KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
 
KabarIndonesia - Pada Nukilan Buku Jokowi Utusan Semesta: Sekali Lagi Semesta Membuktikan Tidak Pernah Ingkar janji bagian (10), telah saya sampaikan alasan-alasan kenapa KH Ma'ruf Amin merupakan salah satu sosok yang paling tepat mendampingi Jokowi dalam Pilpres 2019 kemarin.
selengkapnya....


 


 
BERITA IPTEK LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 

 
JENUH 17 Jul 2019 15:06 WIB

Sayapku Telah Patah 08 Jul 2019 10:34 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 
PWI Jaya Gelar Orientasi Wartawan 17 Jul 2019 16:02 WIB


 
 
IPTEK

Satelit Nusantara I Berhasil Mengorbit di Angkasa
Oleh : Danny Melani Butarbutar | 22-Feb-2019, 16:18:28 WIB

KabarIndonesia - Satelit Nusantara Satu (PSN VI) adalah satelit komunikasi geo stasioner (GEO) Indonesia yang dimiliki oleh Pasifik Satelit Nusantara (PSN). Satelit ini ditempatkan pada posisi di atas equator pada 146 BT dan bergerak bersamaan dengan rotasi bumi.

Satelit Nusantara Satu merupakan Satelit Broadband pertama Indonesia yang menggunakan teknologiHigh Throughput Satellite (HTS) dengan kapasitas 'bandwidth' yang lebih besar untuk memberikan layanan akses 'broadband' ke seluruh wilayah Indonesia. Memiliki kapasitas 26 transponder C-band dan 12 transponder Extended C-band serta 8 spot beam Ku-band dengan total kapasitas bandwidth mencapai 15 Gbps, dengan area cakupan (coverage) hingga ke seluruh wilayah Indonesia.

Nusantara Satu dibuat oleh Space System Loral (SSL), Amerika Serikat dan diluncurkan di Cape Canaveral, Amerika Serikat pada Februari 2019 menggunakan roket peluncur Falcon-9 dari perusahaan Space-X.

Sebagaimana dikabarkan VIVA.co.id, Satelit Nusantara Satu milik PT Pasifik berhasil diluncurkan pada 21 Februari 2019 waktu Amerika Serikat atau 22 Februari 2019 waktu Indonesia. Satelit ini meluncur melalui roket Falcon 9 milik Space-X. 
Satelit Nusantara Satu yang diluncurkan dari Cape Canaveral, Amerika Serikat itu sedang dalam perjalanan menuju slot orbit pada 146 Bujur Timur. Lokasi tersebut berada di atas Pulau Papua. Perjalanan tersebut membutuhkan waktu hingga dua pekan. Setelah itu akan ada pengetesan yang disebut In Orbit Test.
"Alhamdulillah semalam 21 Februari 20.45 waktu Florida. Satelit Nusantara Satu berhasil diluncurkan Cape Canaveral, California. Perkiraan tiga minggu (untuk pengetesan) setelah di orbit. Jadi dua minggu ditambah tiga minggu lagi," kata Direktur Jaringan PT Pasifik Satelit Nusantara (PSN), Heru Dwikartono, saat konferensi pers Nusantara Satu di Jakarta, Jumat (22/2).

Sementara itu, WartaEkonomi.co.id, Jakarta mengabarkan bahwa setelah Satelit Nusantara berhasil diluncurkan dan lepas landas dari Florida, Amerika Serikat pada Jumat (22/2/2019) pagi, PT Pasifik Satelit Nusantara (PSN) akan kembali meluncurkan Satelit Nusantara Dua dan Tiga, masing-masing pada tahun 2020 dan 2022.

Direktur Jaringan PSN, Heru Dwikartono menjelaskan, proyek Satelit Nusantara Dua sudah mulai digarap sejak tahun kemarin. Sementara proyek Satelit Nusantara Tiga akan segera dipersiapkan. “Satelit Nusantara Dua itu menjalin kerja sama dengan Indosat,” sebut Heru, saat konpers peluncuran Satelit Nusantara Satu.

Menurut Space System Group Head PSN, Indri Prijatmodjo, ada 60% komponen Satelit Nusantara Dua yang telah terkumpul saat ini. Komponen-komponen itu akan mulai diintegrasikan pada April-Mei mendatang. “Target peluncurannya April atau kuartal dua 2020, investasinya kurang lebih sama dengan Satelit Nusantara Satu," jelas Indri.

Lain halnya dengan Satelit Nusantara Tiga yang dikabarkan diikutsertakan dalam tender BAKTI. Menurut Heru, bila PSN memenangkan tender itu, maka Satelit Nusantara Tiga akan diluncurkan sebagai Satelit Indonesia Raya (Satria) yang saat ini tengah digodok oleh Kemenkominfo. “Kalau dapat proyek itu, Satelit Nusantara Tiga diluncurkan untuk Bakti. Kalau tidak dapat, kami akan desain sesuai kebutuhan di tahun itu,” tutup Heru.

Diperoleh informasi bahwa Satelit Nusantara Satu baru bisa beroperasi bila ia sudah berada di slot orbit 146 derajat BT, tepat di atas Papua. Bila proses itu selesai, akan dilakukan uji coba jaringan untuk memastikan kualitasnya sama seperti saat berada di bumi. Satelit Nusantara Satu akan tersebar di 750 titik di Kalimantan. Sementara di Papua dan Sulawesi berjumlah masing-masing 600 titik.(*)

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Mekanisasi Pertanian di Tanah Batakoleh : Leonardo Tolstoy Simanjuntak
14-Jun-2019, 06:38 WIB


 
  Mekanisasi Pertanian di Tanah Batak Petani di Tanah Batak sekarang merasa lega. Semakin sulitnya mendapatkan tenaga kerja untuk mengelola pertanian padi, membuat mereka kewalahan. Untunglah mekanisasi pertanian itu beberapa tahun terakhir sudah hadir. Untuk panen raya, petani di kawasan Silindung Tapanuli Utara umumnya sudah menggunakan
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia