KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Pelatihan Menulis Online Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
KesehatanRiset Penyembuhan Kanker Darah, Penyakit yang Diderita Ibu Ani Yudhoyono oleh : Kabarindonesia
14-Feb-2019, 12:25 WIB


 
 
KabarIndonesia - Ani Yudhoyono, istri mantan presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sakit kanker darah. Bagaimana perkembangan metode peneliti untuk penyembuhan jenis penyakit ini?Dalam keterangan resmi melalui video yang diunggah di Youtube, mantan presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) memberitahukan bahwa istrinya, Ani
selengkapnya....


 


 
BERITA IPTEK LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 
KPK "Banding" Vonis JB Kotjo 15 Feb 2019 11:05 WIB

 
Hujan Lakukan Padaku 16 Feb 2019 12:08 WIB

Lika Liku Cinta 16 Feb 2019 05:24 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 

 

Banda Aceh Mempunyai Gedung Save Guard Tower (SGT)

 
IPTEK

Banda Aceh Mempunyai Gedung Save Guard Tower (SGT)
Oleh : Bang Rachmad | 24-Des-2017, 08:15:10 WIB

KabarIndonesia - Banda Aceh, Sebagian besar Provinsi Aceh pernah hancur akibat gempa bumi dan tsunami yang terjadi pada 26 Desember 2004. Banyak bantuan yang datang silih berganti dari dalam dan luar negeri. Salah satu bantuan yang diterima rakyat Aceh adalah bantuan dari Jepang berupa gedung evakuasi tsunami. Negara Jepang membangun 4 gedung evakuasi tsunami yang bernama "Tsunami Escape Building." 

Pemerintah Jepang melalui JICS berdasarkan konsep awal yang dibuat oleh JICA Study Team dalam project Urgent Rehabilitation and Reconstrcution Plan (URRP) untuk kota Banda Aceh pada Maret 2005 sampai dengan Maret 2006. Masing-masing gedung menghabiskan anggaran sekitar Rp 10,5 milyar. Desain bangunan ini dibuat oleh konsultan asal Jepang Nippon Koei, Co. Ltd sebagai JICS Study Team pada tahun 2006. Tiap-tiap gedung dibangun dengan luas 1.400 meter persegi.

Bila anda menuju kawasan Ulee Lheu maka akan terlihat empat buah gedung kokoh di 3 lokasi yaitu di Desa Lambung, Desa Deah Geulumpang, Desa Alue Deah Teungoh serta satu gedung khusus yang bernama gedung TDMRC (Tsunami & Disarter Mitigation Research Centre). Gedung TDMRC terletak di belakang kuburan massa Ulee Lheu, adalah gedung pusat studi tsunami dan mitigasi bencana Universitas Syiah Kuala merupakan lembaga riset yang didirikan pada 30 Oktober 2006.

Keberadaan TDMRC bertujuan untuk meningkatkan sumber daya riset kebencanaan yang berkualitas, memberikan advokasi pada pemerintah dalam membuat kebijakan, mengumpulkan dan menyediakan data terbaik dengan mempercepat proses pengumpulan data yang tepat berkaitan dengan dampak dari bencana dan diresmikan pada 28 Juli 2008.  Gedung TDMRC berfungsi juga sebagai tempat evakuasi tsunami dan beberapa waktu yang lalu juga digunakan sebagai tempat pemantauan gerhana matahari di kota Banda Aceh. Dikawasan Lamjamee perbatasan Aceh Besar-Banda Aceh ada satu gedung evakuasi tsunami milik BPBD Aceh Besar bagi evakuasi masyarakat Pekan Bada dan sekitarnya.

Menjelang peringatan 13 tahun tsunami Aceh, diresmikan satu lagi gedung evakuasi tsunami di kantor BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Banda Aceh. Pada peresmian gedung evakuasi berangka baja khusus ini terlihat President Nippon Steel & Sukimin Metal Products, Mr Tomoaki Nakagawa. Turut hadir pada peresmian ini penasehat ekonomi Kedutaan Besar jepang Shigemi Endo, Naoto Tada dari Jica Expert, Sekdakota Banda Aceh Ir Bahagia Dipl.SE, Kepala Laboratorium Terpadu Unsyiah, Dr Muzailin Affan, anggota DPRK Banda Aceh, Kepala BPBD Banda Aceh Fadhil S.Sos, kepala SKPK, para jurnalis cetak, elektronik dan online.
 
Peresmian gedung ini ditandai pemotongan pita oleh Walikota Banda Aceh, Aminullah Usman pada hari Kamis, 21 Desember 2017. Gedung evakuasi tsunami ini berlantai empat. Tomoaki Nakagawa menyampaikan bahwa, "Gedung evakuasi dengan struktur rangka baja di Banda Aceh ini merupakan gedung pertama yang dibangun pihaknya di luar Jepang". Gedung Save Guard Tower (SGT) merupakan gedung penyelamatan satu-satunya berkontruksi baja yang materialnya dari Jepang.

Hasil survey yang dilakukan oleh LIPI bekerja sama dengan Nagoya University dan Nara University Jepang menunjukkan bahwa faktor yang membuat kebanyakan korban selamat dari bencana adalah faktor kesiapsiagaan diri, dengan persentasenya sebesar 35%. Lalu diikuti oleh faktor bantuan yang datang dari anggota keluarga sendiri sebesar 31,9%, dari tetangga atau lingkungan sebesar 28,1%. Sedangkan faktor dari orang atau masyarakat (kelompok masyarakat) lain yang jauh cuma sebesar 2,6% saja. Bahkan tim SAR hanya menyumbang 1,7 persen saja dalam menyelamatkan korban bencana.

Para tamu dari Jepang ini juga dihibur dengan atraksi kesenian debus dan simulasi bencana oleh Basarnas Aceh, BPBD dan RAPI Banda Aceh dengan melibatkan anak-anak sekolah. Simulasi ini dilakukan untuk memberikan pemahaman dan pengetahuan kepada siswa. Bagaimana mereka menyelamatkan diri saat musibah terjadi, seperti musibah tsunami, bahkan kebakaran. Dan tujuan simulasi ini adalah agar mereka tidak panik saat menghadapi bencana,  mengurangi resiko bencana juga meningkatkan partisipasi masyarakat, pemerintah dan semua pihak. Termasuk juga dilakukan sosialisasi dan pelatihan penanggulangan bencana yang terus dilaksanakan.

Bantuan gedung berkontruksi baja tersebut harus menjadi alat pendidikan kebencanaan bagi warga Banda Aceh, terutama generasi muda. Harapannya mereka memiliki pengetahuan kebencanaan dan upaya menyelamatklan diri. Gedung Save Guard Tower (SGT) ini diharapkan menjadi salah-satu alternatif dalam upaya penyelamatan dari bencana seperti gempa dan tsunami. Kita harus menyiapkan masyarakat siaga bencana.(*)

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Pergelaran Swimrun Pertama di Asia Tenggara-Australiaoleh : Rohmah S
10-Des-2018, 22:14 WIB


 
  Pergelaran Swimrun Pertama di Asia Tenggara-Australia 20 pelari dari 6 negara: Indonesia, Australia, Amerika, Inggris, New Zealand dan Swedia ikuti swimrun di Nusa Lembongan dan Nusa Ceningan dengan jarak lari 20km dan berenang 3km. Head of Corporate Communications PT Astra International Tbk Boy Kelana Soebroto (kiri)
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 

 

 

 

 
Marc Marques Juara Dunia MotoGP 09 Feb 2019 02:01 WIB


 

 
 

 
Khasiat Buah Bit untuk Kecantikan 16 Sep 2018 16:05 WIB

 

 
Buktikan Tuhan Itu Ada! 15 Feb 2019 14:39 WIB

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia