponsel.

Bagi pengguna korporasi, personalisasi juga diperlukan karena kebutuhan setiap perusahaan berbeda-beda. Tuntutan tersebut merupakan tantangan bagi operator untuk menyediakan aneka VAS bagi segmen korporat. Namun hal ini relatif lebih mudah karena jumlah terbatas dan terdata secara baik.

Di Indonesia, pengguna seluler usia muda menjadi motor penggerak dari laju industri konten. Mereka umumnya masih menempuh studi di bidang masing-masing sehingga menuntut mereka untuk menguasai banyak hal. Apalagi di tengah persaingan prestasi yang sangat tinggi sekarang ini, mengetaui banyak hal tapi membutuhkan waktu yang lama dirasa kurang efektif.

Lebih penting lagi mengetahui banyak hal dalam waktu yang singkat yang dalam bahasa dunia informatika saat ini disebut dengan istilah riel time atau online---kapan informasi tersebut dibutuhkan dan langsung tersedia.

Apa yang mereka butuhkan? Yang mereka butuhkan adalah informasi mengenai hal-hal yang berhubungan dengan studi atau mata pelajaran mereka. Apakah itu pelajaran fisika, pengetahuan alam, geografi, bahasa Inggris dan sebagainya. Jika dipersempit lagi, mereka membutuhkan informasi mata pelajaran umum yang paling banyak dipelajari seperti pelajaran bahasa yang selalu dipelajari di setiap tingkatan pendidikan. Salah satunya adalah Bahasa Inggris yang merupakan bahasa terpenting di dunia.

Dapat dikatakan bahwa semua pelajar mempelajari bahasa, terutama bahasa Inggris. Apalagi sekarang sejak dari tingkat Sekolah Dasar hingga Perguruan Tinggi mereka terus menerus berhadapan dengan bahasa Inggris. Mulai dari kelas 3 SD anak-anak sudah diwajibkan belajar Bahasa Inggris. Kemudian di lanjutkan pada tingkat sekolah menengah hingga perguruan tinggi saat menempuh jenjang S1 maupun jenjang S2.

Konon jika ingin meneruskan pendidikan di luar negeri, nilai kemampuan standar international berbahasa Inggris seperti TOEFL atau IELTS menjadi syarat wajib yang harus dipenuhi. Pertanyaannya sekarang adalah, apa hubungannya antara bahasa Inggris dengan VAS?

Penulis beberapa kali menerima sms dari seorang rekan menanyakan arti sebuah kata atau kalimat bahasa Inggris. ”Bang, opening ceremony itu apaan sih” tanya seorang teman suatu ketika. Untung saja penulis tahu artinya sehingga dengan segera dapat membalas pertanyaannya. Seandainya tidak tahu, butuh waktu sehari untuk mencari tahu apa artinya kalimat di atas dan orang tersebut bisa ketinggalan acara.

Penulis membayangkan suatu saat nanti ada layanan kamus online dari operator ponsel. Apalagi sebagai salah satu pelajaran yang dipelajari oleh hampir seluruh orang yang sedang sekolah yang mayoritas merupakan pengguna ponsel, maka VAS dalam bentuk kamus online bisa sangat efektif dan bermanfaat. Hanya dengan menggunakan jempol kita akan segera tahu apa bahasa Inggrisnya ”Di mana letak Rumah Makan Padang terdekat?”.

Betapa membantunya kamus online di saat kita butuh informasi bahasa tetapi tidak ada kamus di sekitar kita. Kamus online pada ponsel tentu membantu jika berada pada situasi tersebut. Jika layanan VAS kamus online ingin diluncurkan maka prinsip kesederhanaan dan kemudahan harus diterapkan. Tidak membutuhkan banyak langkah untuk hanya sekedar mengetahui sebuah kosa kata.

Perihal langkah yang bertele-tele atau berpanjang-panjang sering ditemui pada beberapa layanan VAS dan ini membuat layanan ini menjadi kurang efektif dan diminati. Sebagai contoh, layanan infotainment yang pernah penulis coba pada sebuah operator. Penulis harus melalui 4 langkah hanya untuk mengetahui info hiburan terbaru, masing-masing langkah dikenakan biaya sendiri dan butuh waktu lumayan lama. Celakanya di akhir langkah operator mengirimkan pesan “Maaf, untuk sementara layanan ini tidak dapat dipergunakan”. Betapa mengesalkan memang.

Selain langkah-langkah yang pendek, teknologi yang digunakan juga harus sesederhana mungkin dan mudah dipahami oleh orang banyak. Benamkan saja langsung jenis layanan ke dalam chip sehingga otomatis semua pemilik chip memilikinya.

Oleh karenanya operator harus mengatur layanan menjadi langkah yang sederhana dengan biaya yang minim. Misalnya, cukup dengan menuliskan kata yang ingin diketahui, kemudian dengan kode tertentu kata tersebut dikirimkan ke operator penyedia layanan. Sesaat kemudian balasan didapat lengkap dengan beberapa sinonimnya. Semakin murah biaya dikenakan maka kemungkinan frekuensi penggunaan layanan semakin tinggi.

Rasanya bukan hanya pelajar saja yang membutuhkan layanan kamus online, para pekerja maupun kalangan profesional membutuhkannya. Layanan kamus online mungkin hanya salah satu cara menerapkan VAS yang efektif dan bermanfaat bagi publik. Masih banyak lagi jenis informasi lain yang bisa dijual. Seperti layanan VAS waktu shalat dan segala informasi yang terkait dengan ibadah shalat, mengingat Indonesia merupakan negara dengan mayoritas penduduk muslim terbanyak di dunia .

Di sinilah operator dituntut untuk meracik konten yang sesuai dengan kebutuhan konsumen melalui media yang tepat. SMS masih dinilai sebagai media distribusi utama operator seluler dalam memberikan VAS kepada pelanggannya di segmen pengguna pribadi dan biaya penggunaannya relatif kian murah.

Sejauh ini hambatan dalam upaya mengantarkan konten yang tepat dengan kebutuhan terletak pada pemetaan pelanggan yang belum maksimal. Registrasi nomor prayabar, yang mengharuskan pelanggan untuk mengisi sejumlah informasi, masih belum dapat dijadikan dasar bagi operator dalam memproduksi konten yang tepat sasaran.

Masih banyak pelanggan yang mendaftarkan nomornya dengan mengisi data palsu. Hal ini sangat mudah dilakukan karena setiap pemilik nomor mengisi data tanpa melampirkan bukti diri. Berbeda dengan Negara tetangga Malaysia di mana setiap pemegang nomor ponsel harus mendaftarkan diri dengan melampirkan bukti diri seperti ID card atau KTP.

Salah satu bukti inovasi layanan VAS yang berkaitan dengan pelajar adalah aplikasi learning mobile, hasil karya Indra Purnama dari Bandung. Learning Mobile merupakan aplikasi VAS yang memfasilitasi proses belajar melalui telepon seluler. Dengan aplikasi yang mudah diinstal pada ponsel, pengguna dapat mengakses berbagai fitur semisal materi pelajaran, evaluasi, tes, pengembangan diri, komunitas antar siswa dan konsultasi. Hasil karyanya ini memperoleh penghargaan terbaik dalam lomba kontes inovasi seluler sebuah operator.

Tunggu apalagi, sudah saatnya operator menciptakan layanan yang benar-benar berguna bagi masyarakat. Bukan hanya sekedar layanan infotainment yang meraup rupiah pelanggan namun tidak bermakna.

Blog: http://www.pewarta-kabarindonesia.blogspot.com
Alamat ratron (surat elektronik): redaksi@kabarindonesia.com
Berita besar hari ini...!!! Kunjungi segera: http://www.kabarindonesia.com

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Mobil Terbalikoleh : Arief Kamil
08-Sep-2010, 06:48 WIB


 
  Mobil Terbalik TERBALIK: Sebuah mobil APV BA 805 SR terbalik di kawasan Rimbo datar, Padang( 8/9). Diduga kuat kejadian naas itu terjadi gara-gara sopir mengantuk saat berkendara. Tidak ada korban jiwa dari kejadian yang terjadi sekitar pukul 06.00 WIB tersebut, tiga orang
selengkapnya....
 
 

 
BERITA LAINNYA
 
Menghapus Mitos Mudik Lebaran 08 Sep 2010 20:18 WIB

 
LAI Komitment Berantas Buta Huruf 09 Sep 2010 01:05 WIB


 
PBB Dirikan Akademi Anti Korupsi 05 Sep 2010 14:44 WIB

 

 
DFO Bermasalah dan Feng Shui 17 Aug 2010 23:37 WIB

 
Bantuan untuk 39 Atlet Siak 02 Sep 2010 14:37 WIB

Liga Inggris: Aroma Laga Terendus 29 Aug 2010 21:13 WIB

 
Belajar dari Warren Buffet 26 Jul 2010 22:59 WIB

Ustadz SolMed, Saingan UJE? 26 Jul 2010 22:29 WIB

 
Geliat Menulis Kritik Sastra 08 Sep 2010 01:34 WIB

Tips Libur Lebaran Berkesan 06 Sep 2010 18:06 WIB

 

 
Mabuk Pakai Kopi Kuda 03 Sep 2010 04:59 WIB


 
Berlebihan Itu tidak Baik 08 Sep 2010 20:14 WIB


 
Prasangka dan Dengki 06 Sep 2010 17:53 WIB

IIP Santuni Anak Yatim Piatu 25 Aug 2010 12:53 WIB

 
Yayasan Peduli Hutan Lestari
  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia