|
|
|
| |
KabarIndonesia - Kampanye lingkungan, sudahkan berdampak positif pada perubahan gaya hidup? Pertanyaan itu ditujukan untuk kita, khususnya masyarakat yang tinggal di kota besar, seperti Jakarta.
Armely Meiviana, mewakili Green Life-style, sebuah komunitas atau tepatnya mailing list yang anggotanya kerap selengkapnya....
|
|
|

IPTEK
Coelacanth Latimeria Menadoensis dalam Berita dan Video
Oleh : Fida Abbott | 23-Mei-2007, 00:41:12 WIB
|
KabarIndonesia - Bukan sesuatu yang asing lagi buat saya mengenai ikan purba yang satu ini. Seingat saya setahun yang lalu, saya pernah mendiskusikannya dengan sang suami yang notabene dia jauh lebih tahu beritanya lebih dulu daripada saya mengenai penangkapan ikan ini sebelumnya di Indonesia untuk pertama kalinya.
Untuk yang kedua kalinya di Indonesia, tepatnya di pantai Menado jenis ikan yang menurut kalangan ilmuwan biota disebut-sebut hidup sejak 400 juta tahun lampau tersebut ditemukan oleh seorang nelayan Justinus Lahama dan anaknya, Delvi Lahama, nelayan warga kelurahan Bahu, Kecamatan Malalayang pada hari Sabtu pagi, tanggal 19 Mei 2007.
Berita ini cukup mengejutkan dunia kembali. Tampak setiap halaman depan berita-berita media masa terkenal seperti Fox News, Reuters, CNN bahkan dari Verizon News-pun turut mempublikasikan berita ini.
Bagi para Pembaca yang tertarik ingin mengetahui lebih jauh tentang berita mengenai ikan purba ini dari beberapa sumber, dapat mengunjungi :
http://news.yahoo.com/s/nm/20070521/od_uk_nm/oukoe_uk_indonesia_fish
http://edition.cnn.com/2007/WORLD/asiapcf/05/20/indonesia.fish.ap/index.html
http://www.foxnews.com/story/0,2933,274146,00.html
http://www.jawapos.co.id/index.php?act=detail&id=8658
Dapat juga melihat video-videonya tentang jenis ikan ini di :
http://www.youtube.com/watch?v=Qt1IyK6TJgo&mode=related&search=
http://www.youtube.com/watch?v=Bv0qsoIPmyM&mode=related&search=
Sumber Foto : Reuters
********/////*********
Salam dari Penulis di PA-USA www.fidaabbott.blogspot.com
|
|
|
|
|
|
|
|
| |
Hari kelima (31/8) pasca pengungsian akibat adanya letusan Gunung Sinabung, keadaan 1.500 pengungsi di pos penampungan Jambur Taras, Berastagi mulai terganggu masalah kesehatannya. Tim medis yang bertugas mengatakan bahwa penyakit ISPA dan diare mulai menyerang para pengungsi. (*)selengkapnya.... |
|
|
|
|
|